Ini Profil La Nyalla, Ketua Baru DPD
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Ini Profil La Nyalla, Ketua Baru DPD

Rabu, 2 Oktober 2019 | 07:22 WIB
Oleh : JAS

Jakarta, Beritasatu.com- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah memilih ketua yang baru. Pemilihan dilakukan di gedung DPD, Selasa (1/10) malam. Hasilnya La Nyalla Mahmud Mattalitti menjadi ketua DPD yang baru dengan meraih 47 suara.

La Nyalla mengalahkan pesaing terdekatnya yaitu Nono Sampono. Nono meraih 40 suara, disusul Mahyudin 28 suara dan Sultan Baktiar Najamudin (SBN) meraih 18 suara. Ketiga pesaing La Nyala ditetapkan sebagai wakil ketua DPD.

Dari total 136 anggota DPD, hanya dua orang yang tidak hadir dalam pemilihan. Dari jumlah tersebut, 133 suara dinyatakan sah dan satu suara abstain.

Pemilihan tersebut dipimpin ketua sementara yang merupakan anggota termuda Hillary Brigitta Lasut. Hillary didampingi anggota tertua Sabam Sirait.

Sebelumnya, DPD telah resmi memilih empat nama yang menjadi ketua subwilayah, salah satunya adalah La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai Ketua Sub-Wilayah Barat II.

La Nyalla dipilih secara aklamasi oleh anggota DPD RI Gugus Barat 2, yang terdiri dari 32 senator asal Lampung, Pulau Jawa, dan Pulau Bali, dalam persidangan subwilayah yang berlangsung di Ruang Komite 2, Gedung B, Komplek Parlemen DPR-MPR RI, Selasa (2/10).

Keputusan aklamasi diambil karena dukungan kepada La Nyalla telah melebihi 50 persen sehingga sesuai tata tertib pemilihan tidak diperlukan lagi voting.

Selanjutnya pada persidangan paripurna, sebanyak 136 anggota DPD memilih siapa dari empat utusan dari empat gugus subwilayah tersebut sebagai Ketua DPD. Dalam pemungutan suara, La Nyalla keluar sebagai pemenang.

La Nyalla lahir dengan nama lengkap La Nyalla Mahmud Matalitti. Ayahnya, Mahmud Mattalitti, merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Sedangkan kakeknya, Haji Mattalitti, merupakan seorang saudagar besar asal Bugis, Sulsel, yang cukup berpengaruh di Surabaya, Jawa Timur.

Meski berasal dari keluarga berkecukupan, rupanya La Nyalla pernah bekerja serabutan. Saat muda, dia juga dikenal dengan sifat bengal hingga akhirnya menjelma sebagai sosok pengusaha berpengaruh di Surabaya.

Pamor La Nyalla kian mencuat saat berkiprah di PSSI. Pria kelahiran 10 Mei 1959 itu pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015 - 2016, sebelum akhirnya lengser.

Di bawah pimpinan La Nyalla, PSSI telah dihadapkan pada pembekuan atas sanksi yang diberikan oleh Menpora Imam Nahrawi akibat kebijakan PSSI soal hasil rekomendasi BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) yang tidak meloloskan Arema Malang dan Persebaya Surabaya.

Di tengah konflik tersebut, muncul kasus dugaan korupsi yang menjerat La Nyalla. Ia diduga menyelewengkan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 - 2014 saat menjadi pengusaha dan sebagai Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim.

La Nyalla kemudian ditetapkan tersangka. Kongres Luar Biasa PSSI memutuskan untuk memaksa mundur La Nyalla usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Namun, majelis hakim memvonis bebas Ketua Pemuda Pancasila Jatim itu, dalam persidangan yang digelar Pengadilan Tipikor pada 27 Desember 2016.

Pilkada Jatim

Pada Januari 2018, La Nyalla kembali jadi sorotan publik setelah ia terlibat konflik dengan Partai Gerindra, terkait isu mahar politik sebesar Rp 40 miliar untuk pencalonan dirinya dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Akibat hal tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur sampai membuat surat panggilan kepada La Nyalla yang saat itu menjabat sebagai Ketua Kadin Jawa Timur untuk mengklarifikasi pernyataannya terkait mahar politik yang diduga diminta oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Bawaslu memanggil La Nyalla melalui surat pemanggilan bernomor: 011/K.JI/PM.01.01/1/2018 tertanggal 12 Januari 2018.

La Nyalla, yang juga kader Partai Gerindra, mengaku dimintai Rp 40 miliar oleh Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, untuk membayar saksi pilkada. Dana ini juga menjadi syarat dia kelak menerima rekomendasi Gerindra untuk maju sebagai calon kepala daerah di Jawa Timur.

Jika dana itu tidak diserahkan sebelum 20 Desember 2017, dia tidak akan mendapatkan rekomendasi Gerindra untuk maju pada Pilkada Jatim 2018.

Namun, La Nyalla hanya mengirim utusan ke Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jatim terkait klarifikasi dugaan partai politik menerima imbalan dalam proses pencalonan pilkada.

Beberapa bulan kemudian, La Nyalla mendaftarkan diri menjadi sebagai bakal calon anggota DPD RI periode 2019 - 2024 di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur pada bulan Juli 2018 lalu.

Dia bersaing dengan 29 nama bakal calon lainnya untuk memperebutkan empat kursi senator yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur.

La Nyalla pun berhasil meraih lebih dari 2,2 juta suara pemilih pada Pemilu Anggota DPD 2019 di Daerah Pemilihan Jatim.

"Terima kasih kepada rakyat Jatim yang telah memberi kepercayaan kepada saya untuk menjalankan amanah ini," ujarnya.

Berdasarkan data salinan yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, La Nyalla mendapatkan total 2.267.058 suara.

Raihan tersebut menempatkan mantan Ketua Umum PSSI itu duduk di peringkat kedua setelah Evi Zainal Abidin yang meraup 2.416.663 suara.

Selain La Nyalla dan Evi Zainal Abidin, dua calon anggota DPD lainnya yang dinyatakan lolos dari Dapil Jatim adalah Ahmad Nawardi (1.414.478 suara) dan Adilla Azis (1.322.755 suara).

Menurut La Nyalla, perolehan suara yang diraihnya merupakan amanah berat. Dia juga memohon restu dari rakyat Jatim serta berjanji tidak akan mengkhianati kepercayaan tersebut.

Salah satu program utama ke depan yang diusungnya adalah penguatan ekonomi rakyat berskala kecil dan mikro di Jawa Timur, serta berjanji akan menyinergikan program itu dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Advokasi kebijakan di tingkat pusat akan membuka banyak jalan bagi kesejahteraan masyarakat Jatim. Nanti akan dilakukan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, ada provinsi dan kabupaten/kota. Insya Allah banyak jalan yang kami perjuangkan bareng warga Jatim," ucapnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pimpinan KPK Terpilih Bertukar Informasi Lewat Grup WhatsApp

Grup WhatsApp tersebut dimanfaatkan untuk bertukar informasi mengenai perkembangan terbaru di KPK.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

Pesawat Emirates Alami Turbulensi, 11 Penumpang Terluka

5 orang mendapatkan perawatan lanjutan di KKP Ngurah Rai dan dua orang lainnya harus dirujuk ke Rumah Sakit BIMC, Kuta, Bali.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

Skeptisme Publik Jadi Motivasi Pimpinan KPK Jilid V

Sejumlah kalangan meragukan kinerja pimpinan KPK Jilid V.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

PSI Dipercaya Menjadi Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Surabaya

PSI akan memperjuangkan perda-perda yang bermanfaat bagi masyarakat Surabaya, termasuk yang memperjuangkan kebinekaan.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

Tsamara Amany Merasa Sedih Banyak yang Tak Paham Definisi Perkosaan

Menurut Tsamara, pemerkosaan di dalam rumah tangga itu sangat mungkin terjadi.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

2024, Ibu Kota Baru Berfungsi

Ibu kota baru adalah city in the forest.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

Napi Tanjung Gusta Kendalikan Bisnis 16 Kg Sabu-sabu

Tersangka merupakan pengendali jaringan narkoba Malaysia, Medan, Riau dan Palembang.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

Polisi Dalami Peran Oknum Dosen IPB

Kepolisian tengah memeriksa secara intensif oknum dosen Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berinisial AB (44) beserta kelompoknya.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

Pelajar Ikut Aksi Demo Akibat Pengaruh Media Sosial

Kalangan pelajar mendapatkan informasi pemberitahuan demo dari medsos.

NASIONAL | 1 Oktober 2019

30 September 1965 Jadi Hari Terkelam Sepanjang Sejarah

Tujuh perwira tinggi angkatan darat gugur. Jenazah mereka ditemukan di salah sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya, Jaktim.

NASIONAL | 1 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS