Osteoporosis di Masa Covid-19
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-3.69)   |   COMPOSITE 5822.94 (-25.17)   |   DBX 1088.19 (3.29)   |   I-GRADE 169.852 (-1.7)   |   IDX30 498.88 (-3.97)   |   IDX80 132.065 (-0.81)   |   IDXBUMN20 376.263 (-4.1)   |   IDXG30 135.508 (-1.09)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-3.85)   |   IDXQ30 145.713 (-1.46)   |   IDXSMC-COM 252.052 (-0.16)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-1.2)   |   IDXV30 130.911 (0.61)   |   INFOBANK15 993.498 (-12.22)   |   Investor33 428.541 (-3.18)   |   ISSI 170.173 (-0.41)   |   JII 616.286 (-0.96)   |   JII70 212.951 (-0.53)   |   KOMPAS100 1185.6 (-7.39)   |   LQ45 921.176 (-7.27)   |   MBX 1613.76 (-8.73)   |   MNC36 320.851 (-2.49)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.5)   |   SMInfra18 296.861 (-1.69)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-3.03)   |  

Osteoporosis di Masa Covid-19

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 18:40 WIB
Oleh : Indah Handayani / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Di masa pandemi Covid-19, masyarakat menganggap rumah sakit sebagai lokasi yang rawan penularan. Alhasil, mereka pun tidak mencari penanganan dan pengobatan yang tepat atas keluhan yang dialaminya. Salah satunya adalah osteoporosis. Padahal jika tidak ditangani penyakit ini akan menurunkan kualitas hidup penderitanya, di antaranya adalah patah tulang.

Dr dr Franky Hartono, SpOT (K) selaku kepala Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), menyebutkan selama pandemi Covid-19 masyarakat banyak melakukan aktivitasnya di rumah saja. Hal tersebut dilakukan guna menghindari penularan Covid-19, mengingat angkanya selalu meningkat.

Namun, hal itu menimbulkan rasa takut masyarakat untuk ke rumah sakit untuk memeriksakan dirinya. Padahal telah mengalami beberapa keluhan, salah satunya nyeri. “Alhasil, banyak dari masyarakat yang malah melakukan self treatment dengan mengkonsumsi obat-obatan antinyeri. Tanpa mengetahui penyebab nyeri tersebut,” ungkap Franky di sela Media Gathering SHKJ, Sabtu (24/10/2020).

Hal tersebut, lanjut dia, akan berakibat fatal. Bahkan belakangan terjadi peningkatan komplikasi pasien non-Covid-19 karena penanganan terlambat atau kasus terabaikan. Salah satunya adalah risiko jatuh dan patah tulang akibat otot yang melemah dan tulang yang bertambah keropos atau osteoporosis.

Berdasarkan pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Departemen Kesehatan RI melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1142 tahun 2008 terdapat dua dari lima penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis.

Menurutnya, tulang adalah jaringan hidup yang secara konstan berubah-ubah. Dalam periode umur tertentu, sel tulang disimpan namun terdapat fase saat sel tersebut terserap. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan pengurangan massa atau kepadatan tulang sehingga mengakibatkan tulang menjadi keropos.

Apabila tulang mengalami pengeroposan akan meningkatkan risiko patah tulang. Setidaknya ada dua jenis osteoporosis, yaitu primary osteoporosis akibat proses penuaan yang menyebabkan hormon menjadi tidak seimbang. Biasanya hal ini terjadi pada wanita saat memasuki periode menopause.

“Sedangkan jenis osteoporosis kedua adalah akibat kondisi penyakit yang membuat tulang keropos, obat-obatan yang menggunakan steroid, penyakit seperti rematik, asma, dan gondok, setta kurang aktivitas seperti berbaring lama atau tidak banyak bergerak karena nyeri tulang atau sendi,” paparnya.

Dokter Ortopedi - ahli rekonstruksi dewasa Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ dr Karingan Besinga SpOT (K) menambahkan osteoporosis bisa disebut sebagai silent disease karena menyerang secara diam-diam tanpa ada tanda-tanda khusus.

Apabila dibiarkan ke depannya dapat menimbulkan masalah pada fisik seperti rasa nyeri, patah tulang hingga membutuhkan osteoarthritis advance. Hal ini tentunya dapat menurunkan kualitas hidup seseorang yang dapat mengganggu sistem tubuh yang lainnya termasuk jantung, paru-paru, dan lainnya

“Osteoporosis bukanlah penyakit akibat kurangnya kalsium, namun kalsium hanyalah salah satu faktor risiko terjadinya osteoporosis” ujar dia.

Sementara itu, dokter orthopedi Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ dr Daniel Marpaung SpOT (K) menambahkan gejala osteoporosis biasanya tidak dirasakan pasien hingga terjadi cedera. Diagnosis dini osteoporosis dapat dilakukan melalui BMD (bone mass density) untuk menilai kepadatan tulang.

“Terapi osteoporosis melalui gaya hidup, olahraga yang sesuai, pemberian obat-obat anti osteoporosis, dan dilakukan tindakan invasif bila osteoporosis tersebut menyebabkan tulang patah,” jelas Daniel.

Franky menambahkan dalam rangka hari osteoporosis sedunia yang jatuh pada 20 Oktober 2020, dia mengajak untuk mengingatkan kembali akan kesadaran diri sendiri dan keluarga mengenai pentingnya mencegah dan membantu penderita osteoporosis.

Usaha-usaha yang tepat diharapkan mampu meminimalisasi rasa nyeri, fraktur, bahkan sampai risiko kecacatan. Untuk itu, walau di tengah pandemi Covid-19, diimbau untuk selalu mengontrol kesehatan tulang melalui berbagai media baik melalui telekonsultasi melalui platform Aido Health (konsultasi online).

“Maupun pertemuan tatap muka yang selalu mengedepankan protokol kesehatan di rumah sakit sesuai standar dengan harapan membuat pasien aman dan nyaman untuk mempercayakan layanan kesehatannya kepada kami,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kenali Perbedaan Osteoporosis dengan Osteoarthritis

Banyak upaya yang bisa dilakukan agar terhindar dari osteoporosis dan osteoarthritis.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

HUT ke-70, Presiden Harap IDI Jadi Bagian Reformasi Sistem Kesehatan

Pandemi ini sekaligus menjadi momentum bagi penguatan ketahanan kesehatan dan kapasitas pelayanan kesehatan nasional.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Berolahraga dengan Aman di Masa Pandemi

Olahraga rutin akan meningkatkan imunitas tubuh yang penting dalam mencegah penularan Covid-19

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Tembus 100.000, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Lebih Banyak Dibanding Jepang

Total kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta telah mencapai 100.220. Jumlah ini sudah melampaui angka kasus di Jepang secara keseluruhan.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.070, Kasus Positif di Indonesia Jadi 385.980

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.070 selama 24 jam terakhir sampai Jumat (23/10/2020) siang. total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 385.980.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Kepatuhan pada Protokol Kesehatan Meningkat

Meningkatnya kepatuhan ini mempengaruhi jumlah kasus harian.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Curhat Penyintas Covid-19: Kini Lebih Waspada, Bersyukur, dan Peduli Kesehatan

Motivator Tung Desem Waringin divonis positif Covid-19 pada Maret lalu. Ia sudah menyiapkan catatan terakhir kalau seandainya terjadi sesuatu.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Yusuf Mansur: Protokol Kesehatan 3M Bagian dari Ibadah

Menurutnya, memakai masker bertujuan untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain, begitu pula mencuci tangan dan menjaga jarak.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Epidemiolog Prediksi Covid-19 Baru Terkendali di Akhir 2021

Perkiraan ini berdasarkan asumsi perubahan cakupan testing, lacak dan isolasi maupun kepatuhan masyarakat terhadap 3M.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Kenali Cara Mudah Mengurangi Risiko Hipertensi

Diet rendah garam merupakan salah satu upaya esensial dan cukup mudah dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS