Pelaksanaan BPJS Dinilai Tak Sejiwa dengan Konstitusi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pelaksanaan BPJS Dinilai Tak Sejiwa dengan Konstitusi

Sabtu, 7 Desember 2019 | 19:09 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SMRI) Wahida Baharudin Upa mengatakan bahwa pelaksanaan BPJS Kesehatan saat ini tak sejiwa dengan konstitusi. Akibatnya, kata Wahida, jaminan sosial tersedianya pelayanan kesehatan berubah menjadi asuransi sosial kesehatan.

“Makna ini jauh sekali dari hakikat penjaminan kesehatan oleh negara yang tertulis dalam konstitusi kita,” kata Wahida saat menjadi pembicara dalam Seminar bertajuk "Problamatika BPJS Kesehatan Ditinjau dari Aspek Hukum dan Kinerja" di Universitas Bung Karno (UBK), Cikini, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Selain Wahida, hadir juga sebagai narasumber, antara lain Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Prodi Fakultas Ilmu Hukum UBK Azmi Syahputra, Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Kesehatan dr Fahrurrazi serta Betty Rahmawati dan M Emeraldy dari BPJS KC Jakarta.

Menurut Wahida, pelaksanaan BPJS yang salah telah membuat BPJS defisit. Anehnya, kata dia, justru yang disalahkan adalah rakyat yang tidak membayar.

“Defisit bukan karena rakyat tak bayar, tetapi karena bias akibat kebijakan yang bermasalah,” tandas Wahida.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra menilai manajemen yang buruk diduga menjadi sumber permasalahan dari BPJS. Menurut dia, persoalan BPJS sekarang terjadi karena ada aturan yang dilanggar.

"Pertanyaannya kenapa BPJS defisit terus? Ada aturan aja dilanggar, apalagi kalau nggak ada aturan?," kata Azmi.

Azmi menilai keberadaan BPJS sebenarnya sangat baik dan bisa disebut seperti surga buat orang yang kurang mampu. Pasalnya, melalui BPJS, terjadi subsidi silang antara yang dilakukan antara warga negara untuk saling membantu.

"Saya nggak pernah pakai tetapi selalu bayar. Kenapa? Prinsipnya gotong royong. Ada rasa di sana," tandasnya.

Azmi juga menyayangkan adanya pernyataan lempar tanggung jawab di tubuh BPJS. Karena itu, Azmi mengingatkan agar persoalan BPJS segera diselesaikan.

"Bila masalah BPJS ini terus berlarut maka hanya akan menunggu waktu untuk karam dan tentunya pelayanan kepada masyarakat akan terhambat," ungkap dia.

Sebelumnya pemerintah telah menyatakan bahwa 50 persen peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri BPJS Kesehatan kerap menunggak iuran.

Tercatat ada 16 juta dari 32 juta peserta yang tidak tertib membayar iuran. Akibatnya, BPJS mengklaim kembali mengalami defisit anggaran dan terpaksa harus menaikan iuran dua kali lipat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan DPR sangat berterima kasih atas digelarnya seminar yang dilaksanakan UBK.

“Ini bentuk partisipasi masyarakat intelektual dalam membenahi sistem penjaminan sosial kita. Nanti, dari seminar ini akan saya sampaikan dalam rapat di DPR nanti. Kami sangat terbuka dengan segala masukan,” pungkas Melkiades.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KAI Bangun Jembatan Sementara di Jalur KA Sukabumi-Bogor

Jembatan sementara dibangun di Kampung Cicewol, Kabupaten Sukabumi, Jabar, pascalongsor yang menggerus jalur perlintasan Kereta Api Pangrango Sukabumi-Bogor.

NASIONAL | 7 Desember 2019

"Half Time" Membantu Orang Memasuki Fase Kedua Kehidupan

Ada yang berperan ganda, tetap menjalankan karier atau pekerjaan lamanya, sekaligus melakukan peran baru yang Tuhan tunjukkan.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Menaker Dorong Peran Perempuan di Industri Ekonomi Kreatif

Industri ekonomi kreatif mampu menyerap sebanyak 41.340 tenaga kerja.

NASIONAL | 7 Desember 2019

22.985 Babi Mati di Sumut Akibat Hog Cholera

"Kami masih terus melakukan sosialisasi, penguburan tetap terhadap bangkai babi," kata Mulkan Harahap.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Jelang Akhir Tahun, Kemhub Gelar Uji Petik di 51 Pelabuhan

Uji petik mencapai hampir 1.300 kapal.

NASIONAL | 7 Desember 2019

500 Ton Beras di Bulog Tanjungpinang Tak Layak Konsumsi

Gudang Bulog Tanjungpinang masih menyimpan 2.500 ton beras layak konsumsi.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Dorong Pariwisata di Danau Toba Lewat Pendirian Universitas Negeri

Selain pembangunan infrastruktur dan promosi pariwisata, juga harus diimbangi dengan persiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

NASIONAL | 7 Desember 2019

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur, Baznas Gelar Jakbee Hackathon dan Masa Depan Jakarta

Kegiatan ini diselenggarakan untuk menumbuhkan jiwa-jiwa entrepreneur di kalangan pelajar sehingga ke depan mereka diharapkan bisa menciptakan lapangan-lapangan kerja baru sehingga bisa membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di ibukota

NASIONAL | 7 Desember 2019

Masuki Musim Hujan, Waspadai Potensi Banjir

Curah hujan bulan Desember di Jawa, khususnya Jabodetabek, diprediksi akan berada pada kategori menengah hingga tinggi.

NASIONAL | 7 Desember 2019

M Qodari Dukung Modifikasi Kartu Prakerja Diserahkan ke Pemerintah Daerah

M. Qodari mendukung usulan ide dari Abdullah Azwar Anas yang mengusulkan agar seleksi dan distribusi program Kartu Prakerja diserahkan ke provinsi.

NASIONAL | 29 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS