Masa Pandemi Covid-19, Penjualan Siantar Top Tumbuh 9 Persen
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Masa Pandemi Covid-19, Penjualan Siantar Top Tumbuh 9 Persen

Jumat, 10 Juli 2020 | 22:44 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / JAS

Surabaya, Beritasatu.com - PT Siantar Top Tbk mencatat penjualan bersih tumbuh 9 persen selama kuartal I/2020, meskipun harus menghadapi tantangan karena pandemi Covid-19. Produsen pangan ini juga optimistis bisa mengejar target pertumbuhan penjualan 10 persen hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Agus Suhartanto, mengatakan tantangan yang dihadapi perseroan di masa pandemi Covid-19 cukup besar. Seperti ada keterbatasan suplai bahan baku, pembatasan-pembatasan terkait sarana transportasi dan kapasitas produksi, pemeriksaan keluar masuk barang yang lebih lama dan lebih sulit. Kesulitan finansial lembaga-lembaga keuangan atau bahkan konsumen pelanggan yang terkait dengan perseroan.

Secara umum, tantangan akibat pandemi Covid-19 itu memang ada, misalnya ketidaklancaran pasokan bahan baku. Tapi, perseroan juga berusaha sedapat mungkin mengatasinya, sehingga kinerja perseroan di kuartal I/ 2020 masih cukup baik.

“Penjualan bersih selama kuartal I/2020 sebesar Rp 945 miliar atau tumbuh 9 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 863 miliar,” kata Agus usai Rapat Umum Pemegang Saham di Surabaya, Jumat (10/7/2020).

Direktur PT Siantar Top, Suwanto, menjelaskan, penjualan rata-rata produk mengalami kenaikan dibanding kuartal I/ 2019 dan kontribusi terbesar dari produk crackers, biskuit, dan mi. “Selain penjualan domestik, penjualan ekspor juga masih bertumbuh dan berkontribusi 9 persen terhadap total penjualan. Kontribusi ekspor terbesar dari negara China (Tiongkok), Korea, dan Vietnam,” katanya.

Agus menyatakan, pertumbuhan penjualan 9 persen itu mendongkrak laba kotor dan laba bersih perseroan. Laba kotor kuartal I/ 2020 dibanding kuartal I/2019 naik 14,3 persen atau Rp 33 miliar, yakni dari tahun 2019 sebesar Rp 231 miliar menjadi sebesar Rp 264 miliar di tahun 2020. Kemudian, laba bersih kuartal I/2020 dibanding kuartal I/2019 naik 29, 7 persen atau Rp 40 miliar dari sebesar Rp 135 miliar di tahun 2019 menjadi sebesar Rp 175 miliar di tahun 2020.

Suwanto menambahkan, perseroan berkomitmen untuk tetap menjaga ketersediaan pangan yang berkualitas di masyarakat dalam kondisi yang tidak menentu seperti saat pandemi Covid-19 ini. Perseroan juga tetap berusaha mempertahankan target penjualan sampai dengan akhir tahun 2020 yang tumbuh sekitar 10 persen.

“Di semester II/2020 kita masih optimistis untuk memaksimalkan target penjualan sampai akhir tahun sekitar 10 persen,” kata Suwanto.

Untuk itu, lanjut dia, perseroan akan berusaha sedapat mungkin mengantisipasi tantangan selama pandemi Covid-19 agar tidak menimbulkan kerugian yang signifikan bagi perseroan. Di antaranya adalah melakukan upaya promosi atas produk-produk unggulannya yang masih cukup potensial di pasaran, dengan strategi memperluas jaringan distribution center untuk menyiapkan buffer stock, supaya mempermudah penyebaran produk untuk wilayah-wilayah terdekat dan menjalin hubungan baik dengan distributor serempat.

“Perseroan juga tetap mengembangkan pasar ekspor di negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Afrika,” imbuh Suwanto.

Di sisi lain, menurut Agus, perseroan juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi terhadap tantangan selain Covid-19, yakni kemungkinan terganggunya aktivitas bisnis dan daya beli masyarakat yang dapat menurun. Untuk itu, setelah melakukan pengkajian, perseroan memutuskan untuk menunda beberapa rencana investasi pengembangan sampai kondisi ekonomi memungkinkan untuk melanjutkan lagi.

Rencana tersebut antara lain investasi pengembangan pabrik baru di Kertosono dan investasi Theme Park di Surabaya. Sementara untuk pengembangan pabrik baru di Pasuruan tetap akan dilanjutkan dengan lebih selektif serta dilakukan secara bertahap.

“Akhir tahun 2020 sebagian fasilitasnya sudah mulai bisa dipergunakan dan diharapkan di tahun 2021 dapat beroperasi untuk pengembangan produk baru ini,” terang Agus.

Perubahan rencana sejumlah investasi pengembangan itu menyebabkan perubahan Capital Expenditure (Capex) atau pembelanjaan modal tahun 2020. “Rencana Capex tahun 2020 yang sebelumnya sebesar Rp 569 miliar menjadi Rp 469 miliar, yakni untuk anak perusahaan Rp 50 miliar, perluasan usaha Rp 319 miliar dan dividen Rp 100 miliar,” pungkas Agus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BNI Syariah Kelola Fasilitas Perbankan PT Pupuk Iskandar Muda

BNI Syariah melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Pupuk Iskandar Muda.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Everich Usung Konsep Kelola Kayu Berkualitas

Salah satu produk olahan kayu yang kini diperkenalkan adalah material pelapis kayu berupa lembaran panel.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Pelabuhan Kuala Tanjung Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas

KTMT mencatatkan arus peti kemas mencapai 23.558 TEUs atau setara 22.334 boks dengan kunjungan kapal sebanyak 94 call pada semester I-2020.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Dow Dibuka Flat karena Lonjakan Kasus Covid-19

Dow Jones Industrial Average diperdagangkan naik 10 poin atau kurang dari 0,1 persen.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Go Digital Jadi Modal Pelaku UMKM Berdaya Saing

Perilaku konsumen yang serba online dalam memenuhi kebutuhan hariannya perlu cepat diadaptasi oleh pelaku UMKM.

EKONOMI | 10 Juli 2020

PNM Siapkan Kas Internal untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

Dalam masa pandemi Covid-19, PNM tetap menyalurkan pembiaayan kepada usaha ultra mikro dan UMKM.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Dua Kawasan Ekonomi Khusus Disetujui, Mana Saja?

KEK Nongsa Digital Park memiliki luas lahan 166,45 hektare dengan total investasi Rp 16 triliun.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Peserta yang Dilayani BPJamsostek Naik Jadi 15.000 Per Hari

Pandemi Covid-19 ini tentunya memberikan tantangan tersendiri.

EKONOMI | 10 Juli 2020

RUU Cipta Kerja Dinilai Munculkan Peluang Baru Bagi Pekerja

Pekerja seharusnya melihat peluang dan opsi lain di tengah ketidakpastian ekonomi.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Imbas Covid-19, Bumi Serpong Damai Pangkas 50% Capex

Pangkas sebesar 50 persen dari rencana awal Rp 4-5 triliun.

EKONOMI | 10 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS