Polda Metro: Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tidak Terbukti Memeras
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Polda Metro: Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tidak Terbukti Memeras

Kamis, 16 Januari 2020 | 06:59 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Propam Polda Metro Jaya, telah memeriksa mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib dan pelapor atas nama Budianto, terkait isu pemerasan atau suap sebesar Rp 1 miliar. Hasil pemeriksaan, Andi tidak terbukti menerima suap atau melakukan pemerasan.

"Jadi pemeriksaan sudah selesai dari kedua-duanya, dan hasilnya atau kesimpulan dari Propam memang tidak terbukti apa yang selama ini diisukan. Hasilnya, kesimpulannya bahwa tidak terbukti suap," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Rabu (15/1/2020).

Dikatakan Yusri, Andi bukan dicopot sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, namun dimutasi menjadi Kakorgadik SPN Polda Metro Jaya.

"Ini bukan dicopot. Kalau dicopot itu tidak ada jabatan karena bermasalah. Kalau mutasi itu penyegaran, karena memang Andi ini adalah orang yang punya pendidikan yang bagus sehingga dibutuhkan oleh institusi kita untuk dijadikan tenaga pendidik. Ini pertimbangan institusi," ungkapnya.

Sementara itu, Propam Polda Metro Jaya juga telah memeriksa Budianto, selaku pelapor kasus tanah yang perkaranya ditangani Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik Propam memberikan sekitar 16 pertanyaan seputar isu pemerasan atau suap itu, dalam pemeriksaan yang digelar sekitar pukul 11.00 WIB hingga 15.30 WIB.

"Pemeriksaan sudah selesai. Ada 16 pertanyaan itu delapan halaman. Pertanyaannya terkait dengan berita yang viral di media online. Saya diminta klarifikasi atas pemberitaan yang adanya permintaan uang Rp 1 M," kata Budianto.

Budianto memberikan klarifikasi, kalau pemerasan atau suap itu bukan dilakukan anggota polisi melainkan makelar kasus (markus) berinisial A. Pada pemeriksaan, Budianto pun memberikan sejumlah bukti-bukti kalau markus itu memintanya uang Rp 1 miliar untuk mengurus perkara soal tanah yang dilaporkannya.

"Saya jelaskan bahwa permintaan uang itu memang ada. Saya berani bilang ada kenapa karena di tanggal 24 sampai 26 Desember 2018 itu saya ngobrol-ngobrol sama rekan yang namanya bro A, bahwa saya punya kasus yang dilempar dari Polda ke Polres Jaksel berjalan lambat. Terus dia bilang, 'kalau mau dibantu, ya sudah ayo gua bisa bantu karena dari jajaran atas-bawah gua kenal', itu kata si A," jelas Budianto.

Pada perjalanan waktu, tambah Budianto, makelar itu meminta uang Rp 1 miliar untuk mempermudah agar kasusnya yang disebut berjalan lambat bisa langsung dibawa ke meja hijau. Namun, belakangan Budianto berpikir darimana uang sebesar itu, dan akhirnya batal meminta bantuan si A.

"Setelah saya pikir-pikir darimana saya menyediakan uang sebanyak itu. Saya by phone, sudah cancel bro A, saya nggak bisa segitu," jelasnya.

Budianto mengungkapkan, beberapa waktu kemudian dirinya bertemu dengan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dan menceritakan perkara yang dilaporkannya soal kasus tanah sudah dinyatakan lengkap atau P21, namun tersangkanya belum ditangkap. Termasuk adanya orang yang meminta uang Rp 1 miliar.

Namun, Budianto tidak memberikan informasi secara utuh kepada Neta sehingga terbit pers rilis yang menyebutkan, IPW menyampaikan apresiasi karena penyidik Polres Metro Jakarta Selatan -Andi Sinjaya- dicopot karena diduga melakukan pemerasan atau menerima suap sebesar Rp 1 miliar.

Atas kesalahan itu, Budianto menyampaikan, permintaan maaf. "Saya minta maaf ke Kapolda, Kapolres, dan jajarannya, Bang Neta karena belum melengkapi bukti WA (Whatsapp), bukti percakapan utuh. Saya minta maaf kepada pak Kasat Andi Sinjaya," tandasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bebaskan Korban Penculikan, Polisi Tangkap 3 Orang

Penyekapan dan penculikan ini berkaitan dengan masalah keuangan.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Bima Arya: Soal Banjir, Kerja Sama Antarwilayah Kurang Maksimal

Bima Arya: Soal Banjir, Kerja Sama Antarwilayah Kurang Maksimal

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Jadi Korban Jambret, Perempuan di Bogor Tewas Tergeletak di Pinggir Jalan

Warga Villa Bogor Indah 3 Blok BC 1 nomor 79 Kota Bogor itu tewas setelah menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas).

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Pengusaha Berkukuh Tolak Revitalisasi Jalan Sabang

Kawasan Jalan Sabang diproyeksikan sebagai pusat kuliner.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

BBWS Ciliwung Cisadane Siapkan 6 Strategi Pengendalian Banjir

Hingga saat ini, progres pembangunan sodetan Ciliwung masih 54 persen.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

35 Jalan Rusak Akibat Genangan dan Banjir di Jakarta

Anggota polisi ditempatkan di titik-titik jalan berlubang yang dinilai rawan kecelakaan.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

1.520 Hektare Sawah di Kabupaten Bogor Terdampak Bencana

Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Cigudeg.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Kawasan Sabang Disiapkan sebagai Tempat Nongkrong Milenial

Pemprov DKI akan menghidupkan kembali kawasan Sabang sebagai tempat nongkrong bergaya milenial.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Pemkot Bekasi Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Tiga Bulan

Perpanjangan masa darurat bencana ini juga mengikuti prediksi cuaca puncak musim hujan yang diperkirakan akan berakhir Maret 2020.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Revitalisasi Kawasan Sabang Ditunda Tahun Depan

Program revitalisasi kawasan Jalan Sabang baru dilakukan tahun 2021.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS