Presiden Beri Arahan Terkini soal Persiapan Pemindahan Ibu Kota
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Presiden Beri Arahan Terkini soal Persiapan Pemindahan Ibu Kota

Kamis, 16 Januari 2020 | 09:34 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan mengenai pemindahan ibu kota negara. Bersama dengan jajaran terkait, Kepala Negara melanjutkan pembahasan persiapan pemindahan ibu kota dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Hal pertama yang diminta Presiden kepada jajarannya ialah soal kesiapan regulasi-regulasi terkait pemindahan ibu kota tersebut. Terkait hal ini, pemerintah betul-betul memperhatikan aspek dasar hukum dengan mempersiapkan regulasi yang menjadi kekuatan hukum tetap.

"Saya dengar Pak Menteri Bappenas ini sudah siap sehingga segera kita sampaikan, kita berikan kepada DPR, agar bisa diselesaikan," kata Presiden keterangan yang diterima redaksi.

Di samping regulasi, pemerintah juga bersegera untuk membentuk lembaga yang berwenang untuk mempersiapkan, membangun, hingga memproses pemindahan ibu kota tersebut. Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa pemindahan ibu kota tidak sekadar memindahkan kantor pemerintahan ke lokasi baru, melainkan juga mewujudkan sebuah transformasi secara menyeluruh yang menyebabkan diperlukannya badan otoritas tersendiri.

Mengenai desain ibu kota baru, Kepala Negara juga menjelaskan bahwa desain terkait ibu kota baru tersebut telah tersedia yang salah satunya didapatkan melalui sayembara. Tema Nagara Rimba Nusa yang menjadi juara pertama dalam sayembara tersebut dapat menjadi gagasan besar dan dapat disempurnakan.

"Saya kira gagasan besar untuk desainnya sudah ada, tetapi juga desain ini adalah sebuah desain yang bisa diperbaiki dan bisa berubah sehingga saya harap nanti semuanya bisa memberikan masukan mengenai desain ini," ujarnya.

Menurutnya, tema Nagara Rimba Nusa tersebut turut mengangkat konsep mengenai kota yang ramah lingkungan sehingga aspek tersebut juga harus menjadi perhatian utama pemerintah dalam mempersiapkan ibu kota baru.

"Konsep gagasan Nagara Rimba Nusa artinya kita memiliki kewajiban untuk memperbaiki dari lingkungan yang kurang baik menjadi baik, hutan yang rusak menjadi hutan yang kita rehabilitasi dan kita perbaiki," tuturnya.

"Oleh sebab itu, saya juga sudah minta kepada Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) agar disiapkan kurang lebih 100 hektare untuk persiapan nursery, persiapan untuk persemaian, baik bibit-bibit yang berkaitan dengan mangrove atau tanaman-tanaman yang lain," imbuh Presiden.

Sementara mengenai lahan yang dibutuhkan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan kurang lebih 256.000 hektare untuk kebutuhan pembangunan ibu kota baru dalam jangka pendek dan menengah. Secara keseluruhan, lahan seluas 410.000 hektare akan disiapkan untuk pembangunan jangka panjang.

"Pak Menteri BPN dengan Menteri LHK agar ini segera dirampungkan sehingga nanti arsitek, desainer, dan urban planner-nya bisa masuk dan bisa menyelesaikan desain," ucap Presiden.

Adapun yang berkaitan dengan anggaran dan pembangunan, Kepala Negara menegaskan bahwa infrastruktur dasar dan klaster pemerintahan di ibu kota baru nantinya akan dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Di luar tersebut, pihaknya membuka peluang kerja sama investasi terhadap pembangunan ibu kota baru tersebut.

"Infrastruktur dasar nanti akan dikerjakan oleh Kementerian PU (Pekerjaan Umum). Kemudian untuk klaster pemerintahan yang berkaitan dengan Istana dan gedung-gedung kementerian, ini juga akan dikerjakan oleh pemerintah," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gempa Kupang Akibat Tumbukan Australia dan Eurasia

Gempa bumi tersebut tidak hanya dirasakan di Kota Kupang saja, tetapi juga sampai ke Timor Tengah Selatan.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Khofifah Akan Bertemu 3 Menteri Bahas Percepatan Pembangunan Jatim

Khofifah juga menjelaskan jika tahap selanjutnya adalah memastikan bahwa 218 proyek tersebut juga masuk pada RKP 2021.

NASIONAL | 16 Januari 2020

DPRD Targetkan Jabatan Wakil Bupati Kulon Progo Terisi Sebelum 9 Maret

Setelah PDIP, DPP masing-masing partai pengusung yakni PAN, Golkar, PKS, Hanura, dan Nasdem juga diharapkan segera menurunkan rekomendasi.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Pupuk Kaltim Alokasikan Urea Subsidi 186.919 Ton di Jatim

Pupuk Kaltim tetap memperhatikan ketentuan yang menjadi landasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Bendungan Paselloreng Airi 8.510 Hektare Sawah

Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta m3 atau 10 kali lebih besar dibanding Bendungan Raknamo.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Tahan Kadis PUPR Mojokerto, KPK Tegaskan Terus Bekerja

Zainal ditahan di rumah tahanan (Rutan) KPK untuk 20 hari ke depan.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Gubernur Banten Persilakan Tokoh Masyarakat Kritik Dirinya

APBD Banten saat ini sudah mencapai Rp 13 triliun dengan pendapatan sebesar Rp 10 triliun.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Tim Hukum PDIP: Penangkapan Komisioner KPU Bukan OTT

Tim hukum PDIP menduga ada upaya sistematis untuk merugikan atau menghancurkan PDIP.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Besok, Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin Tahap 2 Digelar

Saat rekonstruksi pembunuhan pertama dengan agenda rencana pembunuhan, sedikitnya ada lima lokasi sebagai tempat pertemuan.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Pasca Hujan Angin, Rest Area KM 166 Kembali Kondusif

Hingga kini memang masih dilakukan perbaikan minor di beberapa sektor yang terkena dampak tiupan angin.

NASIONAL | 15 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS