Antisipasi Corona, 30 Persen Dana Desa Dialokasikan Jadi Bansos
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-1.43)   |   COMPOSITE 4945.79 (-4.57)   |   DBX 931.257 (3.43)   |   I-GRADE 131.318 (-0.36)   |   IDX30 415.488 (-1.44)   |   IDX80 108.562 (-0.21)   |   IDXBUMN20 273.68 (0.23)   |   IDXG30 115.596 (-0.04)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-1.77)   |   IDXQ30 121.636 (-0.48)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.51)   |   IDXV30 102.795 (-0.25)   |   INFOBANK15 787.375 (-5.42)   |   Investor33 363.773 (-1.43)   |   ISSI 144.695 (0.4)   |   JII 523.846 (0.8)   |   JII70 177.783 (0.61)   |   KOMPAS100 971.12 (-1.32)   |   LQ45 760.321 (-1.8)   |   MBX 1369.12 (-2.2)   |   MNC36 271.592 (-0.74)   |   PEFINDO25 259.811 (2.18)   |   SMInfra18 233.526 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-1.36)   |  

Antisipasi Corona, 30 Persen Dana Desa Dialokasikan Jadi Bansos

Rabu, 8 April 2020 | 16:57 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAS

Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah bakal memfungsikan sebagian dana desa sebagai bansos mengantisipasi dampak virus corona atau Covid-19. Berdasarkan susunan APBN 2020 terbaru, total dana desa yang akan digulirkan oleh pemerintah pada tahun ini mencapai Rp 71,19 triliun dari susunan awal Rp 72 triliun.

Adapun, dari data Kementerian Keuangan, tercatat dana desa yang akan difungsikan sebagai bansos mencapai Rp 24 triliun. Di mana, penyaluran per desa akan tergantung variasi masing-masing.

“Dana desa tidak dikurangi, tapi diubah penggunaannya. Ada tambahan menu untuk Bansos. Anggaran yang dibutuhkan dana desa tergantung variasi masing-masing desa, kisarannya bisa sampai Rp 24 triliun atau 25-30 persen dari dana desa, tergantung jumlah assessment terkait penduduk desa yang eligible,” kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti dalam penyelenggaraan "Dialogue Kita April 2020" secara online dengan topik "Bantuan Sosial di Tengah Pandemik Covid-19", Rabu (8/4/2020).

Untuk mengantisipasi dampak ekonomi dari pandemi virus corona (Covid-19) secara merata dan meluas, Pemerintah tengah melakukan pendataan terhadap jumlah keluarga di desa yang lepas dari perhitungan dari kelompok menengah ke bawah. Saat ini sudah terdata 5,8 juta keluarga di desa yang bisa menerima dana tersebut.

“Jadi, terkadang desa ini lepas dari data yang ada, kita tahu sekarang di desa terdapat mereka yang miskin dan jumlahnya banyak," kata Astera Primanto Bhakti.

Saat ini, Primanto mengatakan pihaknya bersama dengan Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, hingga Pemda sedang melakukan verifikasi atas data keluarga miskin di desa. Harapannya, verifikasi data ini bisa diselesaikan dalam waktu dua minggu sehingga penyaluran dana desa secara langsung kepada keluarga miskin bisa dieksekusi pada akhir April ini.

Namun, menurutnya penyaluran dana desa ini juga tidak menunggu semua data selesai dan lengkap. Desa yang terdampak akan diprioritaskan untuk mendapatkan dana ini.

Melalui verifikasi ini, masyarakat miskin di desa diharapkan akan mendapatkan bantuan yang setara dengan masyarakat lainnya. Adapun, dana desa yang digulirkan langsung ke keluarga rencananya mencapai Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan. Dana ini nantinya akan disalurkan kepada keluarga miskin di desa yang selama ini tidak tercakup dalam bantuan sosial (bansos) dari pusat maupun daerah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

24.000 Buruh di PHK, Ganjar: Silakan Daftar Kartu Prakerja

Hingga 6 April 2020 tercatat sebanyak 191 perusahaan dengan 148.791 karyawan terdampak virus ini.

NASIONAL | 8 April 2020

Pemprov Bengkulu Siapkan Bantuan Sembako Senilai Rp 24 Miliar untuk Warga Terdampak Covid-19

Pemprov Bengkulu siapkan bantuan sembako senilai Rp 24 miliar.

NASIONAL | 8 April 2020

Jasa Tirta II Tegaskan Kapasitas Waduk Jatiluhur Masih Aman

Meski tampungan air di Waduk Saguling hampir mencapai batas elevasi, Jasa Tirta II memastikan kapasitas Waduk Jatiluhur masih aman menampung aliran Citarum.

NASIONAL | 8 April 2020

Tekan Kelebihan Kapasitas, KPK Minta Pemerataan Hunian Narapidana di Lapas

Pemerataan hunian lapas ini menurut KPK bertujuan mengurangi beban kelebihan kapasitas di Lapas strategis serta mencegah penyebaran virus corona.

NASIONAL | 8 April 2020

Lawan Corona, Narapidana Produksi APD Mandiri

Ketersediaan APD yang masih langka membuat para narapidana yang tersebar di berbagai lapas.

NASIONAL | 8 April 2020

Cegah Covid-19 di Lapas, Kemkumham Telah Bebaskan 35.676 Napi dan Anak

Narapidana yang keluar melalui asimilasi sebanyak 33.078 dan Anak sebanyak 783 dan ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona di Lapas.

NASIONAL | 8 April 2020

Hanya 96.496 Siswa Lulus SNMPTN 2020

Dari 489.601 pendaftar hanya 96.496 peserta yang lulus SNMPTN 2020. Namun dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah ini mengalami peningkatan.

NASIONAL | 8 April 2020

Kemhub Matangkan Aturan Transportasi di Wilayah PSBB dan Mudik 2020

Peraturan tersebut akan menjadi acuan untuk pengendalian pada wilayah yang berstatus pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta mudik 2020.

NASIONAL | 8 April 2020

Antisipasi Corona, Pemkab Rejang Lebong Bagikan 500.000 Masker

Pemkab Rejang Lebong akan membagikan masker sebanyak 500.000 lembar kepada masyarakat daerah ini. Pembagian masker ini sebagai antisipasi virus "corona".

NASIONAL | 8 April 2020

Menteri PAN dan RB Tegaskan Bakal Sanksi ASN yang Nekat Mudik

Terkait pandemi virus corona (Covid-19), Menpan RB bakal memberikan sanksi terhadap ASN yang nekat mudik.

NASIONAL | 8 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS