Tim Riset Yogya Berhasil Turunkan Kasus DBD hingga 77% dengan Teknologi Wolbachia
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Tim Riset Yogya Berhasil Turunkan Kasus DBD hingga 77% dengan Teknologi Wolbachia

Rabu, 26 Agustus 2020 | 17:51 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / JAS

Yogyakarta, Beritasatu.com - Peneliti yang tergabung dalam tim World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta mengumumkan bahwa teknologi Wolbachia berhasil menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta hingga 77 persen.

Project Leader WMP Yogyakarta Adi Utarini menyampaikan melalui Webinar, Rabu (26/8/2020), setelah melakukan penelitian selama kurang lebih 10 tahun, WMP Yogyakarta bekerja sama dengan Monash University dan Yayasan Tahija, telah menemukan cara yang efektif untuk menekan kasus DBD. DBD sendiri selama ini masih menghantui masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

"Hasil akhirnya sangat dramatis. Terdapat penurunan sebesar 77 persen kejadian DBD pada wilayah yang mendapat intervensi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia. Ini sangatlah berarti di kesehatan masyarakat," katanya.

Adi Utarini menjelaskan, cara kerja teknologi Wolbachia ini adalah dengan menyuntikkan bakteri Wolbachia dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Satu induk nyamuk ber-Wolbachia ini akan menurunkan keturunan ber-Wolbachia kendati kawin dengan nyamuk non-Wolbachia. Saat nyamuk ber-Wolbachia menggigit manusia, kemungkinan tidak akan menyebabkan DBD atau memiliki kemungkinan yang kecil.

Teknologi ini sudah terbukti dapat berkelanjutan dan efektif menekan angka DBD. Hal ini membuka pintu harapan baru untuk mencegah kasus DBD di Kota Jogja, di Indonesia, maupun dunia. "Kami berharap kepada pemerintah, hasil ini bisa melengkapi program pengendalian DBD.

Sementara itu selaku pemberi dana dalam penelitian tersebut, Yayasan Tahija bangga dengan penelitian yang dihasilkan. Ketua Pengawas Yayasan Tahija, George S Tahija menyampaikan, sebelum mendanai projek penelitian WMP Yogyakarta, Yayasan Tahija pernah mendanai penelitian lain dengan topik yang sama yakni DBD, namun tidak berhasil.

"Dalam lima tahun penelitian, dikeluarkan dana 5 juta dolar Amerika," tuturnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jakarta Tambah Kasus Covid-19 Sebanyak 713

DKI Jakarta mencatatkan jumlah terbanyak nasional kasus baru Covid-19 yakni sebanyak 713.

KESEHATAN | 26 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 2.306, Kasus Positif di Indonesia Jadi 160.165

Penambahan lasus covid-19 sebanyak 2.306 ini didapatkan dari hasil pemeriksaan spesimen sebanyak 29.312.

KESEHATAN | 26 Agustus 2020

AXA Mandiri Syariah Gandeng Baznas untuk Salurkan Bantuan Covid-19

AXA Mandiri Syariah menyerahkan sebagian surplus underwriting sebesar Rp 428,5 juta sebagai dana sosial Covid-19 kepada Baznas.

KESEHATAN | 26 Agustus 2020

Khasiat Ginseng Korea untuk Infeksi Saluran Pernapasan

Hasil uji klinis menunjukkan ginseng Korea berkhasiat menghambat laju penularan penyakit pernapasan akut.

KESEHATAN | 26 Agustus 2020

Pemeriksaan Covid-19 di Indonesia Masih di Bawah Standar WHO

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan jumlah pemeriksaan per orang untuk kasus Covid-19 di Indonesia masih di bawah standar WHO.

KESEHATAN | 25 Agustus 2020

Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Tentang Zona Merah, Oranye, Kuning, dan Hijau

Juri Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memberikan penjelasan secara khusus terkait pemetaan zonasi risiko.

KESEHATAN | 25 Agustus 2020

Soal Vaksin Covid-19, Satgas Minta Masyarakat Tunggu Uji Klinis

Satgas Covid-19 meminta agar masyarakat menunggu hasil uji klinis vaksin Covid-19 sebelum membuat berbagai dugaan atau asumsi.

KESEHATAN | 25 Agustus 2020

Pasien Covid-19 di Kota Bogor Terbanyak di Usia Produktif

Dua pekan terakhir Kota Bogor dikategorikan zona oranye atau dalam risiko sedang penularan Covid-19. Sebagian besar, pasien terbanyak berusia produktif.

KESEHATAN | 25 Agustus 2020

Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Positif Covid-19

Juru bicara Satgas, Wiku Adisasmito, mengatakan selama tiga pekan terakhir ini jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada jumlah kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 25 Agustus 2020

Satgas: Jumlah Pemeriksaan Covid-19 Secara Nasional Belum Sesuai Standar WHO

Standar pemeriksaan Covid-19 sesuai dengan standar dari WHO adalah 1/1.000 penduduk setiap pekan.

KESEHATAN | 25 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS