Pabrik Baja Lapis Zinc Aluminium di Lippo Cikarang Diresmikan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Pabrik Baja Lapis Zinc Aluminium di Lippo Cikarang Diresmikan

Rabu, 9 Oktober 2019 | 15:53 WIB
Oleh : Mikael Niman / JAS

Bekasi, Beritasatu.com - PT Tata Metal Lestari, yang memproduksi baja lapis zinc aluminium merek Nexalume telah resmi beroperasi, Rabu (9/10/2019).

Pabrik continous coating line yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, diresmikan oleh Chief Executive Officer Yarryanto Rismono, Chief Financial Officer‎ Wulani Wihardjono‎, Vice President Stephanus Koeswandi, Vice President Capital PT Tata Metal Lestari‎ Nicolas Bagus Setiabudi serta Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian Dini Hanggandari.

"PT Metal Tata Lestari adalah pabrik continous‎ zinc aluminium ‎sebagai bahan baku untuk produk-produk baja ringan, genteng metal, rangka baja ringan, dan sebagainya," ujar Chief Financial Officer‎, Wulani Wihardjono‎, saat peresmian pabrik, Rabu (9/10/2019).

Dia menjelaskan, dengan mesin dan teknologi baru membuat PT Tata Metal Lestari mampu memproduksi produk-produk yang lebih berkualitas. Dengan begitu, ke depannya Indonesia akan bebas dari bahan-bahan yang berkarat. "Harapannya ke depan, Indonesia akan terbebas dari baja-baja yang berkarat, sehingga membawa dampak terhadap produk yang awet, tahan lama," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia sangat luas dan rawan bencana sehingga produk PT Tata Metal Lestari sangat cocok untuk membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana maupun rumah tetap di daerah-daerah yang rawan bencana. "Kebutuhan-kebutuhan baja ringan di dalam negeri akan kita upayakan untuk tetap terpenuhi," tuturnya.

Pabrik Tata Metal, merupakan perluasan usaha Tatalogam Group, yang telah 25 tahun memproduksi genteng metal dan baja ringan. Dengan total investasi sebesar Rp 1,5 triliun dan kapasitas produksi sebesar 225.000 ton per tahun, diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pasokan baja lapis di dalam negeri dan pembangunan infrastruktur dan konstruksi di Indonesia.

Sementara itu, ‎Company Executive CN Steel Plant Engineering Co Ltd, Inoue Futoshi, merasa senang dengan peresmian pabrik produksi bahan baku baja ringan ini. "Kami sangat gembira dengan peresmian pabrik ini," tuturnya.

CN Steel Plant Engineering Co Ltd sebagai penyedia mesin dan menjaga kualitas produk agar mampu bersaing ke pasar internasional.

PT Tata Metal beroperasi dengan mesin yang canggih dan modern. Dilengkapi teknologi Air Knife dan Continous Annealing Line berteknologi terdepan yang mampu memastikan uniformity dalam lapisan metal dan grade baja yang lebih baik. Fasilitas continuous coating line ini juga dilengkapi dengan dual pot untuk melakukan continous coating dengan molten metal lainnya.

Berstandar industri 4.0. Mesin produksi PT Tata Metal Lestari beroperasi secara otomatis, berbasis teknologi DNA (Device, Network, Application). Teknologi ini menjamin tingkat akurasi, kecepatan dan standar yang konsisten bagi semua produk yang dihasilkannya. Berbeda dengan pabrik sejenis lainnya, mesin PT Tata Metal Lestari mampu memproduksi hingga ketebalan 2,5 milimeter.

Pendirian pabrik Tata Metal ini diyakini bakal mampu menjadi bagian dari rantai pasokan dalam negeri bahkan tingkat ASEAN, serta memberikan efek ganda bagi perekonomian Indonesia melalui peningkatan terhadap nilai tambah dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan negara dari ekspor.

Industri baja di Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh dengan rata-rata 6 persen per tahun sampai tahun 2025. Hal ini dipicu oleh tingginya permintaan bahan baku untuk sektor konstruksi yang tumbuh 8,5 persen.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Dini Hanggandari, menambahkan‎ pembangunan rumah hunian dan infrastruktur masih memerlukan baja ringan.

"Kebutuhan atap (genteng) baja ringan‎ dibutuhkan sekitar 1,5 juta ton per tahun, sementara suplai dari lima produsen di Indonesia baru bisa menghasilkan 1,2 juta ton per tahun. Jadi, masih ada kekurangan suplai," ujar Dini.

Dengan diresmikan PT Tata Metal Lestari ini dapat menopang kebutuhan baja ringan di dalam negeri dan terlebih lagi dapat masuk ke pasar internasional.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Inilah Tiga Tokoh Penyelamat Demokrasi Indonesia

John Caine Center menilai Presiden Jokowi, Megawati, dan Prabowo dinilai sebagai sosok pembaru penyelamat demokrasi di Indonesia.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Kemhub Tingkatkan Profesionalisme Petugas KPLP

Rakornis KPLP dinilai penting sebagai ajang konsolidasi dan evaluasi terkait masalah keamanan dan keselamatan pelayaran.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Siswi Kelas XII Ciptakan Aplikasi Informasi Kesehatan

"Aplikasi ini dibuat untuk membantu meningkatkan layanan kesehatan dengan memberikan informasi krusial kesehatan untuk masyarakat," ujar Caitlyn.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

GO Indonesia Nilai Ekonomi Kerakyatan Sesuai Prinsip Pancasila

Buku "Pancasilanomics, Jalan Keadilan dan Kemakmuran" yang diluncurkan Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimanta menuai kritik tajam.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Polteka Mangunwijaya Semarang Ajarkan Nilai-nilai Romo Mangun

Ingin meneruskan dan menghidupkan nilai-nilai pedagogik dari Romo Mangun yang menjadi ciri khas Polteka, yaitu eksploratif, kreatif, dan integral.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

BPDLH Lengkapi Implementasi Perubahan Iklim Indonesia

Kehadiran LH Fund melengkapi upaya dan langkah dari kebijakan Presiden Jokowi yang menekankan bahwa perlindungan dan pembangunan lingkungan itu sangat penting.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Menteri BUMN Serahkan Bantuan Broadband Learning Center dan Sambungan Elektrifikasi

Bantuan diberikan untuk SMP Negeri Satu Atap Pulau Messah, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dan 400 KK di NTT.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Alumni PL Bersatu Siap Kawal Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

Alumni Pangudi Luhur (PL) Bersatu menyatakan sikap untuk mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Pasukan Keamanan di Wamena dan Ilaga Akan Ditambah

Sebelum berkunjung ke Timika, Wiranto bersama rombongan terlebih dahulu mengunjungi Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Salut! Prajurit Berpangkat Kopral Kuasai Tujuh Bahasa Asing Hanya dari Grup WA

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berharap agar kemampuan yang dimiliki Kopda Hardius menjadi inspirasi bagi prajurit TNI lainnya.

NASIONAL | 9 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS