Hadapi Perubahan Tren Global, Jokowi Minta Pariwisata Terapkan Ketat Protokol Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Hadapi Perubahan Tren Global, Jokowi Minta Pariwisata Terapkan Ketat Protokol Kesehatan

Kamis, 28 Mei 2020 | 13:19 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk menghadapi perubahan tren pariwasata global akibat pandemi virus corona atau Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penerapan protokol tananan normal baru di sektor pariwisata yang mampu menjawab perubahan tersebut.

“Karena itu utamanya adalah keselamatan dan kesehatan, maka protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata betul-betul harus menjawab isu utama tadi,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas yang membahas tatanan normal baru di sektor pariwisata yang produktif dan aman Covid-19 melalui konferensi video di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Protokol tatanan normal baru harus dilakukan para pelaku industri pariwisata, mulai dari protokol kesehatan yang ketat di sisi transportasi, di sisi hotel, di sisi restorannya hingga area-area wisata yang ada di Indonesia.

“Sebagai perbandingan, saya melihat benchmark di negara lain yang sudah saya melihat menyiapkan ini dengan kondisi new normal di sektor pariwisata,” ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pandemi virus corona atau Covid-19 ini akan mengubah tren pariwisata, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara-negara di seluruh dunia.

Dalam perubahan tren pariwisata tersebut, lanjutnya, ada tiga hal yang akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong ke tempat-tempat wisata. Ketiganya adalah kesehatan (health), kebersihan (hygiene) dan keselamatan (safety). Ini akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong ke tempat wisata.

Selain itu, referensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak melibatkan banyak orang dari sebelumnya melibatkan banyak orang. Kemungkinan besar, wisata yang akan dilakukan para wisatawan ini bergeser menjasi solo travel tour, wellnes tour, termasuk di dalamnya juga virtual tourism serta staycation.

Dengan adanya perubahan tren pariwisata tersebut akibat pandemi Covid-19, Jokowi meminta para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus dapat mengantisipasinya. Dengan segera menyiapkan protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata yang diharapkan dapat tetap menjaga produktif tetapi tetap aman dari Covid-19.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dijaga Aparat, Objek Wisata di Bengkulu Tutup hingga Akhir Mei

Karena itu, sejumlah objek wisata di Bengkulu, dikawal ketat oleh aparat TNI dan Polri untuk mengantisipasi warga berkunjung.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Pasar Gianyar Direvitalisasi

Bupati Mahayastra tetap menjaga komitmennya untuk tetap produktif dalam membangun Gianyar.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Jokowi Minta Menparekraf Siapkan Program Pariwisata Aman Covid-19

Jokowi meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyiapkan program pariwisata di dalam negeri yang aman dari Covid-19.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Pemkot Medan Lakukan Rapid Test Covid-19 Secara Massal

"Kita juga akan melakukan ini di kantor pemerintahan maupun lokasi usaha," ujar Edwin Effendy.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Jumlah Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang

Jumlah pasien Covid-19 yang sedang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kian terus berkurang, dua hari terakhir.

NASIONAL | 28 Mei 2020

The New Normal, Antara Ghost Protocol dan Desentralisasi Global

Jika boleh diibaratkan, pemerintah Indonesia adalah Tim Mission Impossible

NASIONAL | 28 Mei 2020

TPNPB-OPM Klaim Serang Pos TNI-Polri di Nduga, Papua dan Ini yang Didapatkan

Penyerangan itu dipimpin Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Brijen Egianus Kogeya dan Komadan Operasi Kodap III Ndugama Pemne Kogeya.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Pasien Sembuh Covid-19 di Sulteng Bertambah

Berdasarkan data, kesembuhan terbanyak pasien Covid-19 di Sulteng terjadi pada 21 Mei 2020 sebanyak 11 kasus.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Presiden: Risiko Besar, Standar Baru Industri Pariwisata Harus Dipersiapkan Matang

Begitu ada imported case, maka citra pariwisata yang buruk akan melekat dan menyulitkan.

NASIONAL | 28 Mei 2020

"4 Sehat 5 Sempurna" Versi Pandemi Perlu Sosialisasi melalui Jalur Pendidikan

Pesannya bersifat everlasting, sampai kapan pun tetap relevan.

NASIONAL | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS