Ketua KPU Dicecar KPK soal Aliran Duit Terkait PAW Caleg PDIP
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Ketua KPU Dicecar KPK soal Aliran Duit Terkait PAW Caleg PDIP

Selasa, 28 Januari 2020 | 23:05 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengakui sempat ditanya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai aliran dana terkait proses Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP. Arief mengklaim tidak menerima apapun terkait proses tersebut.

"Nggak (ditanya soal pengetahuan mengenai aliran suap Wahyu). Cuma saya ditanya Pak Arief terima juga enggak, haha, saya bilang enggak lah," kata Arief usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Arief pada hari ini diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap proses PAW caleg PDIP yang menjerat mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Pemeriksaan terhadap Arief dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka kader PDIP Saeful Bahri.

Dalam pemeriksaan ini, Arief mengaku dicecar penyidik dengan sekitar 22 pertanyaan. Materi pemeriksaan, kata Arief masih seputar tugas dan kewenangannya sebagai Ketua KPU. Selain itu, Arief juga dicecar penyidik mengenai hubungannya dengan Wahyu Setiawan dan Komisioner KPU lainnya.

"Terkait dengan relasi saya kepada Pak Wahyu, cara kerja saya, Pak Wahyu dan para anggota KPU," katanya.

Arief juga dicecar mengenai respons KPU terkait permintaan PDIP agar Harun Masiku ditetapkan sebagai anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. Arief mengklaim, keputusan KPU menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR telah sesuai aturan yang berlaku. Keputusan itu pun telah disampaikan KPU kepada PDIP.

"Siapapun bisa mengajukan PAW, tetapi pengajuan itu diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami memproses sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Arief mengklaim tidak pernah berbicara dengan Wahyu mengenai proses PAW Harun Masiku yang kini berstatus tersangka dan menjadi buronan KPK. Dalam rapat-rapat pembahasan pun, Wahyu tak ngotot mendorong nama Harun untuk ditetapkan sebagai anggota DPR PAW. "Enggak, enggak ada. Enggak ada," kata Arief.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR.

Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah "hilang ditelan bumi". Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali.

Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta.

Bahkan, seorang warga mengaku melihat Harun mendatangi rumah istrinya di Perumahan Bajeng Permai, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tim Khusus Polri Buru Harun Masiku

Harun Masiku menghilang setelah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NASIONAL | 28 Januari 2020

Lembaga Eijkman: Virus Korona Wuhan Jenis Ketujuh yang Menginfeksi Manusia

Selain pola hidup sehat lanjutnya, menjaga stamina dan daya tahan tubuh sangat penting untuk melawan virus.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polisi Tetapkan 3 Petinggi Sunda Empire Tersangka

"Sunda Empire ini merupakan penyebaran berita bohong yang sengaja untuk membuat keonaran di masyarakat atau dengan sengaja menyebarkan berita yang tidak pasti."

NASIONAL | 28 Januari 2020

Antisipasi Virus Korona, RSUD Yunus Bengkulu Siapkan Ruang Isolasi Khusus

Meski demikian, tutur Ismi, potensi akan berjangkit virus korona di Bengkulu, sangat kecil kemungkinannya, karena orang asing yang keluar masuk ke sini sedikit.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Periksa Ketua KPU, KPK Dalami Mekanisme PAW Caleg PDIP

Suap diduga diberikan Harun Masiku melalui kader PDIP Saeful Bahri kepada Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Mahfud: Aliran Dana Teroris Masuk RI Ada yang Berbentuk Investasi

Salah satunya berupa pembangunan gedung.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Kemunculan Romantisme Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial

Fenomena belakangan ini landasannya mirip dengan yang terjadi beberapa tahun lalu.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Pameran Garis Mahir, Upaya Memahami Tahapan Berpikir Anak

Rumah Perubahan Rhenald Kasali berkolaborasi dengan Yayasan Tegar menggelar pameran pendidikan bertajuk Garis Mahir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

EcoNusa: Papua dan Maluku, Garda Terakhir Hutan Indonesia Bahkan Dunia

Yayasan EcoNusa didirikan pada tahun 2017 yang diprakarsai oleh Bustar Maitar, seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polri Akui Tarik Penyidiknya dari KPK

Masa tugas dua penyidik KPK yang ditarik Polri telah berakhir.

NASIONAL | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS