Satgas PEN Optimistis Target Penyerapan Anggaran Tercapai
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.29)   |   COMPOSITE 5099.84 (-2.99)   |   DBX 964.111 (0.24)   |   I-GRADE 139.821 (-0.09)   |   IDX30 426.948 (0.87)   |   IDX80 113.317 (0.27)   |   IDXBUMN20 291.67 (3.2)   |   IDXG30 118.931 (0.29)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.34)   |   IDXQ30 124.715 (0.06)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.66)   |   IDXV30 106.644 (0.76)   |   INFOBANK15 836.821 (-4.09)   |   Investor33 373.706 (-0.46)   |   ISSI 150.561 (0.38)   |   JII 547.285 (1.78)   |   JII70 187.054 (0.64)   |   KOMPAS100 1020.57 (-0.41)   |   LQ45 786.439 (1.69)   |   MBX 1410.93 (-1)   |   MNC36 280.006 (-0.35)   |   PEFINDO25 280.13 (1.79)   |   SMInfra18 241.99 (0.7)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.07)   |  

Satgas PEN Optimistis Target Penyerapan Anggaran Tercapai

Kamis, 3 September 2020 | 13:45 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) optimistis dapat merealisasikan target penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional hingga akhir tahun 2020.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin saat jumpa pers dengan media asing di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/9/2020), menjelaskan hingga akhir tahun nanti, anggaran sebesar Rp 695 triliun untuk penanganan Covid-19 ditargetkan dapat terserap ke dalam enam program Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

Enam program itu adalah bidang Kesehatan, Insentif Usaha, Perlindungan Sosial, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Program Kementerian Lembaga (K/L) dan Pemda, serta Pembiayaan Korporasi. Untuk empat program terakhir menjadi tanggung jawab Satgas PEN dengan anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 400 triliun dengan realisasi per September ini mendekati Rp 200 triliun.

"Kami akan memastikan masyarakat termiskin di lapisan terbawah mendapatkan bantuan selama masa sulit ini melalui program Perlindungan Sosial. Kita juga akan fokus pada sektor UMKM, karena itu dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia, juga berkontribusi lebih dari 55 persen ekonomi nasional," ungkap Budi.

Pada program Perlindungan Sosial pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 204,95 triliun dan sudah terserap sebesar Rp 101,06 triliun atau 49,31 persen. Lalu pada sektor UMKM, anggaran yang harus disalurkan sebesar Rp 123,46 triliun dengan serapan Rp 52,03 triliun atau 42,14 persen.

Untuk Sektor K/L dan Pemda alokasi anggarannya sebesar Rp 106,5 triliun dan sudah terserap Rp 14,92 triliun atau 14,06 persen. Sedangkan untuk pembiayaan korporasi tersedia anggaran sebesar Rp 53,60 triliun.

Dari realisasi saat ini, Budi menyebut hingga akhir tahun ini Satgas PEN harus bisa merealisasikan sisa penyaluran lagi yang sekitar Rp218 triliun. Ia optimistis anggaran tersebut akan tersalurkan dalam program-program yang akan membawa manfaat besar.

Ia merincikan program yang mendapat alokasi cukup besar ada pada Perlindungan Sosial, seperti Program Keluarga Harapan dengan anggaran Rp 37,4 triliun. Realisasi saat ini sudah mencapai 71 persen dengan target penerima sebanyak 10 juta kepala keluarga (KK) termiskin.

"Kami yakin kami akan mencapai target penyaluran Rp 37 triliun hingga akhir tahun 2020. Saat ini sudah tersalurkan sebesar Rp 27 triliun," katanya. Ia menunjukkan melalui grafik, ada kenaikan realisasi sebesar 13 persen sejak Juli hingga September atau dalam 40 hari pertama sejak ia memimpin Satgas PEN bekerja.

Program lainnya yang juga akan membawa dampak besar bagi masyarakat ialah Program Kartu Sembako. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 43,6 triliun dan terealiasi 62,5 persen dengan target sebanyak 20 juta KK atau sekitar 80 juta jiwa yang masuk kategori termiskin.

"Sejauh ini realisasi sudah tercapai sekitar Rp 27 triliun dari Rp 42 triliun anggarannya. Kami yakin ini dapat tercapai," tegas Budi.

Namun ia juga mengakui ada beberapa program perlindungan sosial yang masih terus diupayakan realisasinya dapat tercapai. yakni Program Bantuan Langsung Tunai Desa dengan anggaran Rp 31,8 triliun dan realisasi tercapai sebesar 30 persen atau baru Rp 10 triliun.

Target penerima sebanyak 11 juta kepala keluarga (KK). Meskipun demikian penyalurannya tetap mengalami kenaikan 10 persen sejak diluncurkan pada Juli lalu.

“Setelah kami diskusikan bersama, kami menyadari bahwa kami perlu melakukan penyesuaian metode penyalurannya. Daripada menyerahkan uang secara langsung pada masyarakat miskin di desa, yang mana mereka mungkin sudah mendapat bantuan dari program serupa lainnya, maka kami bisa menyalurkan dalam bentuk program lain yang diperuntukkan bagi desa-desa," jelasnya.

Program lainnya yang perlu dibenahi yaitu pada sektor UMKM. Dalam Program Subsidi Bunga UMKM, anggaran yang disediakan sebesar Rp 35 triliun. Tetapi realisasinya baru tercapai Rp 3 triliun atau persentasenya 7,20 persen. Namun dana yang sudah tersalurkan itu sudah menjangkau 7,8 juta UMKM dengan kredit tersalurkan mencapai Rp 317 triliun.

"Kami menyadari mungkin anggaran yang dialokasikan cukup besar. Makanya kami akan menyesuaikan kembali besarannya dan mengalihkan sebagian anggaran untuk program-program produktif lainnya yang berhubungan UMKM," jelas Budi.

Di samping itu ada tambahan program besar terbaru yang diluncurkan Presiden Joko Widodo. Yang pertama menyasar sektor pelaku usaha mikro, yaitu Bantuan Presiden Produktif dengan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Rp 22 triliun dan target 9,1 juta pelaku usaha mikro. Realisasi saat ini sudah mencapai 31,79 persen.

"Kami cukup bangga bahwa dalam dua minggu sejak diluncurkan, program ini terserap sebanyak Rp 27 triliun. Kami yakin akan mencapai target pada September ini dan melakukan percepatan dalam penyalurannya," jelasnya.

Program selanjutnya yang baru diluncurkan ialah Subsidi Gaji pada para karyawan perusahaan yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek. Anggaran tersedia Rp 37,8 triliun dengan target 15,72 juta pekerja, dengan proyeksi serapan pada September ini mencapai Rp 19 triliun atau 7,9 persen.

"Presiden berulang kali mengatakan untuk berjuang yang terbaik pada kuartal ini (ketiga) agar mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik," kata Budi.

Budi menyatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar US$ 1 triliun atau sekitar Rp 14.500 triliun. Jadi jika dibagi empat, maka maka tiap kuartal sekitar Rp 3.600 triliun. Pada kuartal lalu ia mengakui ada pertumbuhan negatif, sebesar minus 5 persen.

"Jika kita katakan 5 persen dari Rp3.600 triliun, yang mana didapati sekitar Rp 180 triliun. Jadi jika kita bisa menyalurkan ke masyarakat sebesar Rp 180 triliun per kuartal, maka itu akan menutupi minus 5 persen GDP growth (pertumbuhan PDB)," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.755-Rp 14.820 per dolar AS.

EKONOMI | 3 September 2020

Sejumlah Importir Mulai Serap Gula dari Petani

Pemerintah menugasi BUMN dan perusahaan importir gula swasta untuk menyerap gula produksi petani.

EKONOMI | 3 September 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Tertekan

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 6,5 poin (0,20 persen) mencapai 3.398.

EKONOMI | 3 September 2020

Hanya 1 Sektor yang Hijau, IHSG Berkurang 35 Poin di Sesi Siang

Sebanyak 121 saham naik, 271 saham melemah dan 167 saham stagnan.

EKONOMI | 3 September 2020

Transformasi Bisnis E-Commerce TelkomGroup Perkuat Upaya Profitabilitas Perusahaan

Sejalan dengan program transformasi perusahaan, terhitung 1 Oktober 2020 Telkom hanya akan fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM melalui

EKONOMI | 3 September 2020

Anggaran 2021 Naik Jadi Rp 149,8 T, Kempupera Fokus 6 Hal Ini

Dari enam kelompok prioritas tersebut, Menteri Basuki menyatakan akan meningkatkan alokasi program PKT Kempupera di tahun 2021.

EKONOMI | 3 September 2020

Emas Antam Stagnan di Rp 1,024 juta Per Gram

Pukul 09.50 WIB pagi ini, harga emas Antam di butik Pulogadung Jakarta, Rp 1.024.000 per gram.

EKONOMI | 3 September 2020

Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.755-Rp 14.820 per dolar AS.

EKONOMI | 3 September 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan turun 5,8 poin (0,13 persen) menjadi 5.307.

EKONOMI | 3 September 2020

Ini Biang Kerok Deflasi Dua Bulan Berturut-Turut

Deflasi selama dua bulan berturut-turut ini menggambarkan daya beli masyarakat masih melemah.

EKONOMI | 3 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS