Ketua MPR Pastikan Vaksin Covid-19 Sudah Diproduksi Massal Akhir Tahun
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Ketua MPR Pastikan Vaksin Covid-19 Sudah Diproduksi Massal Akhir Tahun

Selasa, 15 September 2020 | 17:30 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah segera menyiapkan skema vaksinasi massal penangkal virus Covid-19. Sebab dalam waktu dekat, vaksin produksi Bio Farma Bandung akan segera bisa diproduksi massal.

Hal itu diungkap pria yang akrab disapa Bamsoet itu, usai berkunjung ke pabrik Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/9/2020). Menurutnya, berkat kerja sama Indonesia dengan Tiongkok melalui PT Bio Farma dengan Sinovac Biotech Ltd, telah menyelesaikan uji klinis tahap I dan II. Dan sekarang masuk tahap III dengan melibatkan 1.620 relawan.

Saat ini Bio Farma tengah melakukan uji klinis tahap III yang diperkirakan selesai pada akhir tahun ini. Mengingat bahan baku vaksin baru masuk dari Tiongkok pada November, maka diharapkan pada Februari 2021, vaksin Covid-19 dari Bio Farma sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

"Mulai November 2020 hingga Desember 2021, Indonesia akan mendapatkan sekitar 260 juta bahan baku atau bulk vaksin CoronaVac dari Sinovac," kata Bamsoet.

Ketersediaan 260 juta bulk tersebut akan membuat Bio Farma bisa memproduksi sendiri 130 juta vaksin. Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Uni Emirat Arab melalui Bio Farma dan G-42 untuk pengadaan 10 juta vaksin Sinopharm pada Desember 2020.

"Kita patut bangga, karena tak semua negara bisa mendapatkan komitmen pengadaan vaksin dari lembaga farmasi terkemuka dunia," ujar Bamsoet.

Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI antara lain Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Arsul Sani, Fadel Muhammad, dan Hidayat Nur Wahid (virtual). Direksi PT Bio Farma yang hadir antara lain Direktur Utama Honesti Basyir, Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis IGN Suharta Wijaya, Direktur Operasi M Rahman Roestan, Direktur Pemasaran, Penelitian, dan Pengembangan Sri Harsi, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito.

Bamsoet mengingatkan, ada 260 juta penduduk Indonesia yang perlu divaksin. Sementara kesediaan vaksin yang siap pakai dari Sinovac maupun G-42, jumlahnya sangat terbatas. Maka perlu political will dari pemerintah untuk mengutamakan siapa saja yang berhak mendapatkan vaksin di periode awal ini.

Sesuai saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bamsoet mengatakan peruntukan awal vaksin harus diutamakan kepada tenaga medis dan kesehatan.

"Kita tentu sangat setuju. Selanjutnya kepada kalangan yang rentan terpapar Covid-19. Siapa saja kalangan yang rentan inilah yang perlu di-breakdown lebih jauh. Jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial," tutur Bamsoet.

Lebih jauh, dia meyakini, sebagai induk holding BUMN bidang Farmasi (membawahi PT Kimia Farma dan PT Indofarma), Bio Farma dalam jangka panjang bisa memproduksi sendiri vaksin penangkal virus Covid-19 sesuai strain virus Covid-19 yang ada di Indonesia.

Presiden Joko Widodo menyebutnya sebagai Vaksin Merah Putih, yang dikerjakan paralel antara Bio Farma dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta Lembaga Eijkman dan perguruan tinggi.

"Memiliki pengalaman lebih dari 130 tahun di bidang farmasi, Bio Farma punya rekam jejak dan kredibilitas yang tak perlu diragukan. Sebagai produsen vaksin terbesar di kawasan Asia Tenggara, produk yang dihasilkan Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 150 negara. Memproduksi vaksin sesuai strain virus Covid-19 yang berkembang di Indonesia, bukan hal yang sulit bagi Bio Farma," tandas Bamsoet.

Presiden Joko Widodo sendiri menyatakan Pemerintah menargetkan pada Januari 2021, uji klinis selama 10 bulan terhadap Vaksin Merah Putih sudah bisa dilakukan. Sehingga pada kuartal ketiga 2021, Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri Vaksin Merah Putih dengan target produksi mencapai 320 juta di tahun 2022.

Sekitar 96 juta penduduk yang tergabung dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS akan mendapatkan vaksin tersebut secara gratis. Sementara masyarakat umum lainnya bisa membeli dengan harga terjangkau.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selasa, Seluruh Provinsi Terdapat Warga Tertular Covid-19

Seluruhnya atau di 34 provinsi terdapat warga tertular penyakit yang disebabkan virus corona ini.

KESEHATAN | 15 September 2020

Hometown Dairy Dukung Pemenuhan Gizi 60.000 Tenaga Kesehatan

Salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi Covid-19 adalah pemenuhan gizi terhadap tenaga kesehatan.

KESEHATAN | 15 September 2020

Update Covid-19: Tambah 3.507, Kasus Positif di Indonesia Jadi 225.030

Terdapat penambahan 3.507 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (15/9/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia jadi 225.030.

KESEHATAN | 15 September 2020

Jokowi Terus Ingatkan Pakai Masker Sebagai Kebiasaan Baru

Pada rapat terbatas (Senin, 14/9) kembali Presiden menegaskan agar pemakaian masker benar-benar terwujud sebagai disiplin nasional selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 15 September 2020

Wakil Ketua Komisi IX: Tidak Perlu Panik Hadapi Covid-19

Fakta ini didukung sejumlah data tentang anggaran dan fasilitas kesehatan di Tanah Air yang masih mencukupi.

KESEHATAN | 15 September 2020

Peduli Keselamatan Tenaga Kesehatan, Bertha McCarthy Sumbang 1.000 APD

Pelatih vokal Bertha McCarthy menyumbang 1.000 APD ke RSD Penanganan Covid-19 Wisma Atlet.

KESEHATAN | 15 September 2020

Hati-hati, Pasien Sembuh Covid-19 Masih Harus Lewati Fase Rehabilitasi

Hati-hati, menentukan pasien yang sembuh apakah sudah bebas 100% dari Covid-19.

KESEHATAN | 14 September 2020

Kasus Covid-19 Aktif Mengalami Penurunan di Berbagai Daerah

Per hari ini, Reisa menyebutkan jumlah kasus aktif sebanyak 54.277 kasus, menurun dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 54.649 kasus.

KESEHATAN | 14 September 2020

Tambahan 3.500 Dokter dan 685 Relawan Siap Bantu Tangani Pasien Covid-19

Tenaga relawan, tenaga kesehatan nusantara sehat dan dokter magang yang telah siap membantu penanganan pasien Covid-19 berjumlah 16.286 orang.

KESEHATAN | 14 September 2020

Aman Indonesia Dorong Penerapan Protokol Kesehatan

Aman Indonesia hadir merangkul masyarakat kecil yang terkena dampak Covid-19.

KESEHATAN | 14 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS