Kemkes Patok Tarif Rapid Test, Rumah Sakit Minta Masa Transisi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kemkes Patok Tarif Rapid Test, Rumah Sakit Minta Masa Transisi

Senin, 13 Juli 2020 | 18:19 WIB
Oleh : Dina Manafe / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) melalui Surat Edaran Ditjen Pelayanan Kesehatan 875/2020 telah mematok batasan harga pemeriksaan rapid test antibodi sebesar Rp 150.000 per pemeriksaan. Merespons penetapan Kemkes ini, sebagian besar rumah sakit (RS) meminta diberikan waktu atau masa transisi untuk menyesuaikan.

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Perssi), Lia G Partakusuma mengatakan, seluruh RS di Indonesia merespons baik keputusan Kemkes tersebut. Perssi juga telah mengimbau seluruh RS untuk mematuhi keputusan itu.

Namun, menurut Lia, banyak RS meminta ada masa transisi. Mengingat saat membeli alat rapit test antibodi tersebut (sebelum keputusan Kemkes) harganya tidak di bawah Rp 100.000.

“Banyak RS minta ada masa transisi. Karena pembelian alat itu sedikit sekali dibeli dengan harga di bawah Rp 100.000,” kata Lia dalam dialog “Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test” di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Lia menjelaskan, sebetulnya banyak RS belum siap dengan keputusan Kemkes. Pasalnya sebelum keluar keputusan Kemkes tersebut, alat rapid test yang mereka beli dari suplier harganya mahal.

Menurut dia, harga total dari satu pemeriksaan rapid test antibodi sudah menghitung berbagai komponen di dalamnya. Mulai dari reagen, jarum suntik, alkohol, kapas, alat pelindung diri untuk tenaga yang mengerjakannya hingga jasa layanan, dan lain-lain.

Oleh karena itu, menurut Lia, jika harga tarif pemeriksaan rapid test ini dipatok batasannya, maka harga komponen alat tersebut juga harusnya dikendalikan.

“Bagi RS ketika ada patokan harga komponen, misalnya reagensia yang layak untuk dibeli, maka ini lebih aman. Termasuk komponen lainnya, kalau juga dikendalikan, maka RS tentu bersedia untuk mengikutinya,” kata Lia.

Menurut Lia, batasan harga pemeriksaan ini sudah terlanjur ditetapkan oleh Kemkes. Perssi sendiri sudah meminta RS untuk segera mematuhi. Tetapi beberapa RS kemungkinan masih menggunakan tarif lama, karena alasan harga pembelian komponen rapid test tadi.

Lia menambahkan, pada awal Covid-19 masuk di Indonesia, tidak bayak pilihan terhadap metode diagnosisi atau deteksi, sehingga fasilitas yang menawarkan pemeriksaan terbatas. Kondisi kala itu, permintaan untuk pemeriksaan begitu banyak tetapi alat rapid test terbatas.

Inilah yang menyebabkan harga pemeriksaan rapid test tidak terkontrol. Variasi harga menyebakan kecemasan dan kebingungan di masyarakat, terutama ketika pemeriksaan rapid test antibodi ini diwajibkan untuk mereka yang hendak bepergian ke daerah lain selama masa PSBB.

Tapi bagaimana pun, menurut dia, harga pemeriksaan ini sudah seharusnya ada patokan. Jika tidak maka sulit terkendali.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Tri Hesty Widyastoeti, mengatakan, sejauh ini belum diatur sanksi bagi fasilitas yang memberlakukan tarif pemeriksaan di atas batasan harga tertinggi yang dipatok Kemkes.

“Kami belum buat sanksi seperti apa, tapi tentu ke depan kami akan liat seperti apa perkembangannya. Sepertinya masyarakat dan RS sudah menyambut, dan banyak mematuhi. Dengan distributor juga membantu dengan harga yang juga bisa bersaing tentu akan lebih membantu RS, sehingga tidak perlu sanksi,” kata Hesty.

Diketahui, pemeriksaan rapid test antibodi adalah salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi terinfeksi Covid-19 dalam tubuh manusia. Tes cepat ini hanya untuk penapisan atau screening awal. Hasil reaktif pemeriksaan rapid test harus tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) untuk menetapkan positif atau negatif.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Hari Ini, Jumlah Sembuh dari Covid-19 Kembali di Atas 1.000

Pasien Covid-19 yang sembuh kembali mencatatkan jumlah di atas 1.000 pada Senin (13/7/2020) atau tepatnya 1.051.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.282, Kasus Positif Jadi 76.981

Pada Senin (13/7/2020), terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.282. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 76.891.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Waduh! Ternyata Pasien Aktif Covid-19 di RI 111 Kali Lipat dari Tiongkok

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia berada di urutan ke-17 dari seluruh negara di dunia.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Face Shield Tak Cukup Melindungi dari Covid-19

Face shield hanya mampu melindungi penggunanya dari droplet yang besar, tetapi tidak menjamin partikel micro droplet tidak terhirup mulut atau hidung.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

IDI: 60 Dokter Indonesia Telah Gugur Melawan Covid-19

Beberapa sebab yang menyebabkan itu adalah minimnya alat pelindung diri, tidak ada screening pasien, dan alur layanan untuk Covid-19 yang tidak dibedakan.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Bantu PMI, AMPG Gelar Aksi Donor Darah

Pimpinan Pusat (PP) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menggelar aksi donor darah pada masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Lawan Covid-19, IDI dan Aice Group Serukan Asupan Protein Tinggi

Olahraga dan asupan protein tinggi menjadi kombinasi ampuh imunitas yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Rumah Sakit di Indonesia Mampu Bersaing dengan Negara Tetangga

Beberapa klinik dan rumah sakit siap untuk memberikan pelayanan kelas dunia bagi masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.681, Kasus Positif Jadi 75.699

Penambahan sebanyak 1.681 kasus baru Covid-19 didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 22.379.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Layanan Medis di Indonesia Mumpuni, Masyarakat Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri

Setiap tahun, setidaknya orang Indonesia mengeluarkan uang Rp 100 triliun untuk berobat ke luar negeri.

KESEHATAN | 12 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS