BP Jamsostek Jateng-DIY Bayar Klaim Rp 2,4 T
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

BP Jamsostek Jateng-DIY Bayar Klaim Rp 2,4 T

Kamis, 26 Desember 2019 | 17:47 WIB
Oleh : Stefi Thenu / JAS

Semarang, Beritasatu.com - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng dan DIY hingga November 2019 telah membayarkan klaim sebesar Rp 2,4 triliun untuk empat program yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun.

"Jumlah klaim sebesar itu untuk 352.000 kasus," ujar Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan selaku Pps (pejabat pengganti sementara) Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY, Wiwik Septi Herawati, kepada pers, Kamis (26/12/2019).

Wiwik mengatakan, dari jumlah klaim sebesar itu, terbanyak untuk pembayaran klaim JHT sebesar Rp 2,2 triliun untuk 296.000 kasus.

Untuk klaim kecelakaan kerja Rp 106 miliar untuk 21.000 kasus, klaim jaminan kematian Rp 92 miliar 3.300 kasus dan jaminan pensiun Rp 18 miliar 31.000 kasus.

BPJS Ketenagakerjaan, yang kini dipanggil dengan sebutan BPJamsotek, di wilayah kerja Jateng dan DIY, menurut Wiwik, kini memiliki 3.344.741 peserta dari 79.803 badan usaha.

BPJamsotek juga meningkatkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi seluruh pekerja Indonesia.

Penambahan manfaat kedua program tersebut dapat dinikmati tanpa harus membayar iuran lebih. Dengan kata lain, besaran iurannya masih sama dengan sebelumnya.

Penambahan manfaat tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP 44 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

"Di dalam perluasan manfaat JKK, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja akan ditanggung biaya perawatan dan pengobatannya sampai sembuh berapapun biayanya sesuai dengan kebutuhan medis. Penambahan manfaat JKK pada perubahan PP 44 Tahun 2015 salah satunya perawatan di rumah alias homecare," ujar Wiwik.

Lebih rinci, dalam perawatan pengobatan di JKK ada dua perluasan manfaat yakni homecare dan pemeriksaan diagnostik. Tidak tanggung-tanggung, biaya homecare mencapai maksimal Rp 20 juta. Perawatan di rumah atau homecare diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

Sementara itu, pemeriksaan diagnostik dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus penyakit akibat kerja. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan dilakukan hingga tuntas.

Di sisi lain, manfaat JKK juga ditingkatkan dalam biaya transportasi untuk mengangkut pasien yang mengalami kecelakaan. Biaya transportasi dinaikkan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta. Biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Kemudian, angkutan udara dinaikkan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.

Tambahan Manfaat Lainnya
Penambahan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yakni santunan sementara tidak mampu bekerja yang berupa penggantian upah sebesar 100 persen menjadi 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan penggantian upah untuk seterusnya sebesar 50 persen hingga sembuh.

Sementara kematian akibat kecelakaan kerja, biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta, menjadi Rp 10 juta. Selain itu, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta menjadi Rp 12 juta untuk 24 bulan.

Perubahan bukan hanya untuk kecelakaan kerja, tetapi juga program JKM. Santunan kematian naik dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta. Kedua, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta untuk 24 bulan, menjadi Rp 12 juta.

Ketiga, biaya pemakaman naik dari Rp3 juta, menjadi Rp 10 juta. Sehingga total santunan JKM menjadi Rp 42 juta dari sebelumnya Rp 24 juta. Sementara untuk beasiswa juga mengalami perubahan dengan poin-poin yang sama dengan manfaat JKK.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gempa Sukabumi, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat masih melakukan asessment pascagempa.

NASIONAL | 26 Desember 2019

Mahfud Klaim Tahun Ini Natal Paling Aman

Mahfud MD berharap proses pergantian tahun dapat berjalan lancar seperti saat Natal. Dia juga meminta kerja sama dengan seluruh masyarakat.

NASIONAL | 26 Desember 2019

Polisi Evakuasi Bangkai Bus Sriwijaya

Sebagian bangkai Bus Sriwijaya diangkat dari Sungai Lematang untuk kepentingan penyelidikan.

NASIONAL | 26 Desember 2019

Wakil Moeldoko Pastikan Program Presiden Berjalan Baik

Fadjroel tak mau mengungkap siapa sosok yang akan mengisi posisi Wakil Kepala Staf Presiden.

NASIONAL | 26 Desember 2019

2019, KY Rekomendasikan Sanksi untuk 130 Hakim

Pelanggaran paling banyak berupa pelanggaran hukum acara sebanyak 79 hakim

NASIONAL | 26 Desember 2019

Ridwan Kamil Kesengsem Desain Unik Bandara Banyuwangi

Bandara Banyuwangi dikenal sebagai bandara pertama di Indonesia yang mengadopsi konsep terminal hijau.

NASIONAL | 26 Desember 2019

KY Terima 1.544 Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim

Laporan tersebut ada yang lapor melalui pos, datang langsung ke kantor KY dan pelaporan online.

NASIONAL | 26 Desember 2019

Ketua KPK Isyaratkan Tetap Jadi Polisi Aktif

Firli tidak akan mengundurkan diri sebagai polisi aktif dengan alasan dia sudah melepas semua jabatan struktural di Polri.

NASIONAL | 26 Desember 2019

Bandara Soetta Padat, Banyak WNI Bertolak ke Timteng dan Singapura

Ratusan penumpang antre memadati pos pemeriksaan imigrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

NASIONAL | 26 Desember 2019

Tak Lagi Jadi Jubir, Febri Diansyah Harap KPK Tetap Terbuka

Usai tak lagi menjadi corong KPK, Febri menyatakan akan fokus menjalani tugasnya sebagai kabiro humas.

NASIONAL | 26 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS