Pengobatan Kardiovaskular Bakal Dominasi Farmasi Indonesia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pengobatan Kardiovaskular Bakal Dominasi Farmasi Indonesia

Selasa, 10 Desember 2019 | 15:59 WIB
Oleh : Indah Handayani / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tingginya angka penderita penyakit kardiovaskular di Indonesia akan berdampak pada pengobatan di Indonesia. Untuk itu, pengobatan kardiovaskular diprediksi bakal mendominasi dunia farmasi di Indonesia.

Presiden Direktur Menarini Indonesia Reinhard Ehrenberger mengatakan di tengah tren gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin instan dan banyaknya makanan yang mengandung gula tinggi, membuat angka penderita penyakit kardiovaskular semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini ditambah lagi banyaknya masyarakat Indonesia yang mulai menua sehingga risiko penyakit kardiovaskular pun meningkat. Berdasarkan data Roskesdas, prevalensi hipertensi di Indoneaia adalah 34,1 persen dan gagal jantung sebesar 5 persen.

"Ini pun yang banyak dialami di beberapa negara berkembang di seluruh dunia. Hal ini tentu saja akan memengaruhi dunia pengobatan, khususnya farmasi yang juga akan lebih banyak berfokus pada kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan hipertensi," ungkapnya disela media gathering di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Tidak hanya itu, lanjut dia, tren dunia farmasi juga akan lebih kepada pengobatan kanker. Mengingat penyakit ini masih dalam kategori penyakit yang masih belum banyak tertangani di dunia. Untuk menjawab tren tersebut, pihaknya sebagai salah satu perusahaan farmasi dunia terus melakukan penyediaan obat-obatan terkait penyakit-penyakit tersebut.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan penelitian dan pengembangan terkini untuk menghasilkan obat-obatan berkualitas.

"Untuk itu, dalam waktu dekat kami juga akan berbagi informasi penelitian terbaru mengenai hasil studi penting berkaitan dengan segmen kardiovaskular. Hal ini sebagai komitmen kami membagi penelitian terbaru dengan sektor kesehatan di Indonesia," tutupnya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kementerian PAN dan RB: SKB 11 Menteri Lindungi ASN dari Radikalisme

Surat keputusan bersama 11 menteri dibuat untuk melindungi aparatur sipil negara dari bahaya radikalisme.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Ricky Rachmadi Dorong Pekerja Migran Berwirausaha

Masih banyak PMI setelah pulang dari luar negeri membeli hal-hal yang kurang penting sehingga uangnya habis.

NASIONAL | 10 Desember 2019

AJI Nilai Indeks Kebebasan Pers Indonesia Memburuk

Memburuknya Indeks Kebebasan Pers di Indonesia dipicu berbagai kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi belakangan.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Hak Atas Nutrisi di Indonesia Masih Jadi Masalah Besar

Kelompok-kelompok rentan seperti anak-anak dan manula, harus mendapatkan prioritas kebijakan.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Pemerintah Usulkan 19 Kawasan Industri Prioritas di Luar Jawa

Namun demikian, dalam upaya mendorong pengembangan kawasan industri prioritas, terdapat tantangan yang harus dapat diatasi bersama.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Ricky Rachmadi Dorong PMI Purna Kreatif Berwirausaha

PMI bisa memiliki bekal untuk berwirausaha sehingga uang yang diperoleh selama bekerja di luar negeri tidak digunakan untuk kegiatan yang konsumtif.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kades di Kaur, Bengkulu Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

"Namun, jika ada bukti baru dalam persidangan nanti ada pihak lain terlibat akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," ujar Alman.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Jateng Pengelola Sistem Pengaduan Publik Terbaik

Sejak memimpin Jateng 2013 lalu, Ganjar melakukan sejumlah gebrakan terkait pelayanan publik khususnya dalam merespon laporan masyarakat.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Mahasiswi Universitas Bengkulu Tewas, Polisi Periksa 18 Saksi

Mahasiswa Unib yang tidak tinggal bersama orang tua, sebaiknya dalam mencari tempat indekos harus memperhatikan lingkungan sekitarnya aman.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Jelang Natal dan Tahun Baru, 160.000 Polisi Amankan Arus Lalu Lintas

Polisi diterjunkan di jalan tol, arteri dan titik-titik yang berpotensi macet.

NASIONAL | 10 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS