Baru Seminggu, Sistem Ganjil Genap Belum Bisa Dievaluasi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Baru Seminggu, Sistem Ganjil Genap Belum Bisa Dievaluasi

Senin, 10 Agustus 2020 | 20:47 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku pihaknya belum bisa melakukan evaluasi secara komprehensif atas penerapan sistem ganjil genap yang sudah berjalan selama satu minggu di Jakarta, atau sejak 3 Agustus yang lalu. Pasalnya, waktu satu minggu ini merupakan waktu sosialisasi penerapan ganjil genap kepada masyarakat Jakarta atau yang beraktivitas di Jakarta.

"Selama seminggu tentu ini belum bisa dijadikan patokan. Kenapa? Karena seminggu itu kan sedang sosialisasi. Teman-teman kepolisian belum melakukan tindakan tilang. Jadi, kalaupun melakukan evaluasi, tentu itu bukan ideal," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Karena itu, kata Syafrin, pihaknya belum bisa mengukur efektivitas penerapan sistem ganjil genap selama seminggu ini untuk mengendalikan mobilitas warga dan memastikan pusat kegiatan seperti perkantoran benar-benar menerapkan protokol kesehatan terutama ketentuan kapasitas maksimal 50 persen dan sistem sif kerja.

Menurut dia, efektivitas sistem ganjil genap ini bisa diukur dalam seminggu mendatang karena penegakan hukum sudah dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Minggu ini baru kita dapatkan data real-nya setelah dilakukan penegakan hukum terhadap pelanggar ganjil genap. Kita akan evaluasi per minggu dan kita juga sudah mulai melakukan pengumpulan data-data untuk kita jadikan bahan evaluasi," ungkap dia.

Tak heran, kata Syafrin, jika dalam seminggu penerapan sistem ganjil genap ini, belum ada perubahaan siginifikan terhadap volume lalu lintas dan jumlah penumpang pada transportasi umum. Masyarakat, umumnya masih menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktivitas.

"Sampai saat ini dari pantauan kami, tidak banyak yang beralih ke angkutan umum karena tujuan kita melakukan pembatasan ini, sebagai instrumen pengendalian pergerakan orang di tengah-tengah pandemi Covid-19 khususnya pelaksanaan PSBB masa transisi," tandas dia.

Syafrin memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait seperti Gugus Tugas Covid-19 DKI, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi, dan pihak kepolisian. Dalam evaluasi nanti akan dicermati sejumlah indikator efektivitas sistem ganjil genap, antara lain kinerja lalu lintas, kinerja transportasi publik, penerapan ketentuan maksimal 50 persen dan sistem sif kerja, serta perkembangan kasus Covid-19 di Jakarta.

"Perlu dipahami juga bahwa penerapan ganjil genap saat ini berbeda dengan masa normal. Jika pada masa normal tujuannya memindahkan orang dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, maka pada masa pandemi Covid-19, kebijakan ganjil genap menjadi instrumen pengendalian pergerakan masyarakat agar mobilitas warga tidak tinggi sehingga tidak terjadi kerumunan atau keramaian pada pusat-pusat kegiatan," terang dia.

Lebih lanjut, dia menegaskan, penerapan sistem ganjil genap dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pemprov DKI. Salah satu alasannya karena ketentuan maksimal 50 persen karyawan masuk kerja dan sistem sif kerja tidak efektif mengendalikan pergerakan orang.

"Karena itu sistem ganjil genap diterapkan untuk membatasi mobilitas warga. Jadi, kita berharap warga memahami dan disiplin. Bagi warga yang sudah dapat jadwal bekerja dari rumah, silakan bekerja dari rumah, jangan kemudian melakukan mobilitas yang justru itu menimbulkan keramaian. Dan ini tidak baik untuk kita bersama yang sedang berupaya mengatasi pandemi Covid-19," pungkas Syafrin.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 di Depok Didominasi Usia Produktif dan Gunakan Transportasi Umum

Penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok sebagian besar terjadi pada pasien usia produktif juga menggunakan transportasi umum untuk bekerja.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Kasus Penembakan di Tangsel, Kasat Reskrim: Saya Lagi Tangkap Pelaku

Para korban rata-rata kena tembak peluru mimis diduga dari senapan angin atau airsoft guns ketika melintas mengendarai sepeda motor di jalan.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Eksekusi Lahan yang Berujung Bentrok di Tangerang Disinyalir Salah Alamat

Warga sekitar masih resah lantaran masih ada orang-orang bergerombol yang diduga menginginkan eksekusi lahan di daerah Pinang, Tangerang.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Tertangkap Tangan, Pelaku Ranmor Bersenpi di Bogor Babak Belur Dihakimi Warga

Pelaku tertangkap tangan warga saat hendak mencuri motor parkiran indekos khusus wanita.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Tilang Elektronik Diberlakukan di Depok

Jumlah pelanggaran lalu lintas di Kota Depok selama Operasi Patuh 2020 paling tinggi se-Polda Metro Jaya.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Dua Ruas Tol JORR II Ditargetkan Fungsional Akhir 2020

PT Jasa Marga menargetkan dua ruas jalan tol yang masuk jaringan Jalan Tol JORR II yakni Serpong-Cinere dam Cengkareng-Batuceper beroperasi akhir akhir 2020.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Polresta Bandara Soetta Tangkap Pemuda Gunakan Hasil Swab Test Palsu

Tersangka menggunakan dokumen palsu tes berupa hasil swab PCR test yang katanya dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 RS Haji Pondok Gede tertanggal 10 Juli 2020.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

5 Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Tinjau Wisma Antara

OB diketahui positif Covid-19 pada akhir Juli 2020 lalu dan keempat reporter pada 1 Agustus.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Ganja 410 Kg Asal Aceh Dicegat BNN di Rawalumbu Bekasi

BNN menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja di Kota Bekasi. Sedianya, ganja asal Aceh tersebut akan dikirim ke Jakarta Barat menggunakan truk logistik.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

KAI Kembangkan Stasiun Pondok Ranji

PT KAI dan PT Jaya Real Property Tbk berkolaborasi melakukan penataan dan pengembangan Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS