Pantau Kepatuhan, Satgas Covid-19 Luncurkan Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.61)   |   COMPOSITE 5822.94 (-13.51)   |   DBX 1088.19 (8.85)   |   I-GRADE 169.852 (-1.36)   |   IDX30 498.88 (-2.67)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.2)   |   IDXG30 135.508 (-0.92)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.7)   |   IDXQ30 145.713 (-1.12)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.62)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-0.12)   |   IDXV30 130.911 (1.39)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.08)   |   Investor33 428.541 (-2.35)   |   ISSI 170.173 (-0.31)   |   JII 616.286 (-0.44)   |   JII70 212.951 (-0.35)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.98)   |   LQ45 921.176 (-4.87)   |   MBX 1613.76 (-6.24)   |   MNC36 320.851 (-1.79)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.61)   |   SMInfra18 296.861 (-1.11)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.53)   |  

Pantau Kepatuhan, Satgas Covid-19 Luncurkan Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku

Kamis, 29 Oktober 2020 | 20:16 WIB
Oleh : Maria Fatima / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan aplikasi digital untuk monitoring perubahan perilaku. Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, hadirnya aplikasi ini sebagai upaya promotif dan preventif dalam menangani Covid-19.

“Aplikasi dibuat ini untuk memantau protokol kesehatan secara real-time, terintegrasi, dan sistematis, sehingga lahirlah sistem monitoring perubahan perilaku yang ada di tengah-tengah masyarakat,” kata Dewi pada acara dialog tentang "Covid-19 dalam Angka: Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku" secara daring, Kamis (29/10/2020).

Dewi menjelaskan, kehadiran aplikasi tersebut untuk melihat titik-titik kerumunan. Pasalnya, potensi penularan sangat tinggi ketika ada orang berkumpul. Oleh karena itu, dalam aplikasi tersebut ada dua hal yang dibangun.

Pertama, aplikasi untuk petugas di lapangan akan menginput data berdasarkan apa yang dilihat pada saat itu, dan kedua, dashboard untuk melihat hasil dengan cara data yang sudah terkumpul langsung dianalisis secara otomatis.

Dewi menuturkan, aplikasi yang dirancang untuk menghasilkan data secara real time, terintegrasi, sistematis, interoperabilitas melibatkan koordinasi antar dan lintas sektor sudah dijustifikasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Misalnya, untuk Polri sudah di margin dengan kebutuhan operasi yustisi. Sedangkan, untuk duta perubahan perilaku juga sudah dimargin dengan kebutuhan perubahan perilaku, yakni ada program edukasi. Sementara untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), yakni Satpol PP untuk pemantauan kegiatan pemilihan kepala daerah(Pilkada).

Adapun data yang dianalisis dari aplikasi monitoring perubahan perilaku ini untuk melihat titik-titik kasus di setiap daerah, sehingga pemantauan difokuskan pada titik tersebut.

“Ini salah satu upaya kita untuk memutus rantai penularan. Kita ingin putus di hulunya. Jangan sampai sakit, jadi bagaimana peningkatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, red) itu dilaksanakan dengan baik di masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, Dewi menjelaskan, aplikasi ini juga tidak hanya mengukur kepatuhan individu masyarakat, tetapi juga institusi. Dalam hal ini, ada dua variabel disiapkan karena membutuhkan dua kombinasi dari kepatuhan individu dan institusi untuk menjadi ketangguhan komunitas.

Khusus untuk institusi, petugas akan mendatangi perkantoran untuk mengecek langsung fasilitas yang mendukung perilaku 3M termasuk terkait dengan ketersediaan pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan desinfektan, dan lainnya.

Pemantauan kepatuhan ini, lanjut Dewi, dilakukan di semua zona untuk melihat bagaimana kondisi lapangan mampu membantu untuk memutus rantai penularan. Pasalnya, butuh kedisiplinan individu maupun disiplin kolektif dalam rangka menegakkan protokol kesehatan.

Dewi menuturkan, sangat penting mengedukasikan masyarakat tentang 3M, karena perilaku 3M ini adalah senjata yang untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Ia menyebutkan, patuh mencuci tangan menggunakan sabun mampu mengurangi penularan mencapai 35%.

Sementara, menggunakan masker kain berbahan katun tiga lapis, maka risiko penularannya turun 45%, sedangkan menggunakan masker medis penurunan penularan mencapai 70%. Lalu menjaga jarak minimal satu meter mampu mengurangi resiko penularan sampai 85%.

“Jika semua dilakukan dan dikombinasikan 3M ini, maka akan dapat mengurangi resiko penularan sampai 99,9%,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny Harry B Harmadi, mengatakan, untuk melakukan monitoring perubahan perilaku di lapangan ini dapat melibatkan 17.000 duta perubahan perilaku yang telah mendapat pembekalan untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat dan memberi contoh baik menjalankan 3M.

Sonny menjelaskan, pola kerja duta perubahan perilaku ini telah ditentukan, ada yang bekerja skala RW, yakni hanya memantau di RW setempat dan ada juga yang berskala kecamatan dan kabupaten dengan ruang lingkup yang lebih luas.

Ada pun laporan dari duta perubahan perilaku, kata Sonny, akan dilakukan analisis dan evaluasi setiap minggu. Dengan begitu, bagi daerah yang tingkat kepatuhan rendah akan diperkuatkan lagi edukasi dan sosialisasinya.

“Kita juga berhubungan dengan TNI dan Polri untuk memberitahukan bahwa pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan 3 M ini harus ditingkatkan untuk daerah-daerah dengan tingkat kepatuhan rendah,” ucapnya.

Selanjutnya Sonny juga menuturkan, mendorong masyarakat melakukan perubahan perilaku dan patuh terhadap 3M ini, untuk jangka panjang agar masyarakat terhindar dari infeksi penyakit menular lainnya di masa mendatang.

“Jadi dalam jangka pendek untuk memutuskan mata rantai penularan dan mengakhiri pandemi ini. Dan dalam jangka panjang, kita membiasakan masyarakat untuk hidup bersih sehat. Kita ingin membangun itu berdasarkan kesadaran, bukan berdasarkan paksaan,” ucapnya.

Sonny menyebutkan, sejauh ini berdasarkan data survei BPS September 2020, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan mengalami kenaikan dari survei April. Tercatat, penggunaan masker dari 80% naik menjadi 91%, sedangkan untuk jaga jarak naik dua persen. Sementara, untuk perilaku mencuci tangan mengalami penurunan dua persen dari dari 75% menjadi 73%.

Sonny menyebutkan, survei ini melibatkan 90.000 responden. Mereka mengisi kuesioner penilaian terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, untuk survei yang akan datang, pihaknya akan mengubah skema, yakni penilaian responden tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga terhadap orang lain.

Menurut Sonny, dari hasil survei tersebut menemukan fakta menarik, yakni ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan karena tidak ada sanksi. Survei ini, lanjut Sonny, jika dibandingkan dengan beberapa negara, maka hasilnya konsisten.

“Kalau kita perhatikan survei yang dilakukan oleh beberapa negara Eropa. Salah satu faktor menyebabkan masyarakat tidak patuh karena tidak ada sanksi. Jadi pada masyarakat yang semakin maju itu, sanksi sangat dibutuhkan,” ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksin Covid-19, Pemerintah Tunggu Hasil Uji Klinis Tahap 3

Pemerintah menekankan pengembangan vaksin dilakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.565, Kasus Positif di Indonesia Jadi 404.048

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.565 dalam 24 jam terakhir sampai Kamis (29/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 404.048.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

Waspada Wasir Selama WFH

Selama WFH sebagian besar waktu dihabiskan dengan duduk, baik saat bekerja, belajar, hingga bersantai. Hal ini berpotensi akan menimbulkan wasir.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

2.139 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 2.139 pasien positif Covid-19 tanpa gejala tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

Tingkat Hunian Wisma Atlet Turun Menjadi 44,8%

Tingkat hunian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta telah turun menjadi 44,8%.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

23 Presenter TV Nyanyikan "Mars Iman, Aman, Imun”

Apa yang dilakukan presenter televisi merupakan bagian bela negara, membantu mengatasi Covid-19.

KESEHATAN | 29 Oktober 2020

Jusuf Kalla: 3M Jadi Kunci Memutus Rantai Penularan Covid-19

Menurut Jusuf Kalla, dengan disiplin menerapkan 3M maka kita bisa saling menjaga satu sama lain.

KESEHATAN | 28 Oktober 2020

Apakah Tren Kasus Covid-19 di Indonesia Menurun?

Masih ada peluang sebesar 12% bahwa tren sebenarnya adalah tren mendatar dan kecenderungan yang tampak saat ini hanyalah efek acak dari tren mendatar itu.

KESEHATAN | 28 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.029, Kasus Positif di Indonesia Tembus 400.000

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.029 dalam 24 jam terakhir sampai Rabu (28/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia pun tembus 400.000.

KESEHATAN | 28 Oktober 2020

RSUDZA Banda Aceh Simulasi CT Scan Bagi Pasien Covid-19

Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh melakukan simulasi proses CT scan bagi pasien Covid-19.

KESEHATAN | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS