Pemkot Bekasi Diminta Bersinergi Tangani Banjir Kali Cakung
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Pemkot Bekasi Diminta Bersinergi Tangani Banjir Kali Cakung

Senin, 1 April 2019 | 15:03 WIB
Oleh : Mikael Niman / JAS

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersinergi dalam mengatasi banjir akibat tanggul jebol di Perumahan Cahaya Kemang Permai (CKP), Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Minggu (31/3/2019) petang.

Sinergi yang dimaksud adalah pembongkaran dua jembatan yang melintas di Kali Cakung, yang dituding menjadi penyebab mampetnya aliran Kali Cakung sehingga arus air berbalik dan menjebol tanggul di Jalan Sedap Malam Blok B III Perumahan CKP Jatiasih.

"‎Dua jembatan yang melintas di Kali Cakung terlalu pendek sehingga arus air kali tidak berjalan lancar. Kalau ada kayu atau sampah, aliran Kali Cakung tersendat dan air berbalik arah malah menjebol turap (tanggul) kali," ujar Satuan Koordinasi (Satkor) Wilayah 3 BBWSCC Kemenpupera, Iwan Adit, di lokasi, Senin (1/4/2019) siang.

Untuk itu, kata dia, jembatan yang terlalu pendek, berdekatan dengan tinggi muka air (TMA) harus dibongkar dan dibangun jembatan yang struktur bangunan yang lebih tinggi dari TMA Kali Cakung. Saat ini, Kali Cakung dalam kondisi normal, TMA dengan badan jembatan hanya memiliki ruang kosong sekitar 50 sentimeter (cm).

Akibatnya, saat debit Kali Cakung meningkat hingga dua meter, aliran air terhambat bangunan jembatan. Bahkan, arus air kali berbalik arah dan menggerus tanggul yang fungsinya bukan sebagai penahan arus deras. Arus balik ini yang menjebol tanggul Kali Cakung, kemarin petang.

Dia mengatakan, tanggul yang jebol di Perumahan CKP memang bukan untuk menahan arus kali. Tanggul ini hanya mampu menahan aliran air agar tidak meluap ke permukiman warga. "Tanggul yang jebol itu, memang bukan difungsikan sebagai penahan arus deras, tetapi difungsikan agar air Kali Cakung tidak meluap ke rumah warga," tuturnya.

Tanggul Kali Cakung dibangun dalam dua bagian. Bagian pertama, material terbuat dari pasir, semen, ‎serta batu kali yang menjadi fondasi tanggul. Bagian ini yang dapat menahan arus deras Kali Cakung, yang difungsikan sebagai tanggul kali.

Lalu, bagian kedua dibangun di atas pondasi batu kali (tanggul kali) yang terbuat dari material pasir dan semen tanpa batu kali, ketinggian 165 cm dari atas pondasi tanggul. Fungsinya, hanya untuk mengalirkan arus Kali Cakung agar tidak meluap ke perumahan, saat debit air meninggi.

"Bagian ini yang jebol, memang bukan difungsikan sebagai tanggul kali, karena dibuat dengan material pasir semen dan bukan dari batu kali. Hanya berfungsi sebagai penahan arus agar tidak meluap ke rumah warga," ucapnya.

Meski begitu, kata dia, pihaknya akan segera membuat tanggul secara permanen di lokasi yang jebol pada Minggu (31/3/2019) kemarin. Tanggul jebol sepanjang 15 meter dengan ketinggian 165 cm hanya berada di satu sisi Kali Cakung.

Jebolnya tanggul ini menyebabkan arus Kali Cakung meluap dan membanjiri Perumahan CKP hingga Minggu malam. Tak hanya itu, banjir juga merendam Perumahan Dosen IKIP, Jatikramat, yang berada di dataran rendah, tak jauh dari Perumahan CKP Jatikramat.

Untuk penanganan sementara, BBWSCC Kempupera menambal tanggul jebol dengan menggunakan kantong pasir (sand bag), Senin (1/4/2019) pagi.

"Saat ini, telah ditutup sekitar 500 sand bag, nanti saat musim kemarau akan dilakukan pembuatan tanggul secara permanen," tuturnya.

Dia berharap, Pemkot Bekasi juga bersinergi dengan BBWSCC Kempupera untuk membangun jembatan yang struktur bangunan yang lebih. "Agar aliran Kali Cakung dapat lancar, tak terhambat, saat debit kali meningkat tinggi. Percuma saja, kami bangun tanggul permanen tapi jembatan tidak ditinggikan, aliran arus kali tetap terhambat saat debit kali meningkat," imbuhnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kota Bogor Pilot Project Rencana Aksi Udara Bersih

Isu lingkungan masuk dalam misi Kota Bogor dimana kualitas udara bersih salah satu indikator.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Warga Kolong Tol Pluit Menolak Pindah

Kalau dipindah ke rumah susun, warga harus mengeluarkan uang minimal Rp 800.000 sebulan.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Operasional Komersil MRT, Warga Terlihat Antusias

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, mulai beroperasi secara komersil atau berbayar, pada Senin (1/4/2019) hari ini.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Tarif MRT Didiskon Hingga 50%, Ini Kata Anies

Anies Baswedan berjanji ketika seluruh rangkaian beroperasi dengan penuh, maka tarif akan diberlakukan normal.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Warga dan Anies Baswedan Mulai Gunakan MRT untuk Beraktivitas

Anies Baswedan turut menggunakan MRT untuk ke Balai Kota

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Petugas Tutup Tanggul Jebol di Perumahan CKP Bekasi

Penanganan pagi ini sifatnya darurat.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Gubernur Anies Ingin Ada Integrasi Transportasi Publik di Stasiun MRT ASEAN

Ke depan, semua perencanaan transportasi harus bisa memenuhi persyaratan terintegrasi.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

TNI Kerahkan 3 KRI Jaga TPS Terapung di Jakarta

Apel pengamanan pemilu legislatif dan presiden adalah untuk mengecek secara langsung dan memastikan setiap personel jajaran Koarmada I.

NASIONAL | 1 April 2019

Kolong Tol Akan Dijadikan Ruang Publik

Pihaknya akan mencarikan solusi terbaik terkait penggunaan kolong tol dengan mengumpulkan jajaran pengelola tol yang beroperasi di Jakarta Utara.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Naik MRT Komersial Hari Pertama, Anies: Nyaman dan Terhindar Macet

Anies Baswedan melihat banyak warga yang menggunakan MRT menuju tempat kerjanya.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS