2020, Fintech Jadi Sasaran Penjahat Siber
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

2020, Fintech Jadi Sasaran Penjahat Siber

Rabu, 11 Desember 2019 | 14:30 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pada 2020, peneliti Kaspersky memprediksi para pelaku kejahatan siber yang bermotif finansial kemungkinan mulai menargetkan aplikasi investasi dan sistem pemrosesan data keuangan online. Ancaman siber finansial dianggap sebagai salah satu yang paling berbahaya, karena dampaknya biasanya mengakibatkan kerugian finansial langsung bagi para korban.

"Di 2020 yang akan kita hadapi beberapa saat lagi, kami merekomendasikan tim keamanan di wilayah yang berpotensi terkena dampak industri keuangan untuk bersiap menghadapi tantangan baru. Tidak ada yang dapat menghindari potensi ancaman di masa depan, namun menjadi penting bagi kita untuk memiliki persiapan terbaik dalam menghadapinya," kata peneliti keamanan siber di Kaspersky, Yuriy Namestnikov dalam keterangan resminya yang diterima Beritasatu.com, Rabu (11/12/2019).

Berikut ini prediksi penting dari Kaspersky mengenai potensi perkembangan lansekap ancaman finansial di tahun 2020.

1. Fintech under attack. Aplikasi investasi seluler telah menjadi lebih populer di kalangan pengguna di seluruh dunia. Tren ini akan selalu dipantau oleh para aktor ancaman siber pada 2020. Apalagi tidak semua aplikasi tersebut menggunakan praktik keamanan terbaik, seperti otentikasi multi-faktor atau perlindungan koneksi aplikasi, yang memungkinkan para pelaku kejahatan siber menemukan cara potensial untuk menargetkan pengguna aplikasi semacam itu.

2. Trojan mobile banking baru. Penelitian dan pemantauan Kaspersky terhadap forum underground menunjukkan bahwa kode sumber dari beberapa Trojan perbankan seluler populer telah bocor ke domain publik. Kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya tentang kebocoran kode sumber malware (mis. Zeus, SpyEye) menghasilkan peningkatan variasi baru pada Trojan ini. Di tahun 2020, pola ini mungkin dapat terulang.

3. Akses berbayar ke infrastruktur perbankan dan serangan ransomware terhadap bank. Pada 2020, para ahli Kaspersky memprediksi peningkatan aktivitas kelompok-kelompok yang berspesialisasi dalam penjualan jaringan akses dari kriminal ke kriminal ke bank-bank di kawasan Afrika dan Asia, serta di Eropa Timur. Target utama mereka adalah bank kecil, serta organisasi keuangan yang baru-baru ini dibeli oleh pemain besar, dan membangun kembali sistem keamanan siber mereka sesuai dengan standar perusahaan induknya. Selain itu terdapat kemungkinan bahwa bank yang sama dapat menjadi korban serangan ransomware yang ditargetkan, karena bank merupakan salah satu organisasi dengan kecenderungan akan melakukan pembayaran tebusan dibandingkan harus menerima kehilangan data.

4. Magecarting 3.0. Lebih banyak kelompok pelaku kejahatan dunia siber akan menargetkan sistem pemrosesan pembayaran online. Selama beberapa tahun terakhir, apa yang disebut JS-skimming (metode mencuri data kartu pembayaran dari toko online) telah mendapatkan popularitas luar biasa di kalangan pelaku kejahatan siber. Saat ini, para peneliti Kaspersky menyadari setidaknya terdapat 10 aktor berbeda yang terlibat dalam jenis serangan ini. Para ahli juga percaya bahwa jumlah mereka akan terus bertambah di tahun mendatang.

Selain sektor keuangan, peneliti Kaspersky mengidentifikasi industri lain yang akan menghadapi tantangan keamanan terbaru di tahun mendatang. Industri kesehatan disarankan untuk fokus dalam melindungi catatan dan perangkat medis yang terhubung, karena kini mereka akan menjadi target para pelaku ancaman.

Divisi keamanan perusahaan juga harus lebih memperhatikan infrastruktur cloud dan juga mengatasi risiko yang semakin besar dari para tim internal saat mengakses jaringan. Telekomunikasi dan industri lain dengan penggunaan komunikasi seluler berjumlah banyak juga harus bersiap untuk mengelola dan mengatasi risiko yang akan datang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Indonesia Miliki Tiga Faktor Penting Pendukung Blockchain

Blockchain merupakan sistem yang terdesentralisasi dan terdistribusi pada semua komputer pengguna yang terkoneksi jaringan.

DIGITAL | 11 Desember 2019

10 Tagar Paling Populer di Twitter Sepanjang 2019

2019 menjadi tahunnya Agnes Monica (@agnezmo).

DIGITAL | 11 Desember 2019

Ini Cuitan Jokowi yang Paling Banyak Dikomentari pada 2019

Cuitan Jokowi dikomentari 5.500 kali.

DIGITAL | 11 Desember 2019

Egogo Hub Ikut Meriahkan Harbolnas 2019

Egogo Hub Indonesia akan menggelar Electronic Days dan Beauty Days dengan potongan harga hingga 81 persen.

DIGITAL | 10 Desember 2019

BPPT Gandeng Bukalapak Pasarkan Produk Startup

BIT BPPT sudah melahirkan 67 perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) selama kurun waktu 2001 hingga 2019.

DIGITAL | 10 Desember 2019

MSI Alpha 15, Laptop Gaming Berteknologi 7 Nm

Dengan kartu grafis AMD Radeon RX 5500M terbaru, Alpha 15 menjadi laptop gaming pertama dengan teknologi 7nm.

DIGITAL | 10 Desember 2019

Grab dan Good Doctor Jalin Kemitraan Akses Layanan Kesehatan

GrabHealth powered by Good Doctor merupakan upaya Grab untuk memberikan layanan kesehatan online.

DIGITAL | 10 Desember 2019

Batan Buktikan Kemampuan Kelola Nuklir

Batan mendapat tugas menjadi koordinator tiga bidang prioritas riset nasional

DIGITAL | 10 Desember 2019

Teknologi eSIM Smartfren Baru Tersedia untuk iPhone 11

Smartfren Telecom memperkenalkan teknologi eSIM di Indonesia untuk para pengguna iPhone 11 pada Senin (9/12).

DIGITAL | 10 Desember 2019

Menkominfo: Transformasi TV Analog ke Digital Suatu Keniscayaan

"Saya khawatir industri penyiaran upload beritanya ke YouTube, karena iklan bergeser ke YouTube."

DIGITAL | 10 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS