Ini Kronologi Pembunuhan Hakim Jamaluddin
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Ini Kronologi Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Rabu, 8 Januari 2020 | 22:03 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JAS

Medan, Beritasatu.com - Dua eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin, Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29), ternyata sudah terlebih dahulu dimasukkan ke dalam rumah oleh otak pembunuhan, yang tidak lain adalah istri korban, Zuraidah Hanum (41). Polisi akhirnya mengungkap kronologis pembunuhan itu.

Menurut Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, kronologis pembunuhan hakim Jamaluddin berawal dari Zuraidah Hanum menggunakan mobil Toyota Camry BK 78 ZH, keluar rumah dengan tetap membiarkan pintu pagar rumah dalam kondisi terbuka. Dalang pembunuhan ini menjemput Jefri Pratama dan Reza Fahlevi dari Pasar Johor Medan, Kamis (28/12/2019) malam.

Penjemputan ini memang sudah direncanakan secara matang sekitar pukul 19.00 WIB. Zuraidah Hanum kemudian membawa kedua eksekutor ke rumahnya di Jalan Aswad, Komplek Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22 Medan Johor. Seperti biasanya, Jamaluddin belum pulang ke rumah di waktu yang disebutkan.

Setelah itu, Zuraidah Hanum menyembunyikan Jefri Pratama dan Reza Fahlevi di lantai 3 rumahnya. Sekitar pukul 20.00 WIB, Zuraidah Hanum naik ke lantai 3 membawakan air mineral. Setelah turun dan masuk kamar tidur, Zuraidah kembali naik mengecek kedua eksekutor, sekitar pukul 21.00 WIB.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Jamaluddin pulang ke rumahnya. Setelah membersihkan diri, Jamaluddin kemudian tidur di kamarnya yang berada di lantai 2. Jamaluddin tidur tanpa mengenakan pakaian dan hanya menggunakan sarung. Diduga, Zuraidah sudah memberikan obat tidur yang dicampur ke dalam minuman, sehingga Jamaluddin langsung terlelap. Zuraidah juga berpura-pura tidur. Di tengah mereka, ada anak mereka yang sudah tertidur bernama Kanza (7).

Pada Jumat (29/11/2019) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Zuraidah naik lagi ke lantai 3 rumahnya, memberikan informasi bahwa suaminya sudah tertidur nyenyak. Jefri dan Reza mengikuti langkah Zuraidah menuju kamar tidur. Reza mengambil kain dari pinggir kasur korban, kemudian berjalan dan berdiri tepat di hadapan kepala Jamaluddin dengan kedua tangan sudah memegang kain untuk melakukan pembekapan di bagian hidung dan mulut Jamaluddin.

Sementara itu, Jefri naik ke atas kasur, berdiri tepat di atas korban dan memegang kedua tangan korban di samping kanan dan kiri badan korban. Zuraida berbaring di samping kiri korban sambil menindih kaki korban dengan kedua kakinya dan menenangkan Kanza yang terbangun untuk tidur kembali pada saat eksekusi berlangsung.

Setelah korban tidak bergerak, Jefri dan Reza mengecek bagian perut apakah ada pergerakan tanda bernapas. Setelah yakin korban sudah meninggal dunia, Zuraida memerintah Jefri dan Reza untuk kembali menunggu di lantai 3. Sekitar pukul 03.00 WIB, Zuraida naik ke lantai 3 memanggil Jefri dan Reza untuk turun ke kamar korban.

Ketiganya kemudian berdiskusi untuk menentukan lokasi pembuangan mayat dan akhirnya disepakati dibuang di Berastagi. Mereka memakaikan baju dan perlengkapan korban. Jefri dan Reza memakaikan baju lengan panjang olahraga PN Medan warna hijau dengan posisi didudukkan, sedangkan Zuraida memakaikan celana panjang hijau olahraga PN Medan. Reza memakaikan kaos kaki korban.

Jefri, Reza, dan Zuraida mengangkat mayat korban turun ke lantai 1 dan memasukkan ke dalam mobil korban Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD melewati pintu kanan belakang dengan posisi berbaring di kursi baris kedua dengan kepala di sebelah kanan. Kemudian, Jefri menyetir mobil korban dan Reza duduk di sebelah kiri depan sementara Zuraida membuka dan menutup pintu garasi.

Adapun rute jalan yang dilalui setelah keluar dari rumah korban dengan belok ke kanan menuju Jalan Aswad, dan belok kiri menuju Jalan Eka Warni, belok ke kanan menuju Jalan Karya Wisata, belok ke kiri menuju Jalan AH Nasution Medan, Fly Over Jalan Jamin Ginting dan menuju Jalan Ngumban Surbakti Medan.

Mereka kemudian mengambil belokan ke kiri melintasi Simpang Pemda dan menuju Jalan Setiabudi, Jalan Stella Raya Medan. Mereka sempat berhenti, Reza turun mengambil sepeda motor Honda Vario hitam BK 5898 AET, yang sudah disiapkan dan membuntuti kendaraan yang dikemudikan Jefri Pratama.

Mereka meluncur menuju arah Berastagi, Kabupaten Tanah Karo. Kali ini, Reza yang mengendarai sepeda motor berada di depan mobil selama berkendara. Selama perjalanan, Reza melihat ada jurang. Jefri kemudian menghentikan mobil. Mereka kemudian membuang mobil korban dalam kondisi mesin menyala. Mobil Land Cruiser Prado BK 77 HD berjalan secara otomatis masuk ke dalam jurang kebun sawit.

Jefri langsung naik ke sepeda motor Reza, karena ketakutan apabila ada yang melihat kejadian tersebut. Jefri dan Reza langsung bergerak meninggalkan lokasi tanpa melihat bagaimana kondisi mobil korban. Sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, warga menemukan mobil di jurang. Saat itu, warga sedang menuju lokasi kebun sawit.

Temuan itu dilaporkan kepada warga lain, kepala desa dan polisi. Belakangan diketahui, mayat di dalam mobil adalah hakim merangkap Humas PN Medan, Jamaluddin. Polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Polisi kemudian memberitahukan kematian korban kepada Zuraidah Hanum maupun anak Jamaluddin dari istri pertamanya.

Saat itu, Zuraidah menangis, menjerit dan bolak-balik jatuh pingsan. Ternyata, upaya yang dilakukan itu untuk mengelabui kecurigaan petugas. Zuraidah sempat menolak untuk dilakukan autopsi maupun pemeriksaan kondisi luka pada tubuh suaminya tersebut. Namun, petugas tetap melakukan autopsi mengingat korban merupakan seorang hakim. Belakangan diketahui, bahwa korban tewas karena dibunuh.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketua KPU Belum Tahu Pidana yang Disangkakan ke Wahyu Setiawan

Arief Budiman mengakui belum mengetahui tindak pidana yang diduga dilakukan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang terkena OTT, Rabu (8/1/2020).

NASIONAL | 8 Januari 2020

Anggota Komisi III: OTT Komisioner KPU Bukti KPK Tetap Garang

Dirinya juga meyakini, dengan dukungan masyarakat luas KPK akan tetap menjadi lembaga pemberantas korupsi seperti yang diharapkan masyarakat.

NASIONAL | 8 Januari 2020

OTT Komisioner KPU, KPK Tangkap 4 Orang Lain

Dalam OTT yang dilakukan KPK, Rabu (8/1/2020), Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap bersama tiga orang lainnya.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Korban Banjir Terisolasi, PMI Kerahkan Helikopter Salurkan Bantuan

PMI mendistribusikan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan pangan korban banjir.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Mobil Ini Diparkir Selama Empat Tahun di Bandara Ngurah Rai

Satu unit mobil BMW bernomor polisi DK 118 AV tercatat terparkir selama empat tahun di kawasan parkir mobil Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai.

NASIONAL | 8 Januari 2020

KPU Pastikan OTT Komisioner KPU Tak Ganggu Pilkada 2020

Ketua KPU memastikan penangkapan Komisioner KPU Wahyu Setiawan tidak akan menganggu Pilkada Serentak 2020.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Ketua KPU Sebut Wahyu Setiawan Masih Diperiksa KPK

Ketua KPU Arief Budiman memastikan Komisioner KPU yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Komisioner KPU Diduga Ditangkap Saat Akan Bertugas ke Belitung

Menurut Ketua KPU Arief Budiman kemungkinan Komisioner KPU berinisial WS ditangkap saat hendak bertugas ke Belitung untuk melakukan sosialisasi pilkada serentak

NASIONAL | 8 Januari 2020

Komisioner KPU Wahyu Setiawan Miliki Harta Rp 12,8 M

Berdasarkan data yang dikutip dari situs KPK, Wahyu terakhir melaporkan kekayaannya ke KPK pada 30 Maret 2019 atas kekayaan yang diperolehnya selama tahun 2018.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Arief Cs ke Kantor KPK, Konfirmasi soal Komisioner KPU Terkena OTT

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sejumlah pihak dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

NASIONAL | 8 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS