Pengusaha Tunggu Juknis Penerapan Permendag 80 Tahun 2018
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pengusaha Tunggu Juknis Penerapan Permendag 80 Tahun 2018

Jumat, 29 November 2019 | 12:44 WIB
Oleh : Jaja Suteja/Novy Lumanauw / JAS

Nusa Dua – Pengusaha tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintah segera menerbitkan petunjuk teknis (juknis) terkait penerapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 80 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu.

Sektor yang wajib memenuhi aturan tersebut adalah batu bara, minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), dan impor beras.
“Pemerintah berjanji akan menerbitkan juknis. Segera diterbitkan, karena aturan ini mulai berlaku pada 2020,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/11/2019).

Carmelita mengatakan, keberadaan juknis sangat diperlukan agar dalam penerapan Permendag 82 tidak menimbulkan perbedaan pendapat dan kesimpangsiuran.

“Pengusaha masih menunggu Juknis supaya tidak menimbulkan kesimpangsiuran dan perbedaan pendapat. Itu saja,” tegas Carmelita.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan, pelaku usaha pertambangan batu bara nasional tidak mempermasalahkan keputusan pemerintah memberlakukan Permendag Nomor 80 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu, mulai Januari 2020 mendatang.

“Aturan ini adalah given bagi pengusaha nasional. Kami mendukung, karena bertujuan untuk memajukan industri nasional, baik asuransi dan juga pelayaran. Nah, yang paling penting adalah memenuhi permintaan dan penawaran (supply and demand),” jelas Pandu.

Ia mengatakan, melalui aturan ini dapat dipastikan bahwa barang yang dieskpor dapat menggunakan harga yang sama dengan yang diterapkan kompetitor.

“Kita harus memajukan industri asuransi dan pelayaran, mulai dari sisi financing maupun policy. Itu yang harus kita majukan. Tentu untuk memajukan itu, perlu dukungan pemerintah melalui aturan,” kata Pandu.



Sumber:Globe Asia


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengelola Mal Mesti Cerdik Menangkap Pasar

Penggunaan rolling door atau shutter dapat menjadi cara untuk menghemat ruang.

EKONOMI | 29 November 2019

Sesi I, IHSG Berbalik Menguat 0,7%

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 140,85 miliar, dengan rincian beli Rp 1,5 triliun dan jual Rp 1,6 triliun.

EKONOMI | 29 November 2019

Siang Ini Rupiah Melemah ke Kisaran Rp 14.100

Rupiah berada di level Rp 14.113,5 per dolar AS atau terdepresiasi 22 poin (0,16 persen).

EKONOMI | 29 November 2019

Pengelola Hutan Sosial Diminta Berkoperasi

Pemerintah minta kelompok pengelola hutan sosial berkoperasi.

EKONOMI | 29 November 2019

Tingkatkan Akses Air Siap Minum, Kempupera Dorong PDAM Perluas Layanan ZAMP

Pemerintah terus mendorong Sistem Peningkatan Air Minum.

EKONOMI | 29 November 2019

Lippo Group Gandeng Mitra untuk Besarkan OVO

Lippo tetap merupakan bagian dari OVO dan selalu mendukung kemajuan OVO.

EKONOMI | 29 November 2019

Akuisisi Bank Lagi, BCA Incar BUKU I Non Tbk

BCA belum menyebut dana yang dianggarkan untuk mengakuisisi bank kecil incarannya.

EKONOMI | 29 November 2019

Ketum Baru REI Optimistis Properti Bangkit di 2020

Daya beli dan minat untuk membeli properti sebenarnya mampu, namun terhalang denda dalam perpajakan.

EKONOMI | 29 November 2019

Rupiah Masih Tertahan di Kisaran Rp 14.090

Rupiah berada di level Rp 14.095 per dolar AS atau terdepresiasi 3,5 poin (0,02 persen).

EKONOMI | 29 November 2019

Tanpa Katalis yang Kuat, IHSG Diprediksi Kembali Tertekan

Valbury merekomendasikan saham UNVR, TLKM, ASII, GGRM, AALI, CTRA.

EKONOMI | 29 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS