Mahfud MD: Lockdown Belum Tentu Selesaikan Masalah
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Mahfud MD: Lockdown Belum Tentu Selesaikan Masalah

Senin, 23 Maret 2020 | 17:18 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengemukakan ada beberapa cara menghadapi penyebaran virus corona atau Covid 19. Pertama, dengan melakukan lockdown atau menghentikan sementara semua aktivitas negara. Namun pilihan itu belum tentu efektif. Contohnya terjadi di Italia. Di negara Eropa itu sudah diumumkan lockdown tetapi masyarakat masih jalan ke mana-mana.

"Di Italia, lockdown, di mana kota ditutup tetapi korban masih berjatuhan. Korban masih berjatuhan karena masyarakatnya tidak disiplin, bus-bus masih berjalan, orang saling menularkan, sehingga sampai kemarin itu sudah bisa menewaskan 789 orang. Ya 800 orang lah (menurut situs worldometer.info hingga Senin, 23 Maret korban meninggal di Italia sudah sampai 5.476 orang) kemarin itu. Nah, itu kalau lockdown sehingga lockdown itu pun di samping juga agak kurang manusiawi itu juga ternyata tidak efektif seperti di Italia," kata Mahfud MD dalam video konferensi pers yang disebar ke media di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Cara kedua, kata Mahfud adalah dengan care immunity. Cara ini seperti disebut dilakukan konon di Inggris. Dalam metode ini, orang dibiarkan melakukan pertaruhan imunitas atau kekebalan pribadi, komunitas, kelompok.
"Jadi orang dibiarkan dari imunitasnya sendiri-sendiri sehingga pada akhirnya sesudah menyebar akan hilang. Itu juga sangat tidak manusiawi. Itu orang disuruh cari selamat sendiri-sendiri," jelas Mahfud MD.

Dia menegaskan Indonesia memilih menjaga jarak (social distancing) atau physical distancing. Metode ini adalah menjaga jarak ketika bertemu atau berpapasan dengan orang lain.

"Melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain itu dihindari kalau tidak sangat penting. Kalau sangat penting, jaraknya diatur 1 meter. Kemudian membersihkan diri, tangan, wajah, baju, dan sebagainya," tutur Mahfud.

Saat ditanya masih banyak masyarakat yang melanggar, dia tegaskan pada rapat Minggu (22/3/2020), sudah diputuskan TNI dan Polri ikut turun tangan secara selektif untuk menghalau masyarakat. Mereka dibantu oleh satpol PP di daerah-daerah untuk melakukan pembubaran terhadap kerumunan-kerumunan orang.

"Nah itu yang kemarin dilakukan. Memang pilihan apapun pasti ada yang kritik, ada yang mengatakan lockdown, begitu dicoba lockdown terbatas dalam transportasi misalnya udah ributnya bukan main. Ketika ada misalnya perintah mengurangi kerja di kantor, itu kan juga sudah banyak orang mengeluh. Gimana pekerja harian seperti kami kalau orang tdak ke kantor kami dapat apa seperti ojek dan sebagainya itu. Jadi memang kita harus bersabar yang penting kekompakan antara pemerintah dan rakyat harus saling menjaga," tutup Mahfud MD.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hari Ini, Pasien Corona Bertambah 65 Orang

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 bertambah 65 orang, total menjadi 579 orang.

NASIONAL | 23 Maret 2020

Telkom Group Sediakan Internet untuk RS Darurat Corona

Telkom Group membantu menyediakan akses internet bagi RS Darurat Covid-19 Kemayoran.

NASIONAL | 23 Maret 2020

Antisipasi Virus Corona, Mudik Gratis Ditiadakan

Kemhub resmi menghapus program mudik gratis pada masa Angkutan Lebaran 2020. Mudik gratis yang diadakan oleh Kemhub, BUMN, hingga swasta akan ditiadakan.

NASIONAL | 23 Maret 2020

RSPI Sulianti Saroso Rawat 24 Pasien Pandemi Covid-19

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso tengah merawat 24 orang terkait pandemi virus corona (Covid-19) pada Senin (23/3/2020).

NASIONAL | 23 Maret 2020

Mahfud Sebut Keppres Realokasi Anggaran Sudah Diterbitkan

Dalam Keppres itu juga berisi pelibatan lebih banyak kementerian dalam mengatasi corona.

NASIONAL | 23 Maret 2020

Polda Sumut Keluarkan Larangan Berkumpul

Masyarakat tidak dibenarkan berkumpul di tempat hiburan ataupun fasilitas umum lainnya.

NASIONAL | 23 Maret 2020

Menristek: Alhamdulillah Saya Negatif Corona

Hasil diagnosis lengkap tersebut sudah diberikan oleh RSPAD Gatot Soebroto kepada Menristek pada Senin (23/3/2020).

NASIONAL | 23 Maret 2020

Kasus Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 579 Orang

ada penambahan kasus baru positif terinfeksi virus corona yakni 65 orang hari ini, Senin (23/3/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus per hari ini mencapai 579.

NASIONAL | 23 Maret 2020

Cegah Corona, Wapres Minta Fatwa Tak Perlu Mandikan Jenazah dan Salat Tanpa Wudu

Wapres meminta dua fatwa baru, yakni terkait memandikan jenazah pasien corona dan dibolehkannya petugas medis salat tanpa wudu dan tayamum.

NASIONAL | 23 Maret 2020

Pemprov Aceh: Balitbangkes Aceh Siap Uji Spesimen Corona

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan laboratorium Balitbangkes Aceh sudah memadai untuk uji spesimen corona.

NASIONAL | 23 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS