EcoNusa: Papua dan Maluku, Garda Terakhir Hutan Indonesia Bahkan Dunia
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

EcoNusa: Papua dan Maluku, Garda Terakhir Hutan Indonesia Bahkan Dunia

Selasa, 28 Januari 2020 | 18:54 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Yayasan Ekosistem Nusantara Berkelanjutan atau Yayasan EcoNusa melihat potensi besar hutan di Tanah Papua dan Maluku sebagai garda terakhir hutan di Indonesia dan bahkan dunia.

Itulah yang membuat Yayasan EcoNusa menjadikan Indonesia Timur sebagai pusat kegiatan yang meliputi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Selain itu pemilihan kawasan ini dikarenakan tutupan hutannya yang masih terjaga utuh. Total tutupan hutan di keempat provinsi ini seluas 38.660.805, 42 hektare atau 44 persen dari total tutupan hutan di Indonesia seluas 88.458.514,08 hektare.

Yayasan EcoNusa didirikan pada tahun 2017 yang diprakarsai oleh Bustar Maitar, seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua.

“Yayasan EcoNusa melihat potensi besar hutan di Tanah Papua dan Maluku sebagai garda terakhir hutan di Indonesia dan bahkan dunia. Selain itu Tanah Papua dan Maluku merupakan pusat masyarakat adat terbesar di Indonesia di mana segala budaya dan praktik-praktik baik menjaga hutan lahir,” ujar Bustar Maitar, pendiri dan CEO Yayasan EcoNusa.

Yayasan EcoNusa mengusung visi kedaulatan masyarakat untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Yayasan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan baik lembaga pemerintah maupun nonpemerintah untuk mengelola hutan secara transparan dan akuntabel yang berbasis penguatan masyarakat lokal.

Selain itu EcoNusa membangun gerakan kelautan bersama untuk perbaikan tata kelola dan praktik pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selama kurun waktu dua tahun, Yayasan EcoNusa mempromosikan pembelajaran dan praktik-praktik terbaik yang dilakukan LSM lokal dan masyarakat ke tingkat nasional dan internasional tentang pengelolaan sumber daya alam.

Selain itu Yayasan EcoNusa mengorganisasi kaum muda khususnya di kawasan perkotaan untuk mendukung gerakan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan melalui Sekolah EcoDiplomacy (SED).

SED didirikan sejak tahun 2018. Memiliki lebih dari 47 alumni yang diberi pelatihan serta pengenalan arti pentingnya hutan bagi manusia.

“Pemuda merupakan kunci dari pembangunan yang berkelanjutan. Mereka memiliki peran besar untuk mencapai perubahan serta mempertahankan hutan mereka,” lanjut Bustar

Yayasan EcoNusa juga bekerja sama dengan beberapa kabupaten di Papua dan Papua Barat seperti Kabupaten Kaimana dalam membantu memfasilitasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat dan mitra lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dalam praktik-praktik pengolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan.

“Tingginya komitmen Yayasan EcoNusa membantu Kabupaten Kaimana dalam memperkuat kapasitas masyarakat lokal mengola SDA merupakan langkah awal membantu Kaimana menjadi kawasan konservasi yang berdaya,” ujar Bupati Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Matias Mairuma.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polri Akui Tarik Penyidiknya dari KPK

Masa tugas dua penyidik KPK yang ditarik Polri telah berakhir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Warga Resah, Revitalisasi Monas Dinilai Tidak Ramah Lingkungan

Sejumlah warga resah terhadap proyek ini yang dianggap tak ramah lingkungan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot

Irjen Kemkumham, Jhoni Ginting menjadi pelaksana harian dirjen Imigrasi.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Menlu Siapkan Skenario Evakuasi WNI dari Tiongkok

Berdasarkan catatan Kemlu, saat ini sebanyak 243 WNI ada di 17 lokasi karantina virus corona di Tiongkok.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Menkes Tegaskan Belum Ada Pasien Korona di Indonesia

Menkes Terawan Agus Putranto menegaskan sampai hari ini, belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit virus Korona.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Menko PMK: Pemerintah Jamin Logistik WNI di Tiongkok Cukup

Menko PMK Muhadjir Effendy, memastikan ratusan WNI yang sebagian besar adalah mahasiswa ini aman dan dalam kondisi sehat. Mereka juga tidak kekurangan logistik.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Sungai Jenggalu, Seluma

Jenazah Eko Ekstrada ini baru ditemukan warga setelah tenggelam selama 22 jam.

NASIONAL | 28 Januari 2020

WNI yang Dievakuasi dari Tiongkok Akan Masuk Karantina

Muhadjir memastikan, para WNI yang dievakuasi dari Tiongkok akan disteril terlebih dahulu.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Komisioner KPU Viryan Aziz Dicecar KPK soal Proses PAW Caleg PDIP

Para Komisioner KPU, kata Viryan sepakat untuk menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR dan menolak permintaan PDIP.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polri Lakukan Tiga Langkah Tangani Kasus Asabri

Pertama melakukan verifikasi kebenaran kasus ini, kedua tim melakukan langkah kordinasi untuk mendapat info internal di Asabri. Ketiga tunggu hasil BPK.

NASIONAL | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS