Kasus Terorisme di Medan, Pemimpin JAD dan Guru Ngaji Sudah Ditangkap
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kasus Terorisme di Medan, Pemimpin JAD dan Guru Ngaji Sudah Ditangkap

Jumat, 22 November 2019 | 08:29 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JAS

Medan, Beritasatu.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri bekerja sama dengan Polda Sumut sudah menangkap pemimpin tertinggi jaringan Jamaah Ansharu Daulah Sumatera Utara (JAD Sumut) berikut guru mengaji pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution.

"Dari jumlah 30 terduga teroris yang ditangkap itu sudah meliputi pemimpin JAD bernama Yahdi alias Yanto alias Yahya, dan guru ngaji yakni, Salman Al Farizi dan Fahri Junaidi. Mereka ditangkap di Belawan," ujar seorang perwira polisi sumber Suara Pembaruan di Markas Polda Sumut, Jumat (22/11/2019).

Perwira polisi yang terlibat dalam pengungkapan kasus jaringan terorisme itu mengatakan, Polda Sumut bersama Densus 88 Antiteror juga menangkap ahli perakit bom, perekrut, pendoktrin, bendahara, dan calon pengantin yang dipersiapkan untuk melakukan teror bom susulan tersebut.

"Salah satu pengantin yang sudah dipersiapkan dalam rangkaian serangan bom itu adalah Dewi Anggraini. Wanita muda ini adalah istri Rabbial Muslim Nasution. Dia merupakan salah satu dari lima wanita terduga teroris yang merencanakan serangan bom bunuh diri di Bali, termasuk di Medan," katanya.

Mawarni istri Salman Al Farizi juga dikabarkan memiliki peranan dalam menenangkan para istri terduga teroris, termasuk istri dari anggota baru kelompok itu. Mereka juga sudah menyatakan kesiapan mendampingi maupun melanjutkan perjuangan suami sesuai dengan doktrin yang diterima.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan, seluruh terduga teroris yang ditangkap mempunyai peranan masing - masing. Termasuk DA istri Rabbial Muslim Nasution, juga sering mengunjungi salah satu napi kasus terorisme berinisial I di Lapas Tanjung Gusta. Napi itu terkait teror bom di Thamrin maupun lokasi lainnya.

"Kelompok ini banyak tersebar, sehingga bisa saja melakukan aksinya, kapan dan di mana pun. Ini harus diantisipasi. Saya sudah memerintahkan seluruh kapolres dan kapolsek beserta jajaran Polda Sumut guna meningkatkan pengamanan. Kita berkoordinasi dengan TNI," imbuhnya.

Bahkan, lanjut Agus, kelompok radikal itu bisa menjalankan aksinya di rumah ibadah untuk memperkeruh suasana. "Termasuk teror di kantor polisi, pemerintahan maupun fasilitas umum. Tujuan mereka untuk mendirikan negara. Mereka jaringan JAD berbaiat ke Islamic State Irak and Syria (ISIS)," katanya.

Menurutnya, seluruh terduga teroris itu mempunyai kaitan dengan kasus ledakan bom bunuh diri oleh Rabbial Muslim Nasution di Markas Polrestabes Medan. Oleh karena itu, Polda Sumut bersama Densus 88 Antiteror masih terus melakukan pengembangan dan pengejaran. Soalnya, kelompok ini memiliki banyak jaringan. Jumlahnya dinilai tidak sedikit.

"Komunikasi mereka menggunakan media sosial. Jaringan dunia maya ini juga dimanfaatkan untuk menjaring anggota baru, termasuk mencuci otak. Jadi, banyak pola perekrutan yang dilakukan. Ada juga melalui pengajian maupun lainnya. Semua ini masih terus didalami lagi. Sehingga, proses penanganan kasus ini masih panjang.

"Oleh karena itu, kami minta masyarakat untuk mewaspadai kehadiran kelompok ini. Tingkatkan kewaspadaan terhadap orang baru di lingkungan sekitar. Kelompok ini selalu memanfaatkan tempat tinggal rumah kontrakan, tidak bersosialisasi dan selalu mengekslusifkan diri dalam pengajian kelompoknya," sebutnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Duga Ada Pekerjaan Fiktif di Divisi III Waskita Karya Saat Dipimpin Desi Arryani

"Ada setidaknya 14 proyek yang sudah kami identifikasi dan tidak tertutup kemungkinan lebih dari 14 proyek. Itu akan ditelusuri lebih lanjut," kata Febri.

NASIONAL | 22 November 2019

Soal Pekerjaan di Divisi III Waskita Karya, Dirut Jasa Marga: Sudah 10 Tahun Lalu

Desi mengklaim telah menyampaikan hal tersebut kepada penyidik, meski tak mengingat secara rinci karena sudah berlalu 10 tahun.

NASIONAL | 22 November 2019

Angela Terima Anugerah Keterbukaan Informasi untuk Kemparekraf

Wapres berharap Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik 2019 bisa menjadi pemacu badan publik lainnya untuk lebih terbuka dan transparan dalam tata kelola.

NASIONAL | 21 November 2019

Kemparekraf Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

"Dengan didukung ekonomi kreatif, menjadikan sektor ini bisa menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia."

NASIONAL | 21 November 2019

Polri: Belum Ada Anggota Polisi Dikenai Sanksi Pamer Kemewahan

"Prinsipnya kalau ada yang melanggar dan terbukti dengan sengaja (pamer) di media sosial akan ditindak.”

NASIONAL | 21 November 2019

KPK Dalami Peran Dirut PT Jasa Marga dalam Kasus Waskita Karya

KPK menduga kasus korupsi ini merugikan keuangan negara hingga Rp 186 miliar.

NASIONAL | 21 November 2019

Ditjen Hubdat Buka Pendaftaran Mudik Gratis Natal-Tahun Baru

Ada 8 jurusan: Jakarta-Solo, Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Semarang, Jakarta-Purwokerto, Bali-Surabaya, Jakarta-Boyolali, Bali-Yogyakarta, dan Jakarta-Malang.

NASIONAL | 21 November 2019

Komisi III DPR Bentuk Panja Kinerja BNN

Kepala BNN Heru Winarko menyambut baik usulan tersebut. "Kami setuju sekali pimpinan jika itu bertujuan untuk menguatkan kerja BNN."

NASIONAL | 21 November 2019

KPPOD: Bentuk Badan Regulasi Nasional yang Bisa Batalkan Perda Bermasalah

Omnibus law yang saat ini sedang dirancang pemerintah harus mampu mengakomodasi peran dan kewenangan badan regulasi ini.

NASIONAL | 21 November 2019

Pos Indonesia dan Kejari Jakut Beri Solusi Perlancar Pembayaran Tilang

Warga tidak perlu antre melakukan pembayaran serta pengambilan dokumen bukti tilang seperti SIM atau STNK. Mereka cukup mendatangi loket PT Pos.

NASIONAL | 21 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS