DKI Gandeng 8 Startup untuk Bantu Selesaikan Masalah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

DKI Gandeng 8 Startup untuk Bantu Selesaikan Masalah

Jumat, 13 September 2019 | 15:05 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Tak bisa menyelesaikan masalah Kota Jakarta seorang diri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menggandeng delapan perusahaan rintisan (startup) yang merupakan penyedia layanan aplikasi.

Kerja sama dengan delapan start up ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding – MoU) yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (1/9/2019).

Kedelapan start up adalah Nodeflux, Botika, DuitHape, Grab, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan Gojek.

Anies Baswedan mengatakan delapan start up yang merupakan perusahaan penyedia layanan aplikasi selama ini berikan solusi kebutuhan masyarakat di bidangnya masing-masing. Diharapkan kerja sama ini dapat membantu Pemprov DKI dalam menyelesaikan masalah perkotaan di Jakarta. Terutama memberikan solusi bagi kebutuhan warga Jakarta yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan di era digitalisasi.

“Kami di pemerintah juga memainkan peran sebagai penyedia layanan. Kami juga adalah pembuat regulasi dan kami punya tanggung jawab konstitusional untuk menghadirkan kota yang nyaman, ramah bagi semua dan kesetaraan kesempatan. Sekarang tanggung jawab yang kami miliki akan kami kerjakan bersama-sama dengan teman-teman yang selama ini sudah memberikan solusi untuk masyarakat,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (13/9/22019).

Menurutnya, kerja sama dengan delapan perusahaan start up ini merupakan pertama kalinya dilakukan Pemprov, tetapi bukan juga yang terakhir kali. Karena ke depan akan semakin banyak perusahaan penyedia aplikasi yang memiliki terobosan solusi untuk masyarakat akan digandeng untuk membantu Pempro DKI menyelesaikan masalah Ibu Kota.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dan pihak swasta untuk mewujudkan keadilan sosial di Jakarta secara berkelanjutan. Dan kita berharap banyak dari sini akan muncul banyak solusi untuk masyarakat Jakarta. Izinkan dalam kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi," ujar Anies Baswedan.

Dijelaskannya, konsep evolusi sebuah kota menuju City 4.0 yang mengutamakan kolaborasi dengan masyarakat. Melalui konsep City 4.0, Pemprov DKI Jakarta bertindak tidak hanya sebagai administrator, penyedia layanan, ataupun fasilitator, tapi merupakan pihak yang terbuka untuk bekerja sama dengan semua elemen untuk mengentaskan berbagai permasalahan Ibu Kota.

"Jadi kami berharap sekali dari penandatangan ini, nanti ada begitu banyak masalah yang ada di kota ini yang bisa diselesaikan bersama-sama. Tujuan ujungnya apa? Tujuannya sesuai dengan Pancasila, tujuannya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Anies Baswedan.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta berupaya mewujudkan smart governance melalui kolaborasi bersama emerging startup seperti Nodeflux yang berperan di bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan), digunakan untuk mendeteksi pelat nomor kendaraan wajib pajak.

Melalui kerja sama ini, pelat kendaraan wajib pajak bermotor yang melintasi jalanan Jakarta dapat tersambungkan dengan sistem perpajakan untuk mencari potensi pendapatan daerah yang selama ini tersembunyi (tidak dibayarkan oleh wajib pajak).

Pemprov DKI Jakarta juga berkolaborasi dengan Botika yang juga mengembangkan kecerdasan buatan dengan menghadirkan Javira atau asisten virtual berupa chatbot, serta DuitHape untuk kemudahan distribusi bantuan sosial dan menggerakkan roda perekonomian di seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, kolaborasi dalam upaya smart mobility dilakukan melalui transportasi yang terintegrasi, aman, dan terlacak secara daring bersama Gojek dan Grab.

Selanjutnya, dalam mewujudkan smart economy, kolaborasi melalui e-payment dan transparansi melalui kolaborasi dengan e-commerce raksasa, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee.

Jakarta Smart City menjadi wadah validasi bagi para startup dalam mengembangkan produk rintisannya. Penandatanganan MoU ini sekaligus menjadi bentuk keseriusan Pemprov DKI Jakarta untuk bersama-sama menciptakan konsep kota cerdas yang partisipatif melalui Jakarta Smart City sebagai innovation hub dan living lab di Jakarta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tanpa Pajak Reklame Rokok, PAD Kota Depok Tidak Turun

Tahun 2018, pendapatan reklame naik menjadi Rp 12.586.819.937 sedangkan PAD sejumlah 1.059.700.280.693.

MEGAPOLITAN | 13 September 2019

Ojek Online Picu Macet, Pemkot Bogor Minta Operator Buat Pangkalan

Menurut Rakmawati, di beberapa lokasi keramaian seperti di seputar Stasiun Bogor atau sekolah, ojek online terlihat berkerumun tidak teratur.

MEGAPOLITAN | 13 September 2019

Daripada Provinsi Baru, Depok Lebih Pilih Gabung Jakarta

Diungkapkan Idris, wacana pembentukan provinsi baru ini perlu intervensi pemerintah pusat. Sebab, persoalan pindah provinsi bukan hal yang mudah.

MEGAPOLITAN | 13 September 2019

Kecelakaan Bus dan Truk di Bogor, Tujuh Luka

Tujuh korban luka-luka pada peristiwa tersebut mayoritas penumpang bus.

MEGAPOLITAN | 13 September 2019

1 Tewas Terpanggang di Bekasi, Ini Penyebabnya

Korban Yuliati yang memasak di dapur tak sempat menyelamatkan diri hingga terjebak di dalam ruangan.

MEGAPOLITAN | 12 September 2019

152 AQI, Kualitas Udara Jakarta Berstatus Tidak Sehat

Kualitas udara Jakarta mencapai angka 152 berdasarkan Indeks Kualitas Udara (AQI) dengan status udara tidak sehat.

MEGAPOLITAN | 12 September 2019

FKM UI Data PMKS di Depok dengan Basis Online

Data PMKS tersebut dapat dimanfaatkan pada proses rehabilitasi sosial.

MEGAPOLITAN | 12 September 2019

Tunggakan BPJS Kesehatan di Jakut Rp 18,6 Miliar

Total tunggakan BPJS Kesehatan dari 29.088 jiwa di Jakarta Utara sebesar Rp 18.639.339.842

MEGAPOLITAN | 12 September 2019

Polres Jakut Musnahkan 10 Kg Sabu

Narkotika tersebut disembunyikan dalam kotak kosmetik.

MEGAPOLITAN | 12 September 2019

Sudah Tiga Hari UNHCR Tidak Beri Makan Pencari Suaka

UNHCR terkesan menghindar bahkan cenderung melakukan pembiaran terhadap para pencari suaka.

MEGAPOLITAN | 12 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS