Wapres Ajak NU Bersama Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM dan Bangun Ekonomi dari Bawah
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Wapres Ajak NU Bersama Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM dan Bangun Ekonomi dari Bawah

Sabtu, 1 Februari 2020 | 09:37 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Arah pembangunan Indonesia ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, sehat, cerdas, produktif, menguasai teknologi, dan berakhlak baik. Nahdatul Ulama (NU) diharapkan terlibat bersama negara di dalam mencapainya, termasuk melaksanakan paradigma pembangunan ekonomi dari bawah (bottom up).

Berbicara di hadapan warga NU saat perayaan Harlah ke-94, di Jakarta, Jumat (31/1/2020), Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, menyatakan, dalam rangka terlaksananya arah itu, selain melalui reformasi pendidikan jangka panjang, pemerintah mendorong pendidikan vokasi sebagai strategi jangka pendek.

"Ini penting, selain juga membangun infrastruktur dan penyederhanaan regulasi," kata Kiai Ma'ruf.

Dijelaskan Kiai Ma'ruf, selama ini banyak regulasi menghambat. Ini akan diluruskan atau disederhanakan melalui omnibus law.

Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf juga mendorong terlaksananya transformasi ekonomi yang menyejahterakan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Targetnya, agar para wirausaha Indonesia tidak menjadi kerdil terus, namun berkembang.

"Jadi tidak stunting," imbuhnya.

Hal-hal yang masih menjadi hambatan akan terus diperbaiki dan direformasi oleh Pemerintah sesuai dengan tuntutan masyarakat. Kata Kiai Ma'ruf, dahulu paradigma pembangunan hanya membesarkan konglomerat saja. Sebab teori yang digunakan adalah trickle down effect, di mana konglomerat diharapkan meneteskan kesejahteraannya ke masyarakat di bawahnya.

"Tapi ternyata tidak netes-netes. Makanya kita balik sekarang. Membangun ekonomi dari bawah, bottom up economy development," ujarnya.

"Tetapi bukan membenturkan yang atas dengan yang bawah, tetapi kolaborasi yang kita bangun. Sehingga sama-sama kuat," tambah Wapres.

Dengan demikian, paradigma itu akan mendorong berkurangnya kesenjangan kesejahteraan yang ada.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Panggil Rekanan PT Indosat Terkait Laporan Ilham Bintang

Saat mengecek ATM Commonwealth Bank di Melbourne pada 6 Januari 2020, Ilham melihat rekeningnya dikuras habis.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Ditarik Kejaksaan Agung, Jaksa Yadyn Punya Banyak Informasi Kasus Suap Harun Masiku

Jaksa Yadyn akan menangani kasus Jiwasraya.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Harga BBM Disesuaikan, Pertamax Turun Rp 200 Per Liter

Di wilayah DKI Jakarta, Pertamax Turbo juga mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 9.900 menjadi Rp 9.850 per liter.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Wapres Apresiasi dan Dorong Pengembangan Program Koin NU

Baginya, semua itu adalah babak baru dari kemandirian yang dimiliki oleh NU.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Datang dari Tiongkok, Empat Mahasiswa Asal Jateng Dirawat di RS Margono

Ganjar juga menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk memantau perkembangan mahasiswa asal Jateng di Tiongkok.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Pembentukan BRIN Berpedoman pada Prinsip Bebas Aktif

Kemitraan Iptek dengan luar negeri harus dipastikan menjamin terjadinya alih teknologi.

NASIONAL | 31 Januari 2020

Megawati Ingatkan BRIN Tidak Boleh Profit Oriented

Struktur organisasi BRIN tidak boleh lagi berorientasi pada watak birokrat.

NASIONAL | 31 Januari 2020

Megawati Pantau Langsung Pembahasan UU Sisnas Iptek

Megawati menugaskan kader partainya untuk terlibat di Pansus RUU Sisnas Iptek.

NASIONAL | 31 Januari 2020

UU Sisnas Iptek Muluskan Jalan Menuju Negara Industri

Mekanisme dan struktur organisasi BRIN memastikan secara bertahap pendanaan bagi riset dan inovasi nasional.

NASIONAL | 31 Januari 2020

Arzeti Minta Pemerintah Permudah Izin Pengusaha UKM

Arzeti juga meminta para pengusaha obat dan makanan memperhatikan bahan-bahan yang digunakan agar tidak merugikan masyarakat.

NASIONAL | 31 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS