Abrasi Rusak Rumah Puluhan Warga di Muaragembong
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Abrasi Rusak Rumah Puluhan Warga di Muaragembong

Minggu, 16 Juni 2019 | 10:37 WIB
Oleh : JAS

Cikarang, Beritasatu.com - Abrasi yang terjadi di Kampung Muarajaya RT01/RW01, Desa Pantaimekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah merusak puluhan rumah warga setempat sehingga harus rela meninggalkan kediaman yang sudah ditempati selama bertahun-tahun.

Salah satu warga terdampak abrasi di Kampung Muarajaya, Firman (35) di Bekasi, Minggu (16/6/2019) mengatakan, sekitar 10 tahun yang lalu terdapat puluhan rumah di kampungnya.

Namun, rumahnya bersama sekitar 50 rumah lainnya hilang tersapu air saat terjadi abrasi. Sehingga, ia bersama warga lainnya harus pindah ke Kampung Baru di RT02/01, Desa Pantaimekar.

"Dulu di sini (Kampung Muarajaya) paling ramai, banyak nelayan dari mana-mana, motor juga bisa masuk. Tapi semua berubah setelah abrasi datang," katanya.

Selama 10 tahun abrasi menyerang, dirinya mengaku tidak ada penanganan berarti dari pemerintah daerah. Kendati begitu, saat ini di lokasi abrasi masih ada sebagian warga yang memilih untuk tetap bertahan di rumahnya meski sudah sepi penghuni.

Warga lainnya, Ijah (60) misalnya, ia tinggal bersama delapan orang anak dan cucunya. Terkadang ia kesulitan untuk berpergian ke tempat lain karena akses yang terbatas. Belum lagi, banjir rob yang kerap terjadi pada bulan November hingga Januari.

"Saya masih bertahan, habis mau tinggal di mana lagi. Sekarang hanya tinggal tiga rumah, dan ada sembilan orang di sini," kata Ijah.

Camat Muaragembong, Junaefi mengatakan, sejauh ini penanganan abrasi sudah dicoba untuk dilakukan dengan cara menanam pohon bakau (mangrove) di tepi pantai.

Langkah tersebut, menurutnya, cukup ampuh karena mampu mengurangi abrasi yang kini mengancam warga di pesisir pantai.

"Kalau wilayah di Muaragembong memang berpotensi terkena abrasi karena letaknya di pesisir. Selain di Pantaimekar, di Muarabungin dan Muarabeting juga terjadi abrasi. Rata-rata satu sampai dua RT sudah hilang," katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bekasi, Wahyudi Amsar menyatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan perihal kelautan. Hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

Pihaknya pun mengaku tidak memiliki data terkait jumlah rumah warga yang terdampak abrasi. Selain itu, juga tidak ada alokasi anggaran untuk penanganan abrasi yang terjadi di Muaragembong.

"Kami secara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga tidak lagi menganggarkan, sehingga kami juga tidak mendata terkait lahan warga yang tergerus abrasi," katanya.

"Sebab apabila kami menganggarkan untuk kepentingan masyarakat, walaupun secara sosial itu baik namun secara aturan salah. Oleh sebab itu, kami hanya bisa memberikan pembinaan saja kepada para nelayan yang ada di pesisir atau wilayah utara Kabupaten Bekasi," tambahnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Polisi Amankan Ribuan Ekstasi di Kampung Bahari

Penggerebekan itu dilakukan di rumah tersangka Hendriana Salomonia alias Ria (29) yang diduga kuat sebagai pemilik ekstasi tersebut.

MEGAPOLITAN | 15 Juni 2019

Polisi Tangkap "Koboi" Jalanan di Jakpus

Pengemudi BMW tersebut mencoba menerobos kemacetan dengan berjalan di lajur berlawanan namun teradang oleh Panther yang datang dari arah berlawanan.

MEGAPOLITAN | 15 Juni 2019

Warga Kota Bekasi ‎Konsumsi Ikan 20 Kuintal Sehari

Saat libur Lebaran pasokan lele dan gabus sempat turun hingga 15 kuintal per hari.

MEGAPOLITAN | 15 Juni 2019

BMKG: Waspadai Hujan dan Petir di Jakbar, Jaktim, Jakpus dan Jaksel

Jakarta Pusat dan Jakarta utara siang ini berawan.

MEGAPOLITAN | 15 Juni 2019

Perbaikan Pipa Air Bersih di Latuharhary Rampung

Suplai air bersih ke pelanggan pun normal kembali.

MEGAPOLITAN | 14 Juni 2019

Anies Tegaskan Tak Akan Bongkar Bangunan di Kawasan Reklamasi

Anies Baswedan, menegaskan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan membongkar bangunan yang sudah berdiri di tanah reklamasi Teluk Jakarta.

MEGAPOLITAN | 14 Juni 2019

Anies Bantah Pemprov DKI Terbitkan IMB Diam-diam

Anies Baswedan membantah komentar yang menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan di tanah reklamasi secara diam-diam.

MEGAPOLITAN | 14 Juni 2019

Polres Metro Jakbar Bekuk Pencuri Pistol Brimob

Polres Metro Jakarta Barat berhasil membekuk empat pencuri yang menggondol sebuah pistol milik anggota Brimob saat kericuhan 22 Mei lalu.

MEGAPOLITAN | 14 Juni 2019

Polisi Amankan Pria Diduga Provokator Saat Aksi di MK

Petugas kepolisian mengamankan seorang pria asal Batam saat aksi kawal sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi.

MEGAPOLITAN | 14 Juni 2019

Aksi Massa Bubar, Polisi: Situasi Aman dan Terkendali

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, massa berangsur-angsur mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.30 WIB.

MEGAPOLITAN | 14 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS