Mudahkan Pelanggan Pesan Barang, PPI Kembangkan Pasar PPI
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.4)   |   COMPOSITE 4934.09 (-10.74)   |   DBX 924.804 (1.23)   |   I-GRADE 130.838 (-0.44)   |   IDX30 413.425 (-1.03)   |   IDX80 108.094 (-0.32)   |   IDXBUMN20 272.657 (-2.29)   |   IDXG30 115.379 (0.01)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-1.78)   |   IDXQ30 120.916 (-0.28)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.74)   |   IDXV30 102.468 (-0.42)   |   INFOBANK15 776.883 (-0.34)   |   Investor33 360.093 (-0.3)   |   ISSI 144.765 (-0.41)   |   JII 523.909 (-1.29)   |   JII70 177.568 (-0.55)   |   KOMPAS100 966.07 (-2.27)   |   LQ45 756.376 (-1.69)   |   MBX 1366.8 (-3.68)   |   MNC36 270.277 (-0.57)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.63)   |   SMInfra18 233.321 (-0.92)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.54)   |  

Mudahkan Pelanggan Pesan Barang, PPI Kembangkan Pasar PPI

Jumat, 14 Agustus 2020 | 23:01 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) melakukan uji coba sebuah platform berbasis web yang diberi nama Pasar PPI. Pasar PPI adalah sebuah marketplace yang digunakan untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan pemesanan barang.

Pada tahap pertama komoditas yang disediakan adalah seluruh produk-produk yang tersedia di PT PPI (Persero) secara online, dan selanjutnya akan mencakup produk seluruh klaster pangan.

“Nama ‘Pasar PPI’ diambil karena dianggap lebih merakyat dan mudah diingat oleh pelanggan. Pasar PPI hadir untuk masyarakat dengan fitur user-friendly yang mampu memberikan akses chat dan merespons keluhan pelanggan dengan cepat,” kata Direktur Teknik dan Pengembangan PT PPI Prasetiyo Indroharto

Adapun seluruh komoditas yang disediakan oleh Pasar PPI meliputi berbagai macam produk konsumsi/bahan pokok, produk pertanian (pupuk, pestisida, dan herbisida), farmasi dan alat kesehatan. Selain itu produk UMKM dan komoditi ekspor lainnya serta produk unggulan yaitu bahan kimia berbahaya.

Dalam proses pengiriman barang produk komoditas PPI, nantinya akan dilakukan melalui seluruh kantor cabang PPI yang tersebar di wilayah Indonesia.

"Pengembangan Pasar PPI ini didukung oleh Program Enterprise Resource Planning (ERP) yang berfungsi untuk mengelola data sumber daya perusahaan dalam satu kesatuan dengan maintenance mitra bisnis, vendor, dan aset lainnya sehingga service level agreement(SLA) ke pelanggan baik dan terjadi repeat order," tambahPrasetiyo.

Selain itu, untuk memperkuat tim sales, PPI terus berinovasi untuk melakukan integrasi dan ekspansi pasar dengan penerapan aplikasi Sales Force Automation (SFA) yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses operasional, distribusi dan penjualan serta produktivitas kinerja tenaga penjualan di seluruh cabang.

Sales Force ini digunakan untuk memonitor dan memudahkan aktivitas kegiatan penjualan dengan menggunakan mobile application, sehingga informasi yang didapat dan kegiatan transaksinya bisa lebih cepat serta termonitor dengan baik.

"Kontrol yang baik terhadap sales order dan inventory akan meningkatkan efisiensi, sehingga akan memperkuat basis offline dan online konsep bisnis PPI," ungkap Kepala Divisi IT PT PPI, Budi Supriatna.

PPI sebagai BUMN perdagangan, dalam posisinya di Klaster Pangan bersama RNI sebagai holding, menawarkan konsep tetap membesarkan pasar secara offline tetapi tetap digital. Tujuannya, memberikan pengalaman yang berbeda terhadap masyarakat di pedesaan dan perkotaan secara offline yang dilakukan oleh tim sales yang berpengalaman dan secara online terhadap maintenance transaksi, sehingga keterjangkauan dan ketersediaan tetap dapat dijalankan.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gandeng Raffi Ahmad, Oxygen Denim Siap Rebut Pasar di Kota Besar

Produk anak negeri ini tidak canggung bersaing dengan merek yang lebih awal menguasai pasar sejenis.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Inovasi Balai Riset Kemperin Dukung Ekonomi Berkelanjutan

Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus mendorong pengembangan ekosistem inovasi di sektor industri.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Sandiaaga Uno: 3 Hal Ini Diperlukan Untuk Hadapi Pandemi Covid-19

Hadapi pandemi Covid-19 dengan berinovasi.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Bendungan Tamblang di Kabupaten Bulelang Ditargetkan Selesai Tahun 2022

Bendungan Buleleng mulai konstruksi.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Pagu Anggaran Kempupera Diprioritaskan Program Ketahanan Pangan

Pagu anggaran Kempupera diprioritaskan untuk ketahanan pangan.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Kemperin Terus Wujudkan Industri Obat dan Alat Kesehatan

Kemperin terus berupaya wujudkan industri obat dan alat kesehatan bisa menjadi sektor yang mandiri di dalam negeri.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Tahun 2020, DPD Rampungkan RUU BUMDes

Tahun 2020, DPD rampungkan RUU BUMDes.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Angkutan Pariwisata 90% Tidak Beroperasi

Sebanyak 90% armada parawisata tak beroperasi.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Bekasi Fajar Fokus Kembangkan Kawasan Industri

BEST tetap berkomitmen untuk mengembangkan bisnis kawasan industri

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Menkominfo Targetkan 9.113 Desa Wilayah 3T Terjangkau 4G pada 2022

Menurut Menkominfo, diperlukan pembangunan infrastruktur TIK untuk menyediakan sinyal 4G bagi 9.113 desa di wilayah 3T.

EKONOMI | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS