PSI DKI: Ganjil Genap Kontraproduktif dengan Upaya Lawan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

PSI DKI: Ganjil Genap Kontraproduktif dengan Upaya Lawan Covid-19

Minggu, 2 Agustus 2020 | 22:30 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta mengkritik pemberlakuan sistem ganjil genap oleh Pemprov DKI pada masa perpanjangan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) Transisi. PSI menilai kebijakan tersebut kontraproduktif dengan penanganan Covid-19.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta beralasan, kebijakan ganjil genap diberlakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Pasalnya, volume lalu lintas meningkat mendekati normal (dibandingkan dengan kondisi lalu lintas pada Februari 2020 sebelum diberlakukan PSBB).

“Kebijakan ganjil genap bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Namun, di masa pandemi Covid-19, transportasi umum memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, kebijakan ganjil-genap justru akan meningkatkan penyebaran virus," kata anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anthony Winza di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 hingga 31 Juli 2020, di DKI Jakarta terdapat 21.339 kasus. Selama seminggu terakhir, rata-rata jumlah kasus sekitar 400 orang per hari. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada masa PSBB sekitar 100 orang per hari.

“Lalu lintas memang mulai macet, tetapi pandemi Covid-19 belum terkendali. Bahkan saat ini kondisinya jauh lebih parah jika dibandingkan dengan masa PSBB. Jika ganjil genap diberlakukan, maka akan semakin banyak warga Jakarta yang berdesak-desakan di transportasi umum. Kebijakan ini sangat membingungkan,” jelas Anthony.

Anthony menduga kebijakan ganjil genap ini hanya memikirkan transportasi, namun mengabaikan kesehatan masyarakat. Dia menyarankan agar Pemprov DKI mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, bukan berpikir secara sektoral.

“Di tengah pandemi begini, buat apa memaksakan ganjil genap? Mungkin Pak Anies lelah dan bingung, sehingga akhirnya mengeluarkan kebijakan yang saya rasa bertentangan dengan logika akal sehat," pungkas Anthony.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sistem Ganjil Genap, Transjakarta Tambah 155 Unit Armada

Penambahan ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang karena adanya pergeseran dari kendaraan pribadi ke Transjakarta.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

971 Perjalanan KRL Jabodetabek Dianggap Maksimal

KCI menjalankan kewajibannya dengan melayani maksimal 74 orang per kereta agar penerapan jaga jarak fisik di dalam KRL terpenuhi.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ancol Taman Impian Dipadati 8.000 Pengunjung Akhir Pekan Ini

Terjadi peningkatan jumlah pengunjung Ancol Taman Impian dari hari Jumat sebanyak 8.365 ke hari Sabtu menjadi 8.733.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Pemkot Tangerang Gandeng TNI-Polri Gelorakan Gerakan Ketahanan Pangan

Pemkot Tangerang menggandeng alumni Taruna TNI-Polri angkatan 89 dengan memanfaatkan lahan di pinggir Kali Cisadane seluas 11 hektare.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ini Alasan DKI Kembali Terapkan Sistem Ganjil Genap

Sistem ganjil genap diterapkan guna membatasi pergerakan orang sehingga mengendalikan penyebaran virus corona.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ruas Jalan Ganjil-Genap Harus Terpasang Rambu

Rambu-rambu lalu lintas terkait pelaksanaan kebijakan ganjil-genap harus terpasang, pada 25 ruas jalan yang memberlakukan sistem pembatasan kendaraan itu.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ganjil Genap Diterapkan, Jam Operasi MRT Diperpanjang

Perubahan kebijakan layanan operasi MRT Jakarta untuk hari kerja mulai pukul 05.00 - 22.00 WIB dan pada akhir pekan mulai pukul 06.00 - 20.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Tawuran Berujung Maut di Bekasi, 1 Pemuda Tewas

GSNB (17) meninggal dunia akibat dibacok pelaku dengan celurit dalam tawuran, di depan Pasar Lama Jalan Raya Hankam, Jati Rahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Polda Metro Berlakukan Lawan Arus di Tol Jakarta-Cikampek

Ditlantas Polda Metro Jaya siang ini sudah memberlakukan contra flow dari KM 65 sampai KM 47 Tol Jakarta-Cikampek.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Bentrok Antarwarga di Kampung Rawabacang Dipicu Masalah Sepele

Bentrok di Kampung Rawabacang Pasar Kecapi, Kota Bekasi, Sabtu (1/8/2020) malam, dipicu mobil yang lewat di gang menyenggol motor yang tengah diparkir.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS