OJK Kabulkan Perpanjangan Batas Waktu Laporan Pembubaran Reksa Dana Minna Padi
INDEX

BISNIS-27 503.107 (3.64)   |   COMPOSITE 5679.25 (39.48)   |   DBX 1039.52 (6.03)   |   I-GRADE 166.189 (1.51)   |   IDX30 492.322 (4.24)   |   IDX80 129.082 (1.23)   |   IDXBUMN20 363.759 (3.05)   |   IDXG30 133.243 (1.23)   |   IDXHIDIV20 440.08 (4.72)   |   IDXQ30 143.762 (1.37)   |   IDXSMC-COM 242.127 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (2.95)   |   IDXV30 123.61 (1.71)   |   INFOBANK15 979.67 (1.27)   |   Investor33 423.592 (3.04)   |   ISSI 165.745 (1.68)   |   JII 604.859 (8.29)   |   JII70 207.745 (2.62)   |   KOMPAS100 1155.02 (10)   |   LQ45 903.46 (7.58)   |   MBX 1578.72 (11.24)   |   MNC36 316.411 (2.6)   |   PEFINDO25 310.113 (2.97)   |   SMInfra18 286.549 (2.16)   |   SRI-KEHATI 362.507 (2.38)   |  

OJK Kabulkan Perpanjangan Batas Waktu Laporan Pembubaran Reksa Dana Minna Padi

Rabu, 19 Februari 2020 | 07:45 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengabulkan surat permohonan perpanjangan batas waktu laporan pembubaran dan likuidasi enam produk Reksa Dana kelolaan PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) sampai dengan 18 Mei 2020 dan skema pembagian hasil likuidasi kepada nasabah. Direktur MPAM Budi Wihartanto menyambut baik dan mengapresiasi terkabulnya permohonan ini karena bisa menjadi solusi yang terbaik terhadap komitmennya dalam melakukan pembayaran kepada nasabah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada OJK yang mengabulkan surat permohonan MPAM. Permohonan perpanjangan waktu ini bisa ditanggapi secara baik semua pihak karena merupakan bagian solusi yang bijak,” kata Budi melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Ia mengaku selama ini pihaknya telah melakukan konsultasi dan meminta arahan OJK mengenai teknis pembayaran kepada nasabah terkait adanya sebagian portofolio yang belum berhasil dilikuidasi dikarenakan kondisi pasar dan keterbatasan waktu. Untuk itu pihak MPAM mengajukan permohonan perpanjangan waktu untuk dapat menyelesaikan penjualan portofolio yang masih belum terjual.

Selain itu, OJK juga mengabulkan skema penyelesaian likuidasi Reksa Dana yang terbagi menjadi 2 batch. Batch pertama yakni berbentuk tunai dan Efek bagi nasabah yang setuju in kind; dan berbentuk tunai bagi nasabah yang tidak setuju in kind dengan ketentuan cash dibayarkan terlebih dahulu kepada nasabah, sisa pembayaran tunai berikutnya akan dibayarkan pada batch kedua setelah Efek yang tersisa terjual. Sedangkan pembagian hasil likuidasi batch kedua yakni berbentuk tunai sebagai hasil penjualan Efek yang tersisa dan pelaksanaan tanggung jawab dari Manajer Investasi dan/atau pemegang saham dan/atau pihak terafiliasinya untuk menyerap Efek yang tersisa.

Adapun dikarenakan adanya proses persetujuan nasabah dan diperlukannya koordinasi dengan pihak terkait seperti Bank Kustodian, external auditor dan pihak terkait lainnya, penyelesaian pembayaran untuk batch pertama ditargetkan akan dilaksanakan sebelum tanggal 11 Maret 2020, sedangkan pembayaran untuk batch kedua akan dilaksanakan sebelum 18 April 2020 .

Budi menjelaskan manajemen MPAM berkomitmen untuk tidak mempersulit proses likuidasi kepada nasabah. Bahkan, pihaknya telah melakukan roadshow ke beberapa kota untuk berdialog dengan nasabah mencari solusi yang terbaik dan dapat kami simpulkan bahwa ada nasabah yang setuju dan ada yang tidak setuju untuk menerima sebagian pembayaran dalam bentuk in kind (bagi Efek dalam bentuk saham).

“Hal ini yang menjadi pertimbangan kami untuk mengirimkan surat permohonan ke OJK mengenai skema penyelesaian hasil likuidasi,” jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

SEAM Group Optimistis Realisasikan IPO Anak Usaha 2020

Dana SBI-JP sebesar Rp 1 triliun yang diterbitkan SEAM Group telah dialokasikan sebesar 66.40 % untuk modal kerja sisanya 33,60 % untuk investasi.

EKONOMI | 21 November 2019

Dua Industri Top Korsel Berminat Investasi di Indonesia

Kemperin rayu perusahaan di Korsel investasi di Indonesia.

EKONOMI | 21 November 2019

Sesi I, Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.114

Rupiah berada di level Rp 14.114,5 per dolar AS atau terdepresiasi 20 poin (0,14 persen).

EKONOMI | 21 November 2019

Akhir Sesi I, IHSG Terkoreksi ke 6.103

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,8 persen ke kisaran 6.103.

EKONOMI | 21 November 2019

Presiden Undang API Bahas Peningkatan Investasi dan Ekspor

Pertemuan dihadiri Ketua API Ade Sudradjat, Dirut PT Sritex Iwan Lukminto, Wadirut PT Pan Brothers Anne Patricia Sutanto, dll.

EKONOMI | 21 November 2019

PT Angkasa Pura II Lakukan Pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat

PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Halim Perdana Kusuma gelar latihan penanggunglanganan keadaan darurat.

EKONOMI | 21 November 2019

Presiden Instruksikan Kabinetnya Tingkatkan Kemudahan Berbisnis

Jokowi menginginkan peringkat Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) Indonesia naik dari peringkat 73 menuju posisi 40-50.

EKONOMI | 21 November 2019

Pemerintah Terus Mendorong Ekspor Gula Palma

Pemerintah terus dorong ekspor gula palma.

EKONOMI | 21 November 2019

Rayakan HUT Ke-42, BPJSTK Selenggarakan Lomba Foto

Peringati HUT ke-42 BPJS TK gelar lomba foto.

EKONOMI | 21 November 2019

Lima Tahun ke Depan Pemerintah Bangun Tol 2.500 KM

Pemerintah bangun jalan tol sepanjang 2.500 KM ke depan.

EKONOMI | 21 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS