Ojol di Tangerang Raya Belum Bisa Angkut Penumpang
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ojol di Tangerang Raya Belum Bisa Angkut Penumpang

Selasa, 7 Juli 2020 | 16:40 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Tangerang, Beritasatu.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang hingga saat ini masih belum mengizinkan transportasi ojek daring (ojek online atau ojol) dan ojek konvensional untuk mengangkut penumpang di wilayah Kota Tangerang.

Hal ini lantaran hingga kini di wilayah Tangerang Raya masih menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyu Iskandar saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (7/7/2020).

"Karena masih masa PSBB, ojek online dan ojek konvensional di Tangerang belum bisa mengangkut penumpang dan hanya bisa mengangkut barang ataupun pemesanan makanan," ungkap Wahyudi.

Ditegaskannya, Dinas Perhubungan Kota Tangerang berupaya untuk terus melakukan pengawasan terhadap operasional ojek daring di wilayah Kota Tangerang.

"Kita kemarin sudah ketemu dengan pihak operator baik Gojek ataupun Grab untuk menyosialisasi kebijakan ini. Jangan sampai karena kita izinkan lalu angka penderitanya jadi makin tinggi, karena di Tangerang kan masih dalam zona merah. Namun pastinya kita juga melihat aspek ekonomi di Tangerang sudah mulai jalan setelah adanya pelonggaran PSBB seperti bus-bus antarkota sudah bisa beroperasi, angkutan umum dan KRL juga sudah beroperasi normal namun semua harus disesuaikan dengan protokol kesehatan," tandasnya.

Pihaknya juga menyatakan akan menindak tegas para ojek daring dan operator yang membandel dan tidak mengindahkan peraturan terkait pelaksanaan PSBB.

"Jadi kalau ada yang nakal misal mengangkat penumpang dan ketahuan, maka kita akan tindak tegas. Karena biar bagaimanapun kita tidak mauada klaster baru dari angkutan umum di Kota Tangerang. Makanya kami terus melakukan pengawasan kepada semua transportasi umum," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Nonreaktif, Hasil Tes Keluarga yang Undang Rhoma Irama Pentas di Bogor

Surya Atmaja mengundang Rhoma saat pesta khitanan anaknya di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Pemprov DKI Izinkan Bioskop Kembali Beroperasi

Terdapat beberapa poin yang disampaikan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Gilbert: Reklamasi Ancol Cacat Hukum

SK tersebut menjadi preseden buruk dalam tata pamong, dan sarat kepentingan.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Ini 3 Aktor Intelektual Kasus Penyerangan Kelompok John Kei

Tersangka John Kei merupakan pimpinan kelompok.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Soal Rhoma Irama Manggung, Keluarga Surya Atmaja Ancam Tuntut Bupati Bogor

Bupati Ade Yasin dianggap mencari sensasi dengan menyudutkan keluarga Surya Atmaja.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Buntut Rhoma Irama Pentas di Bogor, Tes Cepat Covid-19 Digelar Massal

Hal itu lantaran masih ada tambahan kasus positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Kota Depok Lampaui Target Perolehan Akseptor KB

Perolehan akseptor KB di Kota Depok pada Harganas tahun ini berhasil melampaui target yakni sebanyak 13.897 orang.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Butuh Ketegasan Atasi Pandemi Covid-19 di Jakarta

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta semakin merebak.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Polisi Temukan Beberapa Temuan Baru dalam Penyerangan Kelompok John Kei

Reka ulang kasus penyerangan kelompok John Kei digelar di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP).

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Disnaker DKI Awasi Ketat Penerapan Sistem Sif

Sebagian besar perusahaan atau tempat usaha yang diawasi patuh dengan ketentuan kapasitas 50 persen dan sistem sif masuk kerja.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS