DIY Belum Terima Penetapan Lokasi Jalan Tol Menuju Bandara Baru
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-4.2)   |   COMPOSITE 4879.1 (-22.36)   |   DBX 933.193 (-0.24)   |   I-GRADE 128.434 (-0.82)   |   IDX30 404.523 (-4.65)   |   IDX80 106.174 (-1.01)   |   IDXBUMN20 268.239 (-4.54)   |   IDXG30 113.341 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-5)   |   IDXQ30 118.527 (-1.29)   |   IDXSMC-COM 209.874 (-0.48)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (-1.15)   |   IDXV30 100.803 (-0.95)   |   INFOBANK15 767.134 (-10.02)   |   Investor33 355.071 (-4.06)   |   ISSI 143.565 (-0.31)   |   JII 517.566 (-1.31)   |   JII70 175.828 (-0.42)   |   KOMPAS100 953.068 (-5.96)   |   LQ45 742.375 (-7.8)   |   MBX 1347.52 (-7.05)   |   MNC36 265.633 (-1.94)   |   PEFINDO25 258.006 (1.37)   |   SMInfra18 230.699 (-2.34)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-3.58)   |  

DIY Belum Terima Penetapan Lokasi Jalan Tol Menuju Bandara Baru

Rabu, 4 September 2019 | 10:57 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / JAS

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum menerim penetapan lokasi (Penlok) proyek jalan tol menuju Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo mengatakan hingga kini surat usulan penetapan lokasi (Penlok) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Prumahan Rakyat (Kempupera) kepada Gubernur DIY masih belum diterima. Karena itu, Pemda DIY masih menunggu pengajuan surat tersebut.

Menurut Budi, setelah Menpupera Basuki Hadimuljono mengabarkan rencana lelang untuk ruas tol di wilayah DIY akan dilakukan pada September ini, Pemda DIY sebenarnya sudah mengagendakan rapat pada Jumat (30/8/2019) lalu, namun batal.

“Belum ada pengajuan Penlok, hingga kini belum ada pembahasan terkait trase yang dilakukan oleh Pemkab Kulonprogo dengan Pemda DIY,” kata Budi, Selasa (3/9/2019).

Dikatakan Budi, Gubernur DIY tidak mengizinkan tol membelah Kota Wates, karena juga akan membelah kawasan Aeropolis. Sebagai alternatif lokasi, pembangunan jalan tol bisa dilakukan di sisi Utara Kota Wates.

“Katakanlah sejauh satu kilometer dari kota Wates. Akan tetapi hal itu juga tidak mudah, karena investasinya tinggi. Pemkab Kulonprogo belum melakukan negosiasi dengan Pemda DIY. Sebab Pemda DIY masih bertahan agar pembangunan tol tidak membelah Kota Wates dan Aeropolis," katanya.

"Kecuali jalan tol dibangun secara elevated (melayang), dan tidak mengorbankan lahan pertanian hingga situs-situs bersejarah," Budi menambahkan.

Sebelumnya, Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan lelang yang dilakukan hanya untuk ruas jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen. Adapun untuk ruas jalan tol yang melewati Kulonprogo meskipun sudah ada kesepakatan namun belum detail.

Hingga kini, katanya, masih belum ada permintaan surat izin penetapan lokasi (IPL). Adapun untuk sosialisasi kepada masyarakat dilakukan oleh pemrakarsa. "Gubernur hanya mengeluarkan IPL. Untuk sosialisasi dari pemrakarsa dan BPN. Yang jelas Pemda siap, setuju, desain dibuat, setelah itu sosialisasi, proses IPL jalan," ujarnya.

Kereta Api Yogyakarta-Semarang

Selain rencana pembangunan jalan tol, pemerintah juga merencanakan pembangunan rel kereta api baru dari Yogyakarta menuju Semarang sebagai akses menuju Borobudur dari Yogyakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo memastikan, jalur kereta api tidak membelah kawasan atau perkampungan.

"Prinsipnya Gubernur DIY tidak mempersoalkan rencana pembangunan rel kereta api baru, namun tidak memisah dua kampung. Artinya dibangun elevated, sejajar dengan proyek jalan tol yang menuju ke Bawen, " katanya.

Namun, Sigit juga menyatakan bahwa pemerintah pusat belum memberikan pemaparan terkait rencana pembuatan rel kereta api baru.

Diketahui, untuk menghidupkan rel lama, Yogyakarta-Magelang akan sangat sulit, karena terlalu banyak perumahan penduduk di atasnya. Sementara, jika dibangun melayang memang akan membutuhkan biaya yang lebih besar.

"Namun, yang namanya kereta api kan pelayanan untuk masyarakat. Kalau hanya dipikirkan sisi bisnisnya saja ya tidak jalan, " ulasnya.

Ditambahkan Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo, pemerintah pusat hingga saat ini memang belum mengambil keputusan terkait dengan jalur kereta api yang akan menuju Borobudur dan Semarang dari Yogya, sedang Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar pembebasan jalan tol harus bersamaan dengan jalur kereta api.

“Jika konsep ini bisa terlaksana maka kesatuan Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglo Semar) akan terlaksana ,” ujarnya.

Jalur-jalur yang ada akan terhubung menjadi satu rangkaian trase yang mempermudah akses wisatawan.

"Ini peluang yang luar biasa dan pertumbuhan ekonomi di sana akan sangat cepat, " ujarnya.

Dia juga menjelaskan, PT KAI kemungkinan sudah mengetahui adanya wacana untuk sejajar dengan jalur tol ini. Namun, hingga kini memang belum ada pembicaraan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak Kementrian pun tengah mematangkan konsep jalur Yogyakarta-Kedundang untuk menuju bandara YIA.

Operasional untuk kereta api bandara melalui Stasiun Kedundang akan dilaksanakan pada tahun 2021. Pada tahun 2019 pembangunan konstruksi untuk jalur kereta api dan terminal sudah akan mulai dibangun.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jaringan Penyelundup Benih Lobster Pantai Timur Sumatera Menggurita

Bahkan dalam pengungkapan kasus penyelundupan benih lobster di Jambi baru-baru ini, ada warga negara asing.

NASIONAL | 4 September 2019

Samad: Pansel KPK Lempar Bola Panas pada Presiden

Hal ini lantaran kandidat yang diserahkan kepada Jokowi, terdapat nama-nama yang dinilai bermasalah.

NASIONAL | 4 September 2019

Usut Dugaan Korupsi DKP, Polres Bengkulu Periksa 10 Saksi

Saksi yang diperiksa termasuk pejabat DKP dan kontraktor pelaksana pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi bangunan pokok unit perikanan.

NASIONAL | 4 September 2019

Kemarau, Sumber Air Baku PDAM Rejang Lebong Kering

Terdapat sejumlah pelanggan PDAM tidak mendapatkan air sama sekali, karena debit air yang ada tidak bisa mengalir ke bagian paling ujung.

NASIONAL | 4 September 2019

Kualitas Udara di Tanjabtim Memburuk, Sekolah Diliburkan

Kebakaran hutan dan lahan gambut tersebut belum seluruhnya padam, sehingga asap juga belum hilang dan kualitas udara masih kategori kurang sehat.

NASIONAL | 4 September 2019

PAN Dukung Alofi Maju di Pilbup Bengkulu Selatan

Calon petahana Gusnan Mulyadi kemungkinan akan maju di Pilbup Bengkulu Selatan melalui Partai Golkar dan beberapa partai lainnya.

NASIONAL | 4 September 2019

Dirut PTPN III dan Pengusaha Gula Jadi Tersangka Kasus Suap

Menurut KPK, Dolly Pulungan meminta uang kepada Pieko Nyotosetiadi karena membutuhkan uang terkait persoalan pribadinya.

NASIONAL | 4 September 2019

Kejari Jemput Paksa Anggota DPRD Surabaya

Sejumlah anggota dewan itu terlibat praktik korupsi dana Jasmas Pemkot Surabaya tahun 2016 dari ratusan proposal yang dikoordinasi Agus Setiawan Tjong.

NASIONAL | 4 September 2019

KPK Tangkap Kepala Daerah di Kalbar

Ruang kerja bupati, sekda dan kantor PUPR di Bengkayang disegel.

NASIONAL | 4 September 2019

550.000 URL Sebar Hoax Papua

Hoax Papua paling banyak disebar lewat Twitter.

NASIONAL | 4 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS