KPK Dalami Kewenangan Mantan Menag Lukman Hakim
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

KPK Dalami Kewenangan Mantan Menag Lukman Hakim

Jumat, 15 November 2019 | 15:05 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (15/11/2019). Lukman yang terlihat tiba sekitar pukul 13.45 WIB tak berkomentar apapun mengenai pemanggilannya kali ini.

Diduga, pemanggilan ini untuk melanjutkan proses penyelidikan pengembangan dari kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang telah menjerat mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Rommy. Hal ini lantaran nama Lukman tidak tercantum dalam daftar pemeriksaan penyidikan yang dirilis Biro Humas KPK.

Apalagi, penyidikan kasus suap jual beli jabatan telah selesai. Saat ini tinggal Rommy yang menjalani proses persidangan, sementara dua terdakwa lainnya, yakni mantan Kakanwil Kemag Jatim Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemag Gresik, Muafaq Wirahadi telah divonis bersalah.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemanggilan terhadap Lukman merupakan bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan. Tim penyelidik, kata Febri, membutuhkan keterangan Lukman, terutama terkait pelaksanaan kewenangannya selaku Menteri Agama saat itu.

"Ada kebutuhan klarifikasi lanjutan pada proses penyelidikan terkait pelaksanaan kewenangan di Kementerian Agama saat menjabat," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (15/11/2019).

Nama Lukman berulang kali disebut turut kecipratan aliran dana terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemag. Bahkan, dalam putusan Haris, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Lukman menerima uang Rp 70 juta dari Haris Hasanudin terkait proses seleksi jabatan Kakanwil Kemag Jatim yang diikutinya.

Tak hanya itu, Lukman juga mengintervensi agar Haris lolos tiga besar dalam proses seleksi. Padahal, Haris tidak memenuhi syarat lantaran pernah dijatuhi sanksi administrasi.

Selain soal jual beli jabatan, KPK juga sedang menyelidiki dugaan rasuah dalam pelaksanaan ibadah haji. Terkait penyelidikan ini, KPK pernah memanggil dan meminta keterangan Lukman pada 22 Mei 2019 lalu. "Dimintakan keterangan terkait penyelenggaraan haji," kata Febri saat itu.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tantangan Pertamina untuk Move On, Hadirkan Energi Baru dan Terbarukan yang Ramah Lingkungan

“Politik dan keamanan merupakan sumber konflik dan sangat berpengaruh pada ketahanan energi dunia,” kata Purnomo.

NASIONAL | 15 November 2019

Gubernur NTT Inginkan Festival Menipo Menjadi Agenda Tetap Pariwisata

Kegiatan ini dapat menjadi nilai tambah bagi industri kecil dan industri kreatif khususnya sektor pariwisata di NTT.

NASIONAL | 15 November 2019

Sebulan UU Baru Berlaku, KPK Melempem

Pada hari ini, pimpinan KPK bertemu dengan sekitar 15 tokoh antikorupsi.

NASIONAL | 15 November 2019

PTTEP Gandeng LSM Lokal Dukung Pencapaian SDGs

PTTEP Indonesia berkomitmen membangun kemitraan dengan LSM lokal dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.

NASIONAL | 15 November 2019

Pemerintah Perlu Perhatikan Perlindungan Satwa

Isu-isu perburuan dan perdagangan satwa makin menunjukkan kondisi kritis.

NASIONAL | 15 November 2019

BNPT Ingin Napiter Masuk Pusderad Sebelum Bebas

Setiap napiter yang akan bebas sudah mau bersumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

NASIONAL | 15 November 2019

Kodim 0734 Yogyakarta Bangun Displin dan Moral Kebangsaan Lewat Binter

Perkembangan digitalisasi yang tak diimbangi disiplin dan moral akan membawa dampak negatif bagi wawasan kebangsaan, termasuk sikap apatisme dan individualistik

NASIONAL | 15 November 2019

Kasus Impor Bawang Putih, KPK Periksa Sekjen DPR

Pemeriksaan terhadap Indra dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP, I Nyoman Dhamantra.

NASIONAL | 15 November 2019

KPK Dukung Jokowi Berantas Mafia Hukum

Febri menyatakan, KPK siap jika Presiden membutuhkan bantuan membangun sistem pencegahan terkait mafia hukum.

NASIONAL | 15 November 2019

Wawan Klaim Sudah Jadi Pengusaha Sebelum Atut Gubernur Banten

KPK mengecilkan kesuksesan bisnis Wawan lantaran ditenggarai ada pengaruh dari kakak kandungnya.

NASIONAL | 15 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS