Pemilik Mobil Berpelat B 1 RI Bawa Senjata Tajam Bergelar Profesor Palsu
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Pemilik Mobil Berpelat B 1 RI Bawa Senjata Tajam Bergelar Profesor Palsu

Selasa, 5 November 2019 | 16:47 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi membekuk tersangka Prof DR Irwannur Latubual alias IL (39), lantaran kedapatan membawa senjata tajam di dalam mobil Nissan Terra dengan pelat nomor polisi B 1 RI, di Hotel Raffles Jalan Prof DR Satrio, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Setelah dilakukan pendalaman, ternyata yang bersangkutan memiliki gelar profesor palsu. Pelat nomor yang digunakannya pun palsu.

Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng mengatakan, tersangka IL ditangkap penyidik ketika mobil Nissan Terra B 1 RI miliknya, menghalangi mobil tamu hotel, termasuk tamu negara yang menginap di sana untuk mengikuti kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden, 20 Oktober lalu.

"Setelah dilakukan pengecekan didapatkan dua buah senjata tajam yang ada di mobil tersebut," ujar Gede, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/11/2019).

Dikatakan Gede, berdasarkan temuan senjata tajam itu, penyidik kemudian membawa IL untuk diperiksa lebih lanjut ke Mapolda Metro Jaya.

"Hasil pemeriksaan tersangka IL ini diketahui ada dua senjata tajam, dengan alasan itu adalah peninggalan dari keluarganya yang merupakan keluarga keturunan raja-raja di Pulau Buru, di Maluku. Namun setelah dilakukan pengecekan silsilah kerajaan yang diakui, tersangka itu bukan silsilah dari Pulau Buru. Jadi itu cuma alasan saja," ungkap Gede.

Gede menyampaikan, penyidik juga melakukan pengecekan registrasi kendaraan terkait penggunaan pelat nomor B 1 RI, di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. "Ternyata pelatnya palsu atau tidak benar," katanya.

Tak sampai di situ, penyidik kemudian mengembangkan penyelidikan terkait kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang bersangkutan. Ternyata, identitasnya palsu. "KTP ini asli, namun yang bersangkutan membuat identitas palsu di akta otentik. Jadi gelarnya itu palsu," ucapnya.

Gede menuturkan, gelar profesor palsu itu diketahui penyidik setelah melakukan pengecekan di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

"Penyidik sudah mengecek terkait gelar profesor ke Dikti, ternyata didapat keterangan gelar profesor ini tidak terdaftar di Kemenristekdikti. Tersangka IL mengaku gelar didapat secara lisan dari University Of Berkley Michigan America," jelasnya.

Sekadar informasi, University Of Berkley Michigan America berbeda dengan University of California Berkeley yang merupakan kampus terkemuka di California, Amerika Serikat. Diketahui, University Of Berkley Michigan America diduga tidak berizin dan ditengarai memperjualbelikan ijazah, di Indonesia.

Ketika ditanya bagaimana bisa mendapatkan gelar profesor itu, IL mengaku, hanya ikut kelas seminggu dua kali, ada ujian dan diwisuda.

"Kami disuruh ikut kelas, pendidikan, sekolah seminggu dua kali, kampus kasih ujian, kasih wisuda, begitu saja. Jadi karena sudah dikasih wisuda, katanya bisa dipakai (gelar profesor)," kata IL.

Menyoal dalam rangka apa IL berada di Hotel Raffles ketika itu, Gede menjelaskan, tujuannya untuk menghadiri pelantikan presiden kendati tidak memiliki undangan resmi.

"Jadi tersangka ini menginap di Hotel Raffles dengan maksud menghadiri pelantikan presiden. Sebenarnya undangan yang bersangkutan tidak ada, jadi dia pernah masuk DPR, mengaku pejabat negara," kata Gede.

Ihwal apa motif tersangka mau menghadiri pelantikan presiden, Gede menuturkan, hanya untuk menyakinkan kalau dia merupakan keturunan raja.

"Jadi motivasinya, kalau dia bisa menghadiri pelantikan presiden, masuk ke lingkungan Gedung DPR RI, maka dengan harapan tersangka IL ini merasa dirinya betul-betul keturunan raja dari Pulau Buru. Dia mau action di sana, ingin diakui keturunan raja," terangnya.

Gede menambahkan, penyidik saat ini juga sedang melakukan pendalaman terkait adanya dugaan tersangka IL terlibat kasus penipuan dan penggelapan.

"Tersangka IL ini juga ada LP (laporan polisi) penipuan penggelapan yang sedang disidik oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Jadi selain kasus ini, kepemilikan senjata tajam, menggunakan identitas palsu, ada juga laporan penggelapan yang sedang diselidiki," tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka IL diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, termasuk UU Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pensiunan Aparat Penegak Hukum Berpeluang Masuk Dewas KPK

"Presiden berharap Dewas ini betul-betul mewakili kepentingan dari semua pihak,” tegas Fadjroel.

NASIONAL | 5 November 2019

Perppu KPK, Menko Polhukam: Presiden Belum Putuskan

Presiden Joko Widodo belum memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang KPK.

NASIONAL | 5 November 2019

Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2019 Diperkirakan Menurun

Kategori lapangan usaha dengan perkiraan peningkatan kondisi bisnis dan optimisme tertinggi terjadi pada kategori jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

NASIONAL | 5 November 2019

Pemerintah Hormati Putusan Bebas Sofyan Basir

Pemerintah menghormati putusan bebas terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basir.

NASIONAL | 5 November 2019

Anggota Komisi III DPR: Vonis Bebas Sofyan Momentum Introspeksi KPK

KPK tidak perlu malu dengan vonis ini.

NASIONAL | 5 November 2019

Jubir Presiden: Dewas KPK Dipilih Berdasarkan Kompetensi dan Profesionalitas

Presiden juga memilih Dewas dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat.

NASIONAL | 5 November 2019

Kasus Mafia Migas, Eks Bos PT PES Diperiksa Perdana sebagai Tersangka

"BTO (Bambang Irianto) diperiksa sebagai tersangka," kata Jubir KPK, Febri Diansyah.

NASIONAL | 5 November 2019

Universitas Budi Luhur Berikan 2.000 Beasiswa

Beasiswa ini disediakan bagi calon mahasiswa yang memulai kuliah tahun akademik 2020/2021.

NASIONAL | 5 November 2019

Hilang Saat Menyelam, TIM SAR Cari Bos Wuling

Mereka yang hilang yaitu Tan Xue Tao (L) dari PT Wuling Motor, Tian Yu (L) dari PT China-lndonesia, Wang Bing Yang (L), dari PT Morowali Industry Aico.

NASIONAL | 5 November 2019

Waspada, Surat Palsu Mengatasnamakan Menteri PAN RB

Surat tersebut berisi pemberitahuan yang ditujukan kepada para koordinator dan sub koordinator serta para CPNS 2018/2019.

NASIONAL | 5 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS