Ini Pesan Jokowi kepada Kapolda dan Kajati Se-Indonesia
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ini Pesan Jokowi kepada Kapolda dan Kajati Se-Indonesia

Selasa, 19 Juli 2016 | 10:34 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JAS

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) seluruh Indonesia. Pengarahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/7).

Mengawali sambutannya, Presiden menjelaskan bahwa pertemuan ini dalam rangka mengevaluasi lima kebijakan yang disampaikan pada 2015 di Istana Bogor, Jawa Barat. Presiden mengungkap kembali lima hal tersebut.

Pertama, kebijakan atau diskresi tidak bisa dipidanakan. Jangan dipidanakan. Kedua, tindakan administrasi pemerintahan juga demikian.

"Tolong dibedakan mana yang niat nyuri, nyolong, mana yang tindakan administrasi. Saya kira aturan di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) jelas, mana pengembalian, mana yang tidak," kata Presiden.

Ketiga, kerugian yang dinyatakan BPK, masih diberi ruang 60 hari. Keempat, kerugian negara itu harus konkret, tidak mengada-ada. "Kelima, tidak diekspos ke media secara berlebihan, sebelum kita melakukan penuntutan," tegas Presiden.

Dari hasil evaluasi, menurut Presiden, lima hal tersebut belum dijalankan maksimal oleh aparat penegak hukum. "Saya kira lima hal ini sudah saya sampaikan setahun lalu. Evaluasi perjalanan setahun ini, saya masih banyak sekali mendengar yang tidak sesuai yang saya sampaikan," katanya.

Presiden mengingatkan bahwa seluruh pihak harus mengawal pembangunan di kabupaten, kota dan provinsi termasuk pusat secara efektif. Karena itu, Presiden berharap agar lima hal yang disampaikannya benar-benar diperhatikan. "Saya masih banyak keluhan, dari bupati, wali kota, gubernur. Nanti saya akan blak-blakan kalau sudah tidak ada media," ucapnya.

Pengantar Presiden digelar terbuka untuk awak media. Setelah itu, rapat berlangsung tertutup.

Selain dihadiri Kapolda dan Kajati seluruh Indonesia, hadir juga dalam pertemuan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut B Panjaitan, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu, tampak juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jaksa Agung Prasetyo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pembebasan Lahan Tol di Jateng Ditargetkan Tuntas Agustus

Pemprov Jateng menargetkan proses pembebasan lahan di semua ruas tol, termasuk Tol Pemalang-Batang-Semarang, dan Mantingan tuntas pada Agustus 2016.

NASIONAL | 19 Juli 2016

Ini Harapan Komisioner KPU terhadap Ketua Baru

Juri diharapkan bisa menjadi jembatan yang efektif untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan yang terkait dengan penyelenggaraan pemilu.

NASIONAL | 19 Juli 2016

Berusaha Tangkap Begal, Polisi Disabet Parang di Makassar

Peristiwa itu terjadi saat Arifuddin bersama anggota Polsek Tallo lainnya menggerebek rumah pelaku pembegalan bernama Ramadhan alias Lahong.

NASIONAL | 19 Juli 2016

Mengejar Pokemon, WNA Prancis Terobos Markas Kodim Cirebon

“Yang bersangkutan tengah berada di dalam komplek dan ketika dipanggil penjaga ia berlari hingga akhirnya diamankan di pos penjagaan,” kata Yusri

NASIONAL | 19 Juli 2016

Polri Gunakan Helikopter untuk Evakuasi Jenazah 2 Terduga Teroris

"(dua jenazah) Lagi dievakuasi pagi ini, karena di hutan, maka harus melalui helikopter kalau mau cepat dievakuasi," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian

NASIONAL | 19 Juli 2016

Jokowi Gelar Dua Rapat Kabinet Hari Ini

Presiden akan memimpin rapat terbatas yang membahas tentang Perusahaan Siap Investasi dan Perubahan Raskin menjadi program Bantuan Pangan.

NASIONAL | 19 Juli 2016

Jenazah Teroris Diduga Santoso Akan Diautopsi di RS Bhayangkara Palu

Jenazah yang diduga Santoso tersebut akan dicek DNA-nya untuk memastikan apakah itu Santoso atau bukan.

NASIONAL | 19 Juli 2016

Atlet Menembak Diperkosa Mahasiswa Unesa

Fit yang masih duduk di bangku kelas dua salah satu SMK itu ditelantarkan usai dibujuk untuk melayani nafsu bejat tersangka

NASIONAL | 19 Juli 2016

Wisatawan Hilang di Pantai Anyer Ditemukan Tak Bernyawa

Agung merupakan salah satu dari tiga wisatawan yang terseret ombak besar di Pantai Bandulu Kecamatan Anyer, Minggu (17/7).

NASIONAL | 19 Juli 2016

Bolos Setelah Libur Lebaran, PNS di Bengkulu Utara Diperiksa

Sekda Kabupaten Bengkulu Utara menginstruksikan kepada Inspektorat untuk memeriksa 15 PNS yang membolos tanpa keterangan setelah libur Idul Fitri.

NASIONAL | 19 Juli 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS