Siapapun Presidennya, Indonesia Akan Hadapi Dilema Pertumbuhan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Siapapun Presidennya, Indonesia Akan Hadapi Dilema Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 11 April 2019 | 19:03 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam debat terakhir Calon Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan digelar Sabtu (13/4/2019) mendatang, tema yang diangkat adalah mengenai ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.

Ekonom senior Indef, M Nawir Messi menyampaikan, persoalan ekonomi dan kesejahteraan sosial memang masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Di sisi lain, sektor keuangan negara, investasi, perdagangan dan industri dinilai menjadi solusi dalam mengentaskan persoalan ekonomi dan kesejahteraan sosial yang dihadapi.

Dalam debat nanti, Nawir berharap isu yang berkaitan dengan pengelolaan pertumbuhan ekonomi dapat disentuh dan diberikan solusinya oleh capres. Salah satunya terkait dilema antara pertumbuhan tinggi versus pertumbuhan rendah.

"Kenapa ini menjadi isu yang besar? Sebab ketika kondisi perekonomian tinggi, itu pasti diikuti dengan impor yang membengkak, ujung-ujungnya ke defisit transaksi berjalan yang kemudian akan memengaruhi kinerja nilai tukar. Sebaliknya, bila pertumbuhannya rendah, itu akan menimbulkan persoalan yang berkaitan dengan pengangguran," kata Nawir Messi, di acara diskusi media yang digelar Indef, di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Siapapun presiden yang akan menyetir perekonomian Indonesia selama lima tahun ke depan, menurutnya pasti akan menghadapi dilema pertumbuhan ini. "Karena itu, dibutuhkan 'sopir' yang saya kira bisa mengerti kapan harus ngerem dan kapan harus ngegas," kata Nawir.

Masih dalam konteks pengelolaan pertumbuhan ekonomi, selain masalah kuantitas, dari sisi kualitas menurutnya juga harus diperbaiki. Dukungan anggaran negara meningkat, kebijakan stimulus perekonomian tidak kekurangan, posisi sebagai negara layak investasi diperoleh (investment grade), sayangnya kesemuanya itu belum cukup untuk menjawab tantangan peningkatan angkatan kerja, menurunkan kemiskinan secara lebih signifikan, serta mengurangi ketimpangan.

Hal lainnya adalah terkait ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dengan Luar Pulau Jawa. Dikatakan Nawir, kontribusi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di Pulau Jawa dalam lima tahun terakhir meningkat cukup signifikan, sementara di luar Pulau Jawa semakin mengecil. Pada 2014, porsi Jawa sudah mencapai 57,4 persen, sementara di 2018 porsi Pulau Jawa naik menjadi 58,48 persen dalam pembentukan PDB Nasional.

"Ini menggambarkan kegiatan perekonomian semakin terkonsentrasi di Pulau Jawa, belum lagi kalau kita bicara tentang konsentrasi di wilayah Jabotabek dan Jawa bagian Barat. Saya kira, ini memerlukan perhatian yang serius. Tidak saja terkait dengan persoalan ekonomi, tetapi juga akan berdampak ke persoalan-persoalan politik ke depan," ujar Nawir.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menhub Dukung Usulan Holding Penerbangan

Holding penerbangan yang diusulkan terdiri atas PT Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura (AP) I dan II, serta PT Survai Udara Penas.

EKONOMI | 11 April 2019

Rupiah Ditutup Menguat 13 Poin di Tengah Tekanan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.161-Rp 14.191 per dolar AS.

EKONOMI | 11 April 2019

Ternyata Tak Semua Perusahaan Logistik Naikkan Tarif

“Ada beberapa wilayah yang tidak mengalami kenaikan tarif karena tidak perlu menggunakan pesawat udara,” katanya.

EKONOMI | 11 April 2019

Sejalan Bursa Asia, IHSG Ditutup Turun 68 Poin ke 6.410

Sebanyak 147 saham menguat, 274 saham melemah, dan 145 saham stagnan.

EKONOMI | 11 April 2019

Meski Sepi, Menhub Yakin Bandara Kertajati Untung 5 Tahun Lagi

Ada tiga upaya yang harus dilakukan untuk meramaikan Bandara Kertajati.

EKONOMI | 11 April 2019

Sandi: Uang Penurunan Tarif Listrik Dikembalikan ke Emak-emak

Sandiaga menerima beberapa lembar uang dari pendukungnya saat kampanye di Sukabumi.

EKONOMI | 11 April 2019

Jonan: Tarif Listrik Bisa Turun dalam 100 Hari jika Subsidi Ditambah

Saat ini, masih ada daerah timur Indonesia yang belum tersambung listrik.

EKONOMI | 11 April 2019

Pemilu, Pertamina Jaga Pasokan BBM dan Elpiji

Sopir tangki sudah memiliki SOP saat menghadapi situasi-situasi darurat.

NASIONAL | 11 April 2019

Kuartal I, Laba Bank Jatim Tumbuh Capai Rp 405 Miliar

Aset pada kuartal I-2019, tercatat Rp 63,1 triliun atau tumbuh 14,06 persen.

EKONOMI | 11 April 2019

OJK: Milenial Tanpa Menabung Kurang Keren

OJK mengimbau masyarakat agar tidak menjadi korban jasa keuangan ilegal.

EKONOMI | 11 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS