Warga Kampung Kandang Desak Pengembang Segera Realisasikan Ganti Rugi
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Warga Kampung Kandang Desak Pengembang Segera Realisasikan Ganti Rugi

Senin, 21 April 2014 | 17:53 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / JAS

Jakarta - Proses pergantian bangunan yang tidak kunjung usai sejak enam bulan yang lalu membuat warga Kampung Kandang mendesak pihak pengembang agar segera menunjukkan keseriusannya dengan merealisasikan kompensasi penggantian rumah mereka.

Warga Kampung Kandang, Kelapa Gading Barat berkumpul sejak pukul 09.00 WIB untuk melakukan aksi demonstrasi ke gedung Balai Kota Jakarta Utara namun niat ini berhasil dicegah oleh pihak Polsek Kelapa Gading yang langsung memanggil perwakilan pengembang Johan Sunarto dari PT Bumi Boga Persada serta Lurah Kelapa Gading Barat Sugiharjo Timbo dan Camat Kelapa Gading Jupan Royter.

Ketua RW13 Kelapa Gading Barat Bawono mengatakan bahwa pengembang telah berjanji untuk membayar rumah warga tanggal 21 April ini. “Warga minta dibuktikan janji dari Johan, saya sampai bosan bertemu terus dengan pengembang tapi proses pergantian tidak kunjung terealisasi,” ujar Bawono kepada Suara Pembaruan Senin (21/4) siang.

Bawono menjelaskan bahwa bangunan yang harus diganti pengembang sebanyak 967 rumah, dengan spesifikasi permanen 4 (650 ribu/meter), permanen 5 (550 ribu/meter), semi pernamen (350 ribu/meter), dan rumah darurat (250 ribu/meter).

“Rencananya bila hari ini tidak ada kepastian, warga akan melakukan demo ke kantor walikota Jakarta Utara,” kata Bawono.

Bawono mengatakan perwakilan warga dengan pengembang sudah bertemu dan berkomunikasi intens sejak Februari 2014 namun sampai saat ini kepastian penggantian belum kunjung terealisasi.

“Sebenarnya pihak pengembang sudah mengajak perwakilan warga bertemu sejak jam 8 pagi tadi, namun karena beban moril dan kegusaran warga sudah tinggi saya minta bila pengembang serius ingin melakukan penggantian, dia harus langsung bertemu kami semua di forum terbuka,” tutur Bawono.

Bawono menjelaskan bahwa tuntutan mereka hanya dua antara diganti langsung hari ini atau tetap tinggal dan diperbolehkan membangun rumah mereka yang rusak karena kebakaran tahun lalu.

Slamet Riyanto (54) warga RT9/RW13 mengatakan warga siap untuk tetap tinggal di lokasi mereka saat ini bila pembayaran tidak kunjung diterima warga. “Kami ingin hidup tenang dan membangun hidup kembali di tempat lain bila memang benar diganti,” ujar Slamet.

Dia juga menjelaskan bahwa pihak kelurahan dan kecamatan selama ini kurang berbaur dengan masyarakat dan mengerti apa yang diinginkan warga. “Kami bahkan sudah mendapatkan kupon antrean dari pengembang untuk mendapatkan pembayaran, cuma kupon itu seperti alat untuk menenangkan warga saja,” ujar Slamet.

Slamet meminta pemerintah lebih peduli terhadap kehidupan masyarakat di Kampung Kandang, apalagi ada peraturan dari pemerintah kota yang melarang warga untuk membangun sejak pengukuran. “Banyak rumah warga sejak kebakaran kondisinya sangat memprihatinkan seperti kandang hewan dan menunggu janji dari pengembang untuk mendapat ganti rugi, warga sudah cukup bersabar selama enam bulan ini,” ujar Slamet.

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Sutriyono menghimbau warga kampung Kandang agar tetap sabar menunggu kepastian ganti rugi. “Kami harap warga bisa mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan dengan tertib dan tanpa provokasi bila pejabat terkait hadir ditengah warga nanti,” ujar Sutriyono.

Sutriyono yang mengaku mengikuti perkembangan proses ganti rugi kampung Kandang menjajikan agar perwakilan dari Wali Kota Jakarta Utara (Camat dan Lurah) dan pengembang sudah dihubungi dan sedang menuju kampung Kandang pada Senin (21/4) siang.

Johan Sunarto perwakilan PT Bumo Boga Persada yang hadir bersama lurah dan camat pada pukul 11.15 langsung diteriaki warga dengan sorakan dan cemooh karena sudah menunggu sejak pagi. Dalam komunikasinya dengan warga Kampung Kandang Johan tetap memegang janji sebelumnya bahwa sebelum tanggal 20 Mei 2014 seluruh warga sudah mendapatkan pergantian.

“Saat ini kami sedang menemui sedikit kendala karena proses verifikasi dan persiapan sedang berjalan, mudah-mudahan rencana ini bisa berjalan dengan tepat waktu,” ujar Johan. Johan yang masih menyampaikan pesannya langsung disoraki teriakan kekecewaan warga. “Kami udah bosen dengan janji-janji bapak, nanti ujung-ujungnya pasti di PHP-in lagi,” teriak seorang ibu dari kerumunan warga.

Camat Kelapa Gading, Jupan Royter, yang melihat situasi tersebut berusaha menenangkan warga dan berganti berbicara. “Tadi saya datang ke sini saya meninggalkan rapat DPRD yang dihadiri Pak Gubernur DKI Jakarta," tutur Jupan.

"Saya hadir di sini untuk memperjuangkan keinginan warga, namun saya harap bapak ibu sekalian tetap bersabar menunggu proses yang berjalan, kalau tanggal 20 Mei belum dibayar saya siap melapor ke Pak Wali Kota Jakarta Utara dan mempertaruhkan jabatan saya,” ujar Jupan.

Ucapan Jupan tersebut justru memperkeruh suasana dan warga semakin marah. “Kalau mau turun, turun aja sekarang pak, gak usah nunggu bulan depan,” ujar seorang bapak yang maju ke depan forum dan ditenangkan aparat kepolisian yang berjaga dibarisan depan.

Karena situasi yang ribut karena teriakan kekecewaan warga, perwakilan warga berusaha menenangkan dan menyuruh warga tenang dan tertib menyampaikan aspirasi satu per satu.

Bawono ketua RW 13 yang mewakili suara masyarakat mengatakan bahwa keinginan warga adalah mendapat kepastian pembayaran. “Warga di sini patokannya jadwal yang sudah bapak (Johan) edarkan melalui surat, jadi kami minta pembuktian surat bapak tersebut,” ujar Bawono kepada Johan dan diiringi sorakan setuju dan tepuk tangan warga.

Bawono menginginkan agar Johan beserta saksi dari Lurah, Camat dan Kapolsek untuk menandatangani surat perjanjian di atas materai agar pembayaran harus benar terealisasi.

Melihat kondisi semakin panas, Johan langsung meminta maaf kepada warga Kampung Kandang. “Saya mohon maaf jika ada kata saya yang tidak berkenan, kami selaku pengembang akan berusaha keras memenuhi pembayaran,” ujar Johan.

Johan menjelaskan sesuai dengan surat edaran yang sudah diterima warga bahwa tanggung jawab pengembang bisa membayar warga sebelum tanggal 20 Mei bisa. “Misalkan dalam waktu sebulan itu setiap harinya saya bayar 10 warga, namun mungkin pada beberapa waktu ada kendala dari perbankan, tapi intinya bila dana sudah kembali tersedia hari ini, besoknya bisa kami lunasi untuk 20 atau bahkan lebih,” jelas Johan.

Johan menjelaskan bahwa tidak ada salahnya membayar dengan mencicil bila target pembayaran tetap sesuai sebelum tenggat waktu tanggal 20 Mei. “Proses pembayaran inikan menyangkut berbagai pihak seperti perbankan, audit, dan yang lain-lain, yang memang butuh waktu untuk menyelesaikan prosesnya, saya harap situasi yang tidak kondusif membuat rencana pembayaran ini gagal,” ucap Johan membujuk warga.

Warga yang mendengar ucapan tersebut nampak lebih tenang . Pertemuan forum komunikasi tersebut berakhir dengan janji pengembang untuk segera melakukan pembayaran secepatnya dan menyelesaikan pembayaran kepada seluruh warga sebelum tanggal 20 Mei 2014.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Cari Pelaku Lain, 18 Pekerja Alih Daya JIS Jalani Pemeriksaan Darah

Kemungkinan akan ada tersangka lainnya.

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

Tak Ada Izin, JIS Klaim Tengah Koordinasi dengan Kemdikbud

"Dan kami minta maaf kalau komunikasi ke orangtua tidak lengkap, terkait kasus ini."

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

Anggaran Dobel, Ahok Tidak Akan Laporkan Disdik ke KPK

"Peluang melebihkan anggaran ini wajar. Bukan pelanggaran.”

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

Jokowi Ingin Jalan Inspeksi Jadi Jalan Penghubung

"Setiap sungai ada jalan inspeksi, yang fungsinya sebagai jalan penghubung sehingga semua bersih."

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

Ahok: "Mark Up" Anggaran Disdik DKI Terjadi Bukan di Masa Kami

"Makanya sekarang kita bikin saja e-budgeting."

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

Ditembak, Tukang Sate Merasa Tak Punya Musuh

"Pelaku masih diselidiki ciri-cirinya atau tanda-tanda khusus. Masih dilakukan pencarian," kata Rikwanto.

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

JIS Sebut Renovasi TKP Ikuti Anjuran Polisi

"Lokasi (TKP) diubah karena saya hanya mengikuti saran polisi agar tempatnya lebih aman," ujar Kepala Sekolah JIS Timothy Carr.

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

Perbaiki Kinerja, Kadisdik DKI Rombak Jajarannya

Dari 27 posisi pejabat eselon III di Disdik DKI Jakarta, ada 18 pejabat telah dirotasi menempati posisi baru.

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

Digugat Keluarga Korban, JIS Mengaku Tidak Tahu

"Kami tidak tahu, kami baru tahu dari Anda (media)."

MEGAPOLITAN | 21 April 2014

Realisasi Pendapatan APBD DKI 2013 96,83%

Belanja daerah terealisasi Rp 38,29 triliun atau 82,21 persen.

MEGAPOLITAN | 21 April 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS