Walhi Jakarta Minta Penataan Monas Dihentikan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Walhi Jakarta Minta Penataan Monas Dihentikan

Kamis, 23 Januari 2020 | 15:51 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / JAS

Jakarta, Beritasatu.com -Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan mengorbankan ratusan pohon yang ditebang segera dihentikan. Walhi juga mendorong Pemprov DkI Jakarta untuk segera menanami kembali kawasan yang sudah gundul tersebut dengan pepohonan sesegera mungkin.

Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Tubagus Soleh mengaku kaget dengan penataan kawasan Monas yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tubagus sangat menyayangkan penebangan pohon malah dilakukan di tengah kondisi Jakarta yang tengah mengalami krisis ekologis.

"Daya dukung dan daya tampung lingkungan di DKI Jakarta sedang merosot. Apalagi kita semua sama-sama mengetahui baru saja terjadi banjir pada awal Januari lalu. Daya dukung dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangatlah diperlukan. Nah ini ada RTH yang sangat dibutuhkan. Kenapa malah ditebangi? " ujar Tubagus Soleh kepada Suara Pembaruan, Kamis (23/1/2020).

Lebih lanjut diungkap pria yang akrab disapa Bagus ini, Walhi menolak dialihfungsikannya kawasan Monas dari RTH kepada fungsi lainnya. "Kembalikan menjadi RTH sesuai fungsinya. Sungguh mubazir pohon besar-besar seperti ini malah ditebangi. Padahal Jakarta sangat membutuhkan pohon saat ini," ujar Bagus.

Walhi dengan tegas meminta agar Pemprov DKI segera menghentikan penataan kawasan Monas dan kembali menanami pohon di kawasan yang tengah dilakukan penataan.

Sementara itu, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga menuturkan, revitalisasi Monas dikerjakan tanpa perencanaan matang. Tidak ada alasan kuat harus menebang ratusan pohon.

"Tidak ada kejelasan mengapa 190 pohon tersebut harus ditebang, seharusnya desain menyesuaikan dengan kondisi pohon yang ada. Ini namanya menghamburkan uang rakyat menjadi mubazir," ujar Nirwono.

Dia menilai, dana ratusan miliar untuk revitalisasi Monas akan lebih baik digunakan untuk menambah lebih banyak daerah resapan banjir. Apalagi, lanjut Nirwono, banjir besar baru saja melanda Jakarta pada awal Januari lalu.

Ditegaskan Nirwono, revitalisasi Monas tidak menambah luas RTH baru sama sekali. "Pemprov DKI Jakarta lebih mementingkan keindahan. Harusnya menambah luas RTH baru sebagai daerah resapan air untuk mengurangi dampak banjir," tutur Nirwono.

Dirinya juga meminta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta untuk menjelaskan rencana induk penataan Monas sebenarnya seperti apa.

"Kawasan Monas seharusnya masuk sebagai lanskap cagar budaya. Jadi tidak bisa sembarangan merancang dan membangunnya," pungkas Nirwono.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Jelang Imlek, Harga Cabai Rawit Merah Kian "Pedas"

Hargai cabai naik dari Rp 40.000 per kilogram akhir tahun lalu, sekarang sudah tembus menjadi Rp 100.000.

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

Dirut Jakpro: Persiapan Formula E Sesuai Rencana

Jakpro saat ini tengah melaksanakan tender kontraktor untuk membangun lintasan Formula E.

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

Santri Hanyut di Bogor Ditemukan di Tangerang, Begini Kondisinya

Korban berhasil ditemukan pada radius kurang lebih 38 km dari titik lokasi kejadian oleh Tim SAR Gabungan.

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

Polisi Serahkan Tersangka Abdul Basith Dkk ke Jaksa

Perbuatan tersangka bertujuan untuk menggagalkan pelantikan presiden dengan membuat kerusuhan di beberapa titik perniagaan.

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

Dibongkar, Klinik yang Pekerjakan Dokter Asing Tak Kantongi Izin Praktik

Tersangka LS juga membawa obat-obat racikan tanpa izin edar atau tidak terdaftar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

Musda Hipmi Jaya Siap Lahirkan Pemimpin Baru

Musda XVII Hipmi Jaya akan diadakan pada tanggal 23-24 Maret 2020 di Hotel Sultan Jakarta.

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

KPK Tolak Laporan Revitalisasi Monas PSI

Masih ada dokumen yang harus dilengkapi, yaitu dokumen kontrak.

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

Kontraktor Revitalisasi Monas Tak Jelas, PSI Lapor KPK

Setelah ditelusuri berbagai pihak dan media, tidak juga ditemukan lokasi sebenarnya perusahaan tersebut.

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

Revitalisasi Monas Belum Izin Komisi Pengarah

Komisi Pengarah segera membahas persoalan tersebut.

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020

Jakarta Diprediksi Akan Diguyur Hujan Siang Ini

(BMKG) memprediksi hujan akan turun di empat kawasan di Provinsi DKI Jakarta, hari ini Kamis (23/1/2020).

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS