Antisipasi Virus Korona, RSUD Yunus Bengkulu Siapkan Ruang Isolasi Khusus
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Antisipasi Virus Korona, RSUD Yunus Bengkulu Siapkan Ruang Isolasi Khusus

Selasa, 28 Januari 2020 | 21:14 WIB
Oleh : Usmin / JAS

Bengkulu, Beritasatu.com - Rumah sakit umum daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, telah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk mengantisipasi berjangkitnya virus korona di daerah ini.

"Kita tetap melakukan antisipasi terhadap berjangkitnya virus korona di Bengkulu, salah satunya menyiapkan ruangan isolasi khusus di RSUD M Yunus Bengkulu," kata Wakil Direktur RSUD M Yunus Bengkulu, Ismi Fahri, di Bengkulu, Selasa (28/1/2020).

Ia mengatakan, selain menyiapkan ruangan isolagi bagi warga terjangkit virus korona juga sekaligus disiagakan petugas medis, termasuk perawat. Dengan demikian, jika ada warga yang terindikasi terkena virus korona langsung dirawat di RSUD M Yunus Bengkulu.

Meski demikian, tutur Ismi, potensi akan berjangkit virus korona di Bengkulu, sangat kecil kemungkinannya, karena orang asing yang keluar masuk ke daerah ini sedikit sekali. Kalau ada orang asing masuk ke Bengkulu, sudah melalui pintu di pelabuhan dan bandara pertama kali mereka datang ke Indonesia.

Selanjutnya baru kemudian ke Bengkulu, setiba di bandara dan pelabuhan di Bengkulu, mereka menjalani pendeteksian yang ketat dari petugas setempat. Dengan demikian, katanya, tipis kemungkinan virus korona masuk ke Bengkulu.

Meski di Bengkulu, cukup banyak TKA asal Tiongkok yang bekerja di PLTU dan pertambangan baru bara, tapi mereka masuk ke Bengkulu melalui Bandara Soekarno Hatta baru kemudian ke daerah ini, sehingga jika mereka terjangkit virus korona akan ketahuan di Bandara Soekarno-Hatta.

Selain itu, sampai sekarang belum ada TKA asal Tiongkok baru masuk ke Bengkulu. "Semua TKA yang ada di Bengkulu dari pantuan pihak terkait seperti Imigrasi dan Disnakertran sudah lama berada di daerah ini. Bahkan, sebagian mereka sudah kembali ke negaranya karena pekerjaan mereka sudah habis," ujarnya.

Ismir menambahkan, untuk memastikan seseorang terjangkit virus korona perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga ketika ditemukan pasien yang terduga terpapar virus tersebut, statusnya tidak langsung bahaya, tapi masih dalam tahap dengan kecurigaan.

Ismi menambahkan, dalam penelitian sebenarnya virus korona akan mati pada suhu ruangan yang cukup panas, dan virus tersebut juga dapat mati dengan alkohol kadar 70 persen.

"Bengkulu merupakan daerah tropis yang memiliki suhu cukup panas, sehingga virus korona sulit untuk berkembang dan pasti akan cepat mati. Insyaallah virus korona tidak berjangkit di Bengkulu," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menegaskan, daerah ini masih aman dari ancaman penyebaran virus korona asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

"Saat ini, Provinisi Bengkulu, aman dari ancaman penyebaran virus korona. Pintu masuk Bengkulu melalui Bandaran Fatmawati dan Pelabuhan Pulau Baai, sudah dijaga dengan menempatkan alat deteksi virus tersebut," ujarnya.

Dijelaskan, Dinkes Provinsi Bengkulu, telah menempatkan petugas medis dan pemasangan alat thermal scanner (pemindai panas) di Bandara Fatmawati dan Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, guna memastikan orang asing tiba di Bengkulu, terutama asal Tiongkok tidak terjangkit virus mematikan tersebut.

"Jadi, kita sangat ketat melakukan pengawasan orang asing yang baru tiba di Bengkulu. Setiap orang asing yang tiba di Bengkulu, menjalani pemeriksaan thermal scanning guna memastikan tidak terjangkit virus korona," ujarnya.

Dengan pemeriksaan yang ketat terhadap kedatangan orang asing di bandara dan pelabuhan laut di daerah ini, maka kemungkinan virus korona masuk ke Bengkulu, tipis sekali. Namun demikian, Pemprov Bengkulu, tetap mewaspadai virus tersebut.

Gubernur Rohidin menambahkan, pemprov sudah menggandeng seluruh stakeholder untuk saling berperan dalam mencegah virus korona masuk ke daerah ini. Sedangkan deteksi dini penyebaran virus korona sudah dilakukan Pemprov Bengkulu bekerja sama dengan pihak Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Selain itu, Pemprov Bengkulu juga sudah menyiapkan ruang dan tenaga khusus di RSUD M Yunus setempat, sehingga jika ada orang terindikasi terjangkit virus korona langsung diisolasi di ruangan khusus yang telah disediakan tersebut.

"Jadi, berbagai macam bentuk antisipasi berjangkitnya virus korona di Bengkulu, sudah kita lakukan dan berharap Bengkulu bebas dari berjangkitnya virus mematikan manusia tersebut," ujarnya.

Rohidin mengimbau masyarakat Bengkulu, agar tidak perlu panik dan galau terhadap virus korona, karena pemerintah telah melakukan penanganan secara intensif dan sistematis untuk melindungi masyarakat.

"Langkah antisipasi telah kita dilakukan. Demikian pula fasilitas kesehatan sudah disiapkan. Selanjutnya, kita akan buat edaran agar bupati dan wali kota di Bengkulu juga melakukan hal yang sama, sehingga wilayah kabupaten dan kota terjaga dari penyebaran virus tersebut," ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Samsu Rizal mengatakan, pihaknya akan memperketat setiap orang asing masuk ke daerah, khususnya yang berasal dari Tiongkok. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi berjangkitnya virus korona di Bengkulu.

"Sejak merebaknya isu virus korona di Tanah Air, kita mulai melakukan pengawasan dan memperketat orang asing masuk ke Bengkulu, terutama TKA asal Tiongkok. Sebab, virus mematikan itu berasal dari Tiongkok," ujarnya.

Dengan pengawasan keluar masuk orang asing tersebut, sehingga diharapkan tidak ada WNA yang datang ke daerah ini terjangkit virus korona. Soalnya, jika mereka terindikasi terjangkit korona akan terpantau oleh petugas di bandara dan pelabuhan daerah ini.

"Jadi, kecil kemungkinan WNA yang terjangkit virus korona lolos masuk ke Bengkulu. Namun demikian, semua pihak di Bengkulu tetap mewaspadai virus mematikan ini masuk ke daerah ini," ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Periksa Ketua KPU, KPK Dalami Mekanisme PAW Caleg PDIP

Suap diduga diberikan Harun Masiku melalui kader PDIP Saeful Bahri kepada Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Mahfud: Aliran Dana Teroris Masuk RI Ada yang Berbentuk Investasi

Salah satunya berupa pembangunan gedung.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Kemunculan Romantisme Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial

Fenomena belakangan ini landasannya mirip dengan yang terjadi beberapa tahun lalu.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Pameran Garis Mahir, Upaya Memahami Tahapan Berpikir Anak

Rumah Perubahan Rhenald Kasali berkolaborasi dengan Yayasan Tegar menggelar pameran pendidikan bertajuk Garis Mahir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

EcoNusa: Papua dan Maluku, Garda Terakhir Hutan Indonesia Bahkan Dunia

Yayasan EcoNusa didirikan pada tahun 2017 yang diprakarsai oleh Bustar Maitar, seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polri Akui Tarik Penyidiknya dari KPK

Masa tugas dua penyidik KPK yang ditarik Polri telah berakhir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Warga Resah, Revitalisasi Monas Dinilai Tidak Ramah Lingkungan

Sejumlah warga resah terhadap proyek ini yang dianggap tak ramah lingkungan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot

Irjen Kemkumham, Jhoni Ginting menjadi pelaksana harian dirjen Imigrasi.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Menlu Siapkan Skenario Evakuasi WNI dari Tiongkok

Berdasarkan catatan Kemlu, saat ini sebanyak 243 WNI ada di 17 lokasi karantina virus corona di Tiongkok.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Menkes Tegaskan Belum Ada Pasien Korona di Indonesia

Menkes Terawan Agus Putranto menegaskan sampai hari ini, belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit virus Korona.

NASIONAL | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS