Lembaga Eijkman: Virus Korona Wuhan Jenis Ketujuh yang Menginfeksi Manusia
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Lembaga Eijkman: Virus Korona Wuhan Jenis Ketujuh yang Menginfeksi Manusia

Selasa, 28 Januari 2020 | 22:14 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga biologi molekuler Eijkman menyebut, virus korona yang muncul di Wuhan, Tiongkok merupakan virus ketujuh yang diketahui bisa menginfeksi dan membahayakan manusia.

Virus korona Wuhan menurut Lembaga Eijkman yang di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi ini menambah jenis virus korona baru yang bisa menginfeksi manusia. Sebelumnya Eijkman menyebut, dari sekitar 200 jenis virus korona yang Eijkman ketahui dan teliti ada enam jenis yang berbahaya karena bisa menginfeksi manusia. Dari enam virus korona infeksius itu, dua di antaranya sudah diketahui yakni SARS dan MERS.

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS) adalah wabah yang pernah terjadi sebelumnya dan disebabkan oleh virus korona yang datang dari hewan.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengimbau, masyarakat tidak panik namun tetap waspada, menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh.

"Untuk virus korona bukan untuk Wuhan saja, kita punya kit korona virus yang bisa mendeteksi semua virus korona. Kita sudah rutin kerjakan di Eijkman," katanya kepada Suara Pembaruan di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Amin menjelaskan, Eijkman dari penelitian sebelumnya, melihat virus korona di Wuhan diperkirakan muncul dari hewan ke manusia yang dekat dengan hewan tersebut. Karena sebagian besar virus korona itu ada di hewan. Ada 200 jenis virus korona, yang bisa berasal satwa liar seperti kelelawar, ular, musang. Tapi juga ada yang ditemukan di gajah, sapi tapi tidak menyerang manusia.

"Hanya enam yang diketahui menyerang manusia dan dua di antaranya yang terbaru adalah SARS dan MERS dan yang terbaru lagi yang Wuhan. Jadi virus korona di Wuhan adalah yang ketujuh dapat menginfeksi manusia," ungkapnya.

Bahkan, virus korona yang di Wuhan, sebelumnya belum diketahui bisa menyerang manusia.

Selain pola hidup sehat lanjutnya, menjaga stamina dan daya tahan tubuh sangat penting untuk melawan virus. Karena lanjutnya tidak semua orang yang tertular virus itu sakit dan tidak semua yang sakit itu berat. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kekebalan tubuh.

Setelah itu masyarakat juga diminta untuk memahami gejala-gejala awal seperti demam, batuk, sesak napas, kesulitan bernapas, sebaiknya konsultasi dengan dokter walaupun itu mungkin hanya influenza biasa.

"Yang penting adalah kalau ada riwayat kontak, pulang dari perjalanan, atau kontak dengan pasien yang diduga kena virus atau buat yang bekerja di rumah sakit yang merawat pasien seperti itu, juga berisiko," ucapnya.

Selain virus corona 2019-nCov Wuhan, virus corona yang sudah diketahui dapat menginfeksi manusia adalah 229E (alpha coronavirus), NL63 (alpha coronavirus), OC43 (beta coronavirus), dan HKU1 (beta coronavirus), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle East Respiratory dan Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV).

Laboratorium Independen

Amin menambahkan, Eijkman dengan fasilitas laboratorium biosafety level tiga punya kemampuan mendeteksi awal dan mengonfirmasi sebuah virus. Jika ada permintaan uji sampel virus dan konfirmasi maka hasilnya tetap akan disampaikan ke Kementerian Kesehatan. Ia menambahkan, untuk memastikan suatu virus harus ada dua laboratorium independen yang menetapkannya, salah satunya dari Kementerian Kesehatan.

Eijkman lanjutnya, sejak tahun 2007 memiliki laboratorium khusus yang disebut emerging virus research unit yang sudah berperan saat pandemi flu burung.

"Kami sudah punya fasilitas biosafety level tiga kemudian fasilitas polymerase chain reaction (PCR) terbaru untuk mendeteksi secara molekuler adanya virus yang kita tuju dari berbagai macam virus," ucapnya.

Kemudian lanjutnya, jika sudah dalam tahap PCR dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan next generation sequencing guna mengetahui urutan DNA. Peralatan, ruangan khusus dan peneliti lab Eijkman sangat terlatih. Prosedur penelitian virus juga berstandar internasional.

"Jadi kami sudah punya pengalaman mendeteksi virus untuk pertama kali di Indonesia misalnya di 2015 virus zika hanya kami yang menemukan," ujarnya.

Virus itu datang dari kelompok orang di Jambi yang diduga terinfeksi dengue kemudian Eijkman periksa berbagai virus dan ketemu satu virus zika.

Bahkan lanjutnya, tiga tahun sebelumnya Eijkman untuk pertama kalinya menemukan virus west nile di Indonesia, meskipun belum ada data epidemologinya. Belum ada kasus yang dilaporkan, tetapi di Australia dan Malaysia sudah dilaporkan ada kasus. Virus ini berasal hewan yang menjadi reservoar (pembawa atau perantara).

"Kami selalu secara berkala rutin hampir setiap hari mendeteksi sampel-sampel dari pasien yang menderita demam yang tidak bisa dijelaskan. Sampelnya kita periksa di lab Eijkman, dengan ada satu panel untuk mendeteksi berbagai virus," paparnya.

Waktu yang diperlukan dari sampel diterima sampai proses PCR 1-2 hari. Kemudian kalau hasil positif harus dilakukan sequence sekitar 2-3 hari lagi untuk memastikan semua prosedur berjalan dengan baik.

Penyebaran Zoonis

Amin juga mengingatkan semakin tingginya sebaran penyakit zoonis atau yang disebabkan satwa liar. Manusia harus bijak dan menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Dalam pendekatan one health ada lingkaran di mana terdapat kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan menjadi satu kesatuan.

"Jika lingkungannya diganggu otomatis hewan liar dan manusia akan semakin dekat. Hal itu meningkatkan risiko terjadinya perpindahan mikroba- mikrobadari hewan ke manusia atau sebaliknya. Serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit zoonosis," katanya.

Artinya, kalau ekosistem itu bisa berjalan dengan baik diharapkan, risiko penularan akan semakin kecil. Misalnya kata dia, terkait malaria atau dengue, mungkin orang beranggapan sebaiknya nyamuk dimusnahkan, tapi kalau dunia tanpa nyamuk tidak bisa juga.

Menurutnya, dalam rantai ekosistem nyamuk juga makanan hewan lain seperti kodok dan burung. Kalau makanannya tidak ada maka hewan akan mendekati ke manusia.

"Mereka (hewan) memang membawa virus tapi tidak menyebabkan masalah. Tapi begitu sering sekali dekat dengan manusia, membuat manusia sering tercemar dengan kotoran hewan, sering terpapar jadi meningkatkan risiko infeksi," jelasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Tetapkan 3 Petinggi Sunda Empire Tersangka

"Sunda Empire ini merupakan penyebaran berita bohong yang sengaja untuk membuat keonaran di masyarakat atau dengan sengaja menyebarkan berita yang tidak pasti."

NASIONAL | 28 Januari 2020

Antisipasi Virus Korona, RSUD Yunus Bengkulu Siapkan Ruang Isolasi Khusus

Meski demikian, tutur Ismi, potensi akan berjangkit virus korona di Bengkulu, sangat kecil kemungkinannya, karena orang asing yang keluar masuk ke sini sedikit.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Periksa Ketua KPU, KPK Dalami Mekanisme PAW Caleg PDIP

Suap diduga diberikan Harun Masiku melalui kader PDIP Saeful Bahri kepada Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Mahfud: Aliran Dana Teroris Masuk RI Ada yang Berbentuk Investasi

Salah satunya berupa pembangunan gedung.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Kemunculan Romantisme Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial

Fenomena belakangan ini landasannya mirip dengan yang terjadi beberapa tahun lalu.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Pameran Garis Mahir, Upaya Memahami Tahapan Berpikir Anak

Rumah Perubahan Rhenald Kasali berkolaborasi dengan Yayasan Tegar menggelar pameran pendidikan bertajuk Garis Mahir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

EcoNusa: Papua dan Maluku, Garda Terakhir Hutan Indonesia Bahkan Dunia

Yayasan EcoNusa didirikan pada tahun 2017 yang diprakarsai oleh Bustar Maitar, seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polri Akui Tarik Penyidiknya dari KPK

Masa tugas dua penyidik KPK yang ditarik Polri telah berakhir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Warga Resah, Revitalisasi Monas Dinilai Tidak Ramah Lingkungan

Sejumlah warga resah terhadap proyek ini yang dianggap tak ramah lingkungan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot

Irjen Kemkumham, Jhoni Ginting menjadi pelaksana harian dirjen Imigrasi.

NASIONAL | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS