Siloam Hospital Purwakarta Berbagi Ilmu dengan 120 Bidan
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Siloam Hospital Purwakarta Berbagi Ilmu dengan 120 Bidan

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:58 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JAS

Purwakarta, Beritasatu.com - Demi mencegah sekaligus meminimalisasi risiko kematian pada ibu hamil dan melahirkan, Siloam Hospital Purwakarta berbagi ilmu dengan menggelar seminar ilmiah bagi para bidan. Seminar ini mengambil tema, "Hipertensi pada Ibu Hamil, Resusitasi pada Neonatus, dan Infertilitas pada Wanita Usia Subur".

Diakui bahwa kehamilan merupakan hal yang ditunggu-tunggu bagi pasangan suami isteri, untuk itu perlu persiapan fisik dan mental serta pengetahuan tentang nutrisi, tumbuh kembang bayi, dan konsultasi kesehatan sangat penting karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan janin.

Sebanyak 120 bidan yang berasal dari Karawang, Subang, dan Garut, ikut dalam seminar tersebut yang menghadirkan pembicara dr Tia Indriana SpOG, dr Anggia F. Riziamuti SpA, M Kes, dan dr Gracia Merryane RGR SpOG. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Hajjah Yeyen selaku Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) wilayah Purwakarta.

Yeyen berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman kepada para bidan untuk bisa meminimalisasi tingkat kematian ibu dan bayi dan bisa melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan aturan sehingga kualitas bidan dapat diperbaiki. Para bidan pun terbilang antusias mengikuti proses perawatan ibu hamil dan melahirkan.

Sementara dr Tia menjelaskan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu indikator kehamilan berisiko tinggi. Oleh karena itu, kondisi ini wajib diwaspadai oleh seluruh ibu hamil.

"Hipertensi dalam kehamilan bisa saja ringan, namun jika tidak segera ditangani secara tepat bisa mengakibatkan masalah serius bahkan mengancam nyawa baik ibu maupun janin yang dikandungnya, sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif antara lain seperti pertumbuhan janin yang terhambat, kelahiran prematur, sampai dapat mengakibatkan bayi meninggal dalam kandungan," jelas dia dalam keterangannya, Rabu (26/6/2019).

Senada dengan itu, dr Anggia menjelaskan saat dilahirkan, bayi akan segera memasuki masa transisi untuk mampu bernapas sendiri. Sayangnya, tidak semua bayi bisa beradaptasi dengan baik. Jika bayi mengalami kondisi tersebut, maka resusitasi bayi baru lahir perlu dilakukan untuk membantu pernapasannya, hingga bayi mampu bernapas sendiri.

"Umumnya saat bayi baru dilahirkan dokter dan tim medis akan mengeringkan tubuh bayi dan menyelimutinya, menjaga suhu agar tetap hangat dan menempatkan bayi pada posisi yang benar. Kemudian berikan aliran oksigen kepada bayi baru lahir, sambil dilakukan observasi atau pemantauan pada bayi yang baru lahir," paparnya lagi.

Sementara dr Gracia memberikan penjelasan kepada peserta perihal infertilitas (kemandulan) pada wanita. Infertilitas adalah kegagalan untuk hamil setelah sekitar satu tahun melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Kondisi ini dapat memengaruhi sekitar 15 persen pasangan pada usia reproduksi.

"Kemandulan dapat disebabkan oleh masalah pada suami atau istri, atau kombinasi faktor-faktor yang dapat mengganggu kehamilan," jelasnya.

Bidan Annisa dari Ciwangi menanyakan adakah cara lain untuk pasangan infertilitas selain yang diketahui yaitu dengan obat kesuburan dan bayi tabung?

"Selain dua cara tadi bisa dilakukan juga dengan cara inseminasi buatan, yaitu dengan cara menyuntikkan sperma langsung ke rahim dengan bantuan kateter. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan lebih tinggi daripada metode lain. Prosedurnya sangat sederhana dan cocok untuk orang dengan kondisi sperma berkualitas rendah atau untuk wanita yang menghasilkan antibodi terhadap sperma," tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Penyelidikan Rusuh 21 Mei, Polri Tunggu Komnas HAM-Kompolnas

Untuk kaliber 9 mm itu tingkat kerusakan proyektil cukup parah, dan pecah, sehingga alur senjata dalam proyektil itu sulit ditemukan.

NASIONAL | 26 Juni 2019

IGI Dukung Skema SNMPTN Dihapus

Sekolah berakreditasi bagus semakin bagus, sedangkan yang jelek semakin jelek. Oleh karena itu, IGI mendukung keinginan Kemdikbud agar kuota SNMPTN.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Anggota Pansel Akui Ada "Keinginan Pimpinan" Terkait Seleksi Jabatan di Kemag

Hasan mengaku sudah melakukan kewajibannya sebagai pansel jabatan di Kemag.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Polda Jatim Bongkar Praktik Aborsi Ilegal Bertarif Tarif Rp 1 Juta

Tersangka membuka praktik aborsi, baik di rumah maupun kamar hotel di Surabaya dengan menggunakan obat-obatan.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Penyebab Harga Ayam Merosot, Jateng Tertibkan Peternak Ilegal

Terjadinya oversupply tersebut, tidak terlepas dari munculnya sejumlah peternak ilegal dan tidak terdeteksi.

NASIONAL | 26 Juni 2019

2019, Polri Catat Kasus Hoax Meningkat Tajam

Kalau tahun lalu itu satu tahun ada 52 kasus. Tahun ini dari Januari sampai Juni sudah ada 51 kasus hoax.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Khofifah Kembali Tak Hadir untuk Bersaksi di Sidang Jual-Beli Jabatan

Dari sembilan saksi, hanya tujuh orang yang hadir di persidangan.

NASIONAL | 26 Juni 2019

JK Ajak Masyarakat Sama-sama Lawan Narkoba

Wapres JK mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi Narkoba. Sebab, BNN tidak bisa kerja sendiri dan butuh bantuan seluruh masyarakat.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Peredaran Narkotika Sasar Generasi Millenial

Peredaran Narkotika Sasar Generasi Millenial

NASIONAL | 26 Juni 2019

Sekolah Negeri Wajibkan Seragam Muslim, Ombudsman DIY Minta Surat Edaran Direvisi

Penggunaan kata mewajibkan diganti dianjurkan,belum cukup. Karena secara terminologi, kata dianjurkan masih sama artinya dengan diwajibkan.

NASIONAL | 26 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS