Saatnya Ulang Sejarah Emas Sepakbola di SEA Games
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Saatnya Ulang Sejarah Emas Sepakbola di SEA Games

Selasa, 10 Desember 2019 | 14:54 WIB
Oleh : JAS

Matahari perlahan mulai memberi kehangatan Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina yang dijadikan tempat latihan pemain Timnas U-22 pagi itu.

Tidak ada ketegangan yang terlihat antarpemain di lapangan yang terletak di pusat Kota Manila tersebut.

Senyum, canda dan saling memberi gurauan tampak di beberapa wajah pemain Timnas U-22, seolah tidak ada beban di masing-masing mereka jelang final sepak bola SEA Games 2019.

Eggy Maulana Vikri juga terlihat menggoda salah satu rekannya dengan mengambil celana pendek salah rekan setimnya yang sedang berganti kostum latihan. Eggy tertawa puas seusai membuat candaan itu.

Pemandangan itu terlihat setelah pemain dan ofisial Timnas U-22 melakukan latihan terakhir di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin (10/12) pagi.

Setelah latihan, Pelatih Indra Sjafri mendatangi kerumunan wartawan yang telah menunggu untuk memberikan keterangan kepada wartawan. Ia mengaku tidak ada beban apa-apa menjelang final melawan Vietnam yang akan berlangsung Selasa (10/12) di Stadion Rizal Memorial, Manila, pukul 20.00 waktu setempat.

"Ini hanya final SEA Games. Kenapa harus stres? Kalau sakratulmaut tidak apa-apa kita stres," ujar Indra seusai memimpin latihan di Manila, Filipina, Senin.

Anak asuhnya, kata dia, juga tidak terpengaruh dengan besarnya sorotan publik Tanah Air ke skuat berjuluk Garuda Muda, dan tetap fokus konsentrasi menyambut pertandingan penting tersebut.

"Yang penting adalah niat baik, usaha yang keras dan doa. Kami harus berjuang karena hanya ada dua pilihan yaitu kita yang menang atau mereka," katanya.

Pelatih yang pernah membawa juara dua kali Garuda Muda ini berharap dukungan doa dari masyarakat Indonesia agar timnya mampu merebut medali emas sepak bola putra SEA Games 2019.

Manila, Beritasatu.com - Dalam catatan sejarah sepak bola Indonesia di SEA Games, Indonesia pernah lolos ke final dan menjadi juara dengan merebut medali emas pada SEA Games Manila 1991.

Kini di final cabang olahraga sepak bola SEA Games melawan Vietnam di tempat yang sama Stadion Rizal Memorial, Manila, Tim Garuda Muda diharapkan bisa kembali mengulang sejarah emas pada SEA Games sebelumnya.

Saat itu, Tim Indonesia mampu memupuskan kedigdayaan juara bertahan Thailand lewat adu penalti dengan skor 4-3, dan keluar sebagai juara SEA Games untuk kedua kalinya setelah sebelumnya menjuarai ajang yang sama pada tahun 1987.

Pada SEA Games 1991, laga final harus diakhiri dengan adu penalti setelah skor imbang tanpa gol tidak berubah selama 90 menit ditambah babak tambahan.

Dari para penendang Indonesia Maman Suryaman dan Widodo C Putro gagal mencetak gol. Sementara empat pemain lainnya sukses sebagai eksekutor yakni Ferril Hattu Penalty, Heriansyah, Yusuf Ekodono, dan Sudirman. Sementara di kubu Thailand hanya tiga pemain sukses yakni Attaphol Buspakom, Praphan Khungkokekroad, Vitoon Kijmongkolsak. Sedangkan tiga algojo lainnya gagal yakni Suksun Kunsut, Ronnachai Sayomchai, dan Pairote Pongjan.

Indonesia yang saat itu ditangani pelatih asal Rusia, Anatoli F Polosin sukses menyabet medali emas SEA Games untuk kedua kalinya.

Perjalanan Timnas U-22

Perjalanan Saddil Ramdani dan kawan-kawan ke partai puncak final SEA Games 2019 Filipina tergolong mulus, meski di awal kejuaraan beberapa pengamat dan media memprediksi Timnas U-22 akan menemui banyak kesulitan, karena berada di grup neraka dan berisi tim-tim unggulan seperti Thailand, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam ,dan Laos.

Di awal laga, Pelatih Indra Sjafri mampu membuktikan bahwa tidak gentar berada di grup tersebut dengan menundukkan Thailand 2-0 yang merupakan langganan juara sepak bola SEA Games pada Selasa, (26/11/2019).

Langkah kedua Timnas U-22 harus bertemu Singapura pada Kamis (28/11/2019), dan juga mampu menundukkan dengan skor yang sama 2-0, sekaligus mengantarkan Tim nasional U-22 Indonesia merebut puncak klasemen Grup B SEA Games 2019.

Laga ketiga Timnas U-22 harus kembali bertemu tim kuat lainnya Vietnam. Dalam laga itu, Saddil dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan tim asuhan Park Hang Seo itu dengan skor 2-1 pada Minggu (1/12/2019) malam.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan agar tidak jumawa atas dua kemenangan sebelumnya, dan langsung tancap gas dengan menundukkan Brunei Darrussalam Selasa (3/12/2019) malam dengan skor 8-0.

Kemudian melibas Laos di laga terakhir dengan skor 4-0 dan membawa Timnas U-22 lolos ke semifinal menempati runner up Grup B bertemu Myanmar.

Menghadapi tim yang dulu bernama Burma ini Evan Dimas dan kawan-kawan sempat kesulitan, karena meski sempat unggul 2-0, namun bisa disamakan dengan skor 2-2 sampai 2x45. Hal ini memaksa pertandingan harus ada babak tambahan 2x15 menit.

Di akhir laga, Evan Dimas yang ketika itu menjadi pengatur serangan mampu menyumbang dua gol gawang Myanmar Sabtu (7/12), sekaligus mengantar timnas Indonesia ke final untuk menghadapi Vietnam.

Kini jelang laga final melawan Vietnam, tentu doa masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan pasukan Garuda Muda, untuk mampu memenangi pertandingan karena menjadi asa terakhir bagi kontingen Indonesia.

Teringat ucapan kawan dalam sebuah obrolan kecil, raihan emas cabang sepak bola itu sudah melebihi raihan juara umum, sebab meski seandainya bisa meraih juara umum namun sepak bola gagal, sama halnya nasi goreng tanpa garam yang hambar rasanya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Benitez Tak Tutup Kemungkinan Tangani Everton

Benitez cukup populer di kalangan penggemar Liverpool setelah ia membawa klub tersebut menjuarai Liga Champions 2005.

BOLA | 10 Desember 2019

Lawan Vietnam di Final, Seluruh Pemain Indonesia Siap Tampil Habis-habisan

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan jajaran Komite Eksekutif juga akan hadir dan memberikan dukungan langsung kepada tim di Stadion Rizal Memorial.

BOLA | 10 Desember 2019

Kunci Kemenangan Indonesia Ada di Indra Sjafri

Selain Indra Sjafri, Budiarto juga menyimpan harapan kepada penyerang timnas Osvaldo Haay untuk membawa Garuda Muda tampil menyerang pada laga final nanti.

BOLA | 10 Desember 2019

Ini Skenario Kelolosan ke 16 Besar Liga Champions

Liverpool lolos jika menang atau imbang melawan Salzburg tak peduli hasil laga lain.

BOLA | 10 Desember 2019

Menang Pertama Setelah Dua Bulan, Freddie Ljungberg Senang

Arsenal memetik kemenangan pertama sejak Oktober 2019 saat membekuk West Ham United 3-1 pada laga Selasa (10/12/2019) dini hari WIB.

BOLA | 10 Desember 2019

Final Sepakbola SEA Games, Adu Strategi Demi Wujudkan Mimpi

Indonesia harus mewaspadai serangan Vietnam yang tajam serta bola mati.

BOLA | 10 Desember 2019

Inter Harus Taklukkan Barca Demi Tiket 16 Besar

Inter harus mampu menaklukkan Barcelona untuk memastikan tiket 16 besar.

BOLA | 10 Desember 2019

Menjamu Lille, Peluang Chelsea Lolos ke 16 Besar

Kemenangan di kandang sendiri akan mengantarkan The Blues lolos ke fase knock out.

BOLA | 10 Desember 2019

Valverde Pastikan Absennya Messi Bukan Masalah bagi Barcelona

Hasil melawan Inter tak akan memengaruhi klasemen, sebab Barcelona sudah lolos lebih dulu ke fase 16 besar dan tidak mungkin terkejar.

BOLA | 10 Desember 2019

Sepakbola Asa Terakhir Indonesia Jaga Muruah di SEA Games 2019

Meski tak bisa mewujudkan target posisi kedua perolehan medali, emas dari sepakbola akan sangat melegakan publik Indonesia.

BOLA | 10 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS