Pengajuan Keringanan Kredit Melambat, Restrukturisasi Baru Rp 740,79 Triliun
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pengajuan Keringanan Kredit Melambat, Restrukturisasi Baru Rp 740,79 Triliun

Rabu, 8 Juli 2020 | 19:20 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, tren peningkatan debitur untuk mengajukan restrukturisasi atau keringanan kredit perbankan dalam beberapa minggu terakhir mulai melambat seiring dengan kembali dibukanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang memicu pergerakan ekonomi kembali tumbuh.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menuturkan, dalam periode 31 Maret hingga 29 Juni, realisasi restrukturisasi kredit secara mingguan terbesar terjadi pada minggu pertama bulan Mei yaitu sampai dengan 4 Mei 2020. Realisasi debitur pada periode tersebut mencapai 2,86 juta debitur atau 45 persen dari total realisasi 6,35 juta debitur sampai dengan 22 Juni 2020, sementara baki debet mencapai Rp 129,75 triliun atau 18,7 persen dari total realisasi Rp 695,34 triliun.

Dari jumlah tersebut dikontribusikan oleh debitur UMKM sebanyak 2,60 juta debitur, atau 90,9 persen dengan total baki debet Rp 67,74 triliun atau 52,2 persen. Sementara non-UMKM sebanyak 261.289 debitur, atau 9,1 persen dengan baki debet Rp 62 triliun. Tren peningkatan debitur yang direstrukturisasi mulai melambat pada periode selanjutnya, total peningkatan jumlah debitur yang melakukan restrukturisasi pada 29 Juni sebanyak 208.229 debitur atau naik 3,28 persen dari minggu sebelumnya.

“Ini menandakan dengan kembali dibukanya PSBB oleh pemerintah telah menggerakkan sektor ekonomi dan mengurangi permintaan restrukturisasi,” ungkap Anto dalam konferensi pers virtual,” Rabu (8/7/2020).

Namun terkait perpanjangan masa restrukturisasi, ia mengatakan otoritas akan melihat perkembangan aktivitas ekonomi untuk memastikan rencana perpanjangan restrukturisasi. Begitu juga dengan relaksasi mengenai batas pemberian kredit.

OJK pun akan berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan agar tidak mengulangi permasalahan pada krisis 1997-1998. Evaluasi akan dilakukan sebelum masa relaksasi berakhir pada Maret 2021.

“OJK tetap melakukan berbagai hal, tetapi tetap perhitungkan risiko supaya tidak menghasilkan risiko di kemudian hari tanpa mitigasi yang baik,” tegasnya.

Berdasarkan data terbaru OJK per 29 Juni 2020, dari total 100 bank yang sudah mengimplementasikan program restrukturisasi ini, nilai restrukturisasi sudah mencapai Rp 740,79 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 6,56 juta debitur. Dari jumlah itu, sebagian besar nasabah yang melakukan restrukturisasi adalah nasabah dari perusahaan berskala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebanyak 5,29 juta dengan nilai Rp 317,29 triliun. Namun dari segi nilai restrukturisasi, nasabah non-UMKM justru lebih besar nilainya mencapai Rp 423,5 triliun dengan jumlah nasabah mencapai 1,27 juta debitur.

Adapun potensi restrukturisasi dari 102 bank yang akan melakukan restrukturisasi menurut OJK sebetulnya mencapai Rp 1.273,67 triliun dengan sebanyak 15,12 juta nasabah (12,65 juta nasabah UMKM dan 2,47 juta nasabah non UMKM). Artinya realisasi restrukturisasi per 29 Juni itu baru 54% dari potensi.

Sebagai perbandingan data per 22 Juni 2020, data 29 Juni itu terjadi peningkatan UMKM sebanyak 101.578 debitur dari 5.185.122 debitur menjadi 5.286.700 debitur dengan nominal meningkat Rp 9,47 triliun (3,08%) dari Rp 307,83 triliun menjadi Rp 317,29 triliun.

Sementara, dari sisi wilayah, realisasi restrukturisasi UMKM terbanyak terjadi di Jawa Timur mencapai 865.499 debitur dengan total baki debet Rp 46,83 triliun. Namun demikian dari jumlah debitur, realisasi terbanyak terjadi di Jawa Barat mencapai 1,49 juta debitur (Rp 98,95 triliun) yang terdiri dari UMKM 1,20 juta debitur (Rp 42,72 triliun) dan non-UMKM 287.159 debitur (Rp 56,23 triliun).

Berdasarkan sektor ekonomi, realisasi restrukturisasi UMKM terbanyak terjadi di sektor perdagangan dan eceran yang mencapai 3,46 juta debitur dengan total baki debet Rp 182,83 triliun.

Di sisi lain, hingga Juni 2020, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga, dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Meski kondisi terjaga, namun hingga periode tersebut OJK telah mencabut dua izin usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Pada sektor pasar Modal, OJK telah melakukan 184 peringatan tertulis, 192 denda, pembekuan dua wakil perantara pedagang efek (WPPE).

Juga mencabut izin usaha terhadap 7 penjamin emisi efek dan 6 WPPE. Sedangkan, pada sektor industri keuangan non-bank (IKNB), OJK telah menjatuhkan 39 sanksi peringatan dan 30 denda pada perusahaan asuransi dan dana pensiun. Juga memberikan 278 sanksi administrasi bagi 278 perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Regulator juga mencabut 6 izin usaha IKNB.

Lebih lanjut terkait perlindungan konsumen, bersama Satuan Waspada Investasi telah menindak 61 investasi ilegal, 589 pinjaman online ilegal, dan 25 usaha gadai ilegal.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

TII: Simplifikasi Cukai Rokok Optimalkan Penerimaan Negara

Sekjen TII Danang Wiydoyoko menyatakan penyederhanaan struktur tarif cukai rokok dapat mengoptimalkan penerimaan negara, serta membangun SDM yang unggul.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Colliers: Aktivitas Sewa Ruang Perkantoran Masih Berjalan

Colliers mencatat, tak ada penambahan pasokan perkantoran di kuartal II 2020.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Gelar Topping Off Terbanyak, Meikarta Pecahkan Rekor MURI

MURI memberikan penghargaan kepada Meikarta sebagai pengembang dengan topping off terbanyak selama kurang dari satu tahun.

EKONOMI | 8 Juli 2020

PT KAI Ajukan Dana Talangan Rp 3,5 Triliun untuk Modal Kerja

PT KAI mengajukan dana talangan pemerintah senilai Rp 3,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja hingga akhir tahun ini.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Kempupera Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Pariwisata

Kempupera merencanakan pembangunan infrastruktur di KSPN dilakukan secara terpadu.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Digitalisasi Keuangan Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Digitalisasi merupakan salah satu dari empat tantangan yang harus dihadapi perekonomian saat ini.

EKONOMI | 8 Juli 2020

UMKM Terkoneksi Ekosistem Digital Lebih Kuat Hadapi Pandemi

UMKM dengan online channel memiliki kelenturan atau resilient, di mana pendapatannya lebih tinggi dibandingkan UMKM offline.

EKONOMI | 8 Juli 2020

AP I Optimistis Industri Penerbangan Bangkit di Semester II 2020

Selama periode 1-7 Juli 2020, AP I tercatat melayani hingga 227.642 penumpang.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Teten Khawatir Separuh UMKM Terancam Gulung Tikar

Menurut Teten, Kementerian Koperasi dan UKM telah siapkan alternatif pembiayaan.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Naik Jadi Negara Menengah ke Atas, Bunga Pinjaman RI Lebih Mahal

Dengan kenaikan status tersebut, Indonesia akan dianggap mampu membayar bunga pinjaman dengan rate yang lebih tinggi.

EKONOMI | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS