KPK Yakin Mampu Bekuk Caleg PDIP Tersangka Suap Komisioner KPU
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

KPK Yakin Mampu Bekuk Caleg PDIP Tersangka Suap Komisioner KPU

Minggu, 19 Januari 2020 | 16:31 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin mampu membekuk caleg PDIP, Harun Masiku yang menyandang status tersangka pemberi suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

Harun disebut Ditjen Imigrasi telah melarikan diri ke Singapura dengan pesawat melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang membekuk Wahyu dan tujuh orang lainnya.

Ketua KPK, Firli Bahuri menyatakan, tim penyidik masih memburu Harun Masiku. KPK juga meminta bantuan polisi dan lembaga terkait lainnya untuk mencari keberadaan Harun.

"Penyidik tetap melakukan pencarian dan berupaya melakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka yang sampai hari ini melarikan diri. Kita cari keberadaannya. Dan saya sudah tandatangani permintaan bantuan kepada aparat penegak hukum," kata Firli di Gedung KPK akhir pekan lalu.

Firli meyakini pihaknya bersama Kepolisian dan lembaga terkait lain mampu membekuk Harun. Berbeda dengan tersangka pembunuhan atau terorisme, tersangka kasus korupsi umumnya tidak mampu lama bertahan hidup jauh dari mata pencahariannya.

"Sebagaimana pengalaman selama ini, saya kan pernah jadi Deputi Penindakan KPK, ada yang kabur ke luar negeri itu pasti kembali. Karena apa? Karena pelaku korupsi itu beda dengan pelaku pembunuhan yang siap tidur di hutan. Dan juga pelaku teror," ungkap Firli.

"Kalau pelaku korupsi berapa pun kerugiannya, dia akan kembali ke Indonesia. Tinggal kita meminta bantuan aparat penegak hukum khususnya Kepolisian Republik Indonesia karena mereka punya jejaring. Kita juga meminta bantuan untuk mencari keberadaan tersangka," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih berkeliaran.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perambahan Hutan Tak Terkendali, Orang Rimba di Jambi Kian Tersingkir

Kerusakan hutan di Jambi hingga kini sudah mencapai 1,2 juta hektare (ha) atau 57 persen dari luas total kawasan hutan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem, BPPT Tambah Operasi TMC

Tim TMC BPPT akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Adian Bantah Terjadi Keributan di PDIP Saat Penggeledahan KPK

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat tidak ada keributan seperti yang ramai diberitakan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Sopir Bus Maut Subang Diduga Mengebut hingga Hilang Kendali

Bus bernomor polisi E 7508 W yang dikemudikan oleh pengemudi Dede Purnama ini melaju lebih kencang dari sebelumnya.

NASIONAL | 19 Januari 2020

KPK Kaji Jerat Pihak Lain Terkait Kasus Korupsi Pelabuhan Teluk Segintung

Dari laporan tersebut pimpinan KPK akan memutuskan langkah berikutnya terkait penanganan kasus ini.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Pemkot Bengkulu Subsidi Iuran JKN-KIS bagi 4.146 Warga Miskin

Warga miskin tersebut, mendapat subsidi iuran PBI JKN-KIS dari Pemkot Bengkulu, untuk fasilitas perawatan kelas III sebesar Rp 42.000/orang/bulan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Hadiri Natal TMP, Hasto: Ara Sirait Gembala Politik yang Baik

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memuji Ara sebagai gembala politik yang baik, karena di bawah kepemimpinannya berhasil melakukan regenerasi dan kaderisasi.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Bank Sumsel Babel Targetkan Peningkatan DPK

Bank Sumsel Babel telah menyiapkan strategi berburu dana murah.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Pasutri Edarkan Sabu di Kompleks Lokalisasi Dibekuk Polisi

sabu yang dibeli dari bandar Rejang Lebong tersebut, belum sempat dijual karena istri DE bernama SA, yang membawa barang haram itu tertangkap polisi

NASIONAL | 19 Januari 2020

Seni Melayu Jambi Masih Lestari

Fachrori Umar juga mengajak semua insan seni di Provinsi Jambi lebih meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan seni budaya daerah Jambi.

NASIONAL | 19 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS