Jateng, Jabar, dan DKI, Daerah dengan Kenaikan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Jateng, Jabar, dan DKI, Daerah dengan Kenaikan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi

Kamis, 19 November 2020 | 20:10 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta termasuk daerah yang memiliki kenaikan kasus aktif Covid-19 tertinggi.

Demikian disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Wiku Adisasmito dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (19/11/2020).

Wiku menjelaskan saat ini terdapat 22 provinsi dengan jumlah kasus yang bertambah sepekan terakhir ini, sedangkan 12 provinsi sebaliknya mengalami penurunan. Hal ini sangat disayangkan mengingat masih lebih banyak jumlah provinsi yang mengalami tren kenaikan daripada penurunannya.

Dapat dilihat, ungkap Wiku, bahwa Jawa Tengah berada pada peringkat pertama kenaikan kasus tertinggi yaitu naik sebesar 2.377 kasus. Disusul Jawa Barat naik 875 kasus dan DKI Jakarta naik sebesar 793 kasus.

"Kami ingatkan kepada Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta bahwa tentunya ini bukan prestasi yang baik. Evaluasi harus terus dilakukan terkait dengan implementasi testing, tracing, dan treatment yang sudah dilakukan," terang Wiku Adisasmito.

Selanjutnya, Wiku menyampaikan perkembangan kasus harian Covid-19 per 19 November 2020. Terjadi penambahan kasus positif sebesar 4.798, sehingga menambah jumlah kasus aktif adalah 61.306 atau 12,67%. Angka ini masih di bawah angka kasus aktif dunia pada saat ini yakni 28,02%.

Sedangkan jumlah kasus sembuh kumulatif adalah 406.612 atau 84%, angka ini lebih tinggi dari kasus sembuh dunia sebesar 69,58%. Sedangkan jumlah kasus meninggal kumulatif adalah 15.600 atau 3,2%, angka ini lebih tinggi dibandingkan kasus meninggal dunia adalah 2,39%.

Kemudian, Wiku memaparkan Sumatera Utara, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Barat adalah provinsi yang mengalami kenaikan kasus mingguan paling sedikit. Ketiga provinsi ini mengalami kenaikan kasus namun jumlahnya kecil.

"Untuk itu kami mendorong kepada pemerintah daerah di tiga provinsi ini, kami minta untuk segera memasifkan lagi testing serta penjaringan kontak erat atau tracing dalam rangka melakukan upaya deteksi dini. Semakin dini kasus ditangani maka peluang kesembuhan akan juga semakin tinggi. Jika upaya ini dilakukan maka ketiga provinsi ini dapat mengalami penurunan kasus pada pekan berikutnya," terang Wiku Adisasmito.

Wiku menyampaikan apresiasi terhadap tiga provinsi dengan angka penurunan kasus tertinggi yaitu Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Papua Barat. Masing-masing mengalami penurunan sejumlah 228 kasus, 223 kasus, dan 142 kasus.

"Terima kasih sudah berusaha menekan laju penularan sebaik mungkin tetap semangat dan jangan sampai terlambat dengan pencapaian yang telah diraih," papar Wiku Adisasmito.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

5 Kabupaten/Kota Tetap Berada di Zona Merah Selama Lebih dari 3 Pekan

Bahkan ada yang berada di zona merah selama 11 pekan berturut-turut.

KESEHATAN | 19 November 2020

9 Kabupaten/Kota Miliki Kasus Aktif Covid-19 di Atas 1.000

Dari 514 kabupaten/kota, terdapat 319 kabupaten/kota atau 61,8% memiliki kasus aktif kurang dari 50 kasus.

KESEHATAN | 19 November 2020

Kolaborasi Pemerintah Pusat, Daerah dan Masyarakat Kunci Utama Penanganan Covid-19

Pemerintah pusat akan terus mendukung upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

KESEHATAN | 19 November 2020

BPOM: EUA Vaksin Sinovac Diharapkan Keluar Akhir Januari 2021

BPOM tetap melakukan pengendalian mutu, khasiat dan keamanan dari yang sesuai dengan referensi dan pedoman WHO terhadap vaksin tersebut.

KESEHATAN | 19 November 2020

Komnas KIPI: Efek Samping Vaksin Adalah Reaksi Alamiah

Vaksin bisa menyebabkan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan. Inilah yang disebut dengan kejadian ikutan pascaimunisasi.

KESEHATAN | 19 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.798, Kasus Positif di Indonesia Jadi 483.518

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.798 dalam 24 jam terakhir sampai Kamis (19/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 483.518.

KESEHATAN | 19 November 2020

Penerima Vaksin Covid-19 Akan Dapat Undangan Daring

Penerima vaksin yang datang ke lokasi fasyankes, merupakan peserta yang telah mendapat undangan (terdata) oleh pemerintah daerah.

KESEHATAN | 19 November 2020

Doni Monardo Minta Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Larang Pengumpulan Massa

Gubernur wajib melakukan pencegahan agar tidak terjadi pengumpulan massa dalam bentuk acara apa pun di masa mendatang.

KESEHATAN | 19 November 2020

Pentingnya Edukasi Penanganan Bayi Prematur

Kelahiran bayi prematur menimbulkan berbagai permasalahan yang rumit dengan masa perawatan yang sangat panjang.

KESEHATAN | 19 November 2020

Wapres: Sebelum Vaksinasi Covid-19, Harus Ada Izin BPOM dan Fatwa MUI

Fatwa dari MUI bisa tergolong dalam dua kategori, yakni kehalalan vaksin Covid-19 atau kondisi kedaruratan pandemi.

KESEHATAN | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS