Mochtar Riady: Perubahan Teknologi Harus Disikapi dengan Cepat dan Tepat
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Mochtar Riady: Perubahan Teknologi Harus Disikapi dengan Cepat dan Tepat

Kamis, 28 November 2019 | 13:18 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady menyampaikan, perubahan besar dalam era Revolusi Industri 4.0 harus disikapi dengan cepat dan tepat oleh pemerintah maupun dunia usaha. Setiap revolusi industri menurutnya akan membawa peluang atau kesempatan yang baik. Namun di sisi lain juga bisa membawa nasib buruk apabila pemerintah maupun dunia usaha tidak sensitif terhadap perkembangan teknologi.

Mochtar Riady memberi contoh apa yang dialami Tiongkok sekitar 200 tahun yang lalu, saat GDP negara tersebut mencapai lebih dari 30 persen dari GDP dunia. Namun ketika muncul revolusi Industri 1.0 dan 2.0, Tiongkok kurang peka untuk mengikuti perubahan besar tersebut, sehingga akhirnya menjadi negara yang “semi” terjajah.

“Sampai 40 tahun yang lalu, Tiongkok baru mulai pulih kembali dan sekarang ini telah menjadi negara terbesar kedua di dunia. Artinya perubahan teknologi memang akan selalu membawa harapan dan juga kebinasaan. Ibaratnya seperti air yang bisa mengambangkan kapal, tetapi juga bisa menenggelamkan kapal. Sehingga kita harus selalu menyesuaikan diri dengan segala perubahan,” kata Mochtar Riady, di acara "Indonesia Digital Conference" yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber indoensia (AMSI), di Jakarta, Kamis (28/11/2029).

Saat ini juga bukan waktunya lagi untuk bicara tentang teknologi maupun digital. Yang lebih penting menurut Mochtar adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut dalam berbagai proses bisnis agar lebih efektif dan efisien. Misalnya, Artificial Intelligence (AI) yang memiliki peran sangat penting bagi kemajuan suatu perusahaan dan juga negara.

“Jangan terus mikirin digital seolah-olah digital itu hebat. Digital itu bukan barang baru, sudah ada sejak tahun 1946, artinya sudah 74 tahun. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologinya, memanfaatkan AI untuk lebih efektif dan efisien,” kata Mochtar.

Mochtar juga mengingatkan untuk tidak minder apabila saat ini kita masih “kecil” dibandingkan yang lain. Beberapa tokoh sukses seperti Steve Jobs, Bill Gates, dan Jack Ma juga memulai usahanya dari kecil hingga akhirnya menjadi besar. Kuncinya menurut Mochtar adalah selalu sensitif dengan segala perubahan yang terjadi, utamanya perubahan teknologi.

“Di tahun 1995, kita sebetulnya lebih maju daripada Tiongkok. Tapi setelah 20 tahun, Tiongkok kini menjadi negara terkuat nomor dua di dunia. Artinya kita jangan pernah minder kalau Indonesia itu kecil, tidak ada apa-apanya. Justru dari kecil inilah kita akan bisa besar. Kita bandingkan dengan Tiongkok yang tahun 1995 tidak ada apa-apanya, tetapi sekarang ini jadi hebat. Kalau Tiongkok bisa, kenapa kita tidak?,” kata Mochtar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kibarkan Bintang Kejora, Ini Peringatan Polda Papua

"Hal tersebut tidak sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Ahmad Musthofa Kamal.

NASIONAL | 28 November 2019

Tsani Annafari Resmi Mundur dari KPK

Dua penasihat KPK lainnya, Budi Santoso dan Sarwono Sutikno memilih bertahan hingga berakhirnya masa jabatan pimpinan KPK Jilid IV.

NASIONAL | 28 November 2019

Politisi PDI-P Said Abdullah Minta Pemerintah Evaluasi Ujian Nasional

Pemerintah diminta untuk mengevaluasi lagi ujian nasional sebagai ukuran kelulusan siswa. Yang perlu digenjot pemerintah adalah pemenuhan standar yang sama.

NASIONAL | 28 November 2019

1 Desember, OPM Tetap Kibarkan Bendera Bintang Kejora

Orang Papua yang tinggal di wilayah perkotaan memperingatinya dengan cara melakukan ibadah doa disertai kegiatan diskusi atau seminar.

NASIONAL | 28 November 2019

Di Hadapan Pemimpin Redaksi, DPR Berencana Bangun Area Aspirasi

DPR sedang mengkaji pembangunan sebuah area baru yang berfungsi sebagai arena bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi di Kompleks Parlemen, Senayan.

NASIONAL | 28 November 2019

Jelang HUT OPM, Panglima dan Kapolri Kunjungi Papua

Panglima TNI bersama Kapolri mengunjungi Papua guna memastikan keamanan di wilayah tersebut menjelang HUT OPM 1 Desember 2019.

NASIONAL | 28 November 2019

Marwan Dasopang Nilai Sertifikasi Pendakwah Tidak Tepat

Kementerian Agama berencana melakukan sertifikasi terhadap para pendakwah, tetapi langkah ini dinilai tidak tepat oleh DPR.

NASIONAL | 28 November 2019

10 Nama Calon Hakim Agung dari KY Ini Segera Diproses Oleh DPR

Jaja Ahmad Jayus menjelaskan KY diminta MA mengisi 11 calon hakim agung yang kosong. Hanya saja, ujar Jaja, KY baru bisa mengisi enam posisi.

NASIONAL | 28 November 2019

Publikasikan Mahasiswa Terpapar Radikalisme, Dosen Ini Dicopot dari Ketua LP3M Unej

Ia mengaku sama sekali tidak sakit hati.

NASIONAL | 28 November 2019

Polisi Serahkan 80 WNA Pelaku Penipuan Online ke Imigrasi

Polisi menyerahkan WNA pelaku penipuan online kepada pihak imigrasi untuk kemudian dideportasi ke negaranya, Tiongkok.

NASIONAL | 28 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS