Ini Kriteria Panglima Baru TNI
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Ini Kriteria Panglima Baru TNI

Kamis, 28 Mei 2020 | 13:54 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki pertengahan tahun 2020, pergantian Panglima TNI sudah menjadi perbincangan hangat di sejumlah kalangan. Beberapa nama calon pengganti Panglima pun sudah mulai muncul ke permukaan.

Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), Fauka Noor Farid, menilai, posisi Panglima TNI nantinya tentu harus dipegang oleh orang yang tepat.

Apalagi dengan melihat kondisi bangsa dan negara, termasuk kondisi global saat ini, Panglima TNI harus memiliki koneksi yang kuat, paham segalanya, baik itu di bidang ideologi, politik, ekonomi, budaya, sosial, pertahanan dan keamanan.

"Harus kuat, matang dan mapan. Melihat kondisi saat ini, Panglima TNI harus benar-benar dipegang orang yang pas. Harus dilihat kondisi bangsa dan negara, kondisi global, apalagi adanya pandemi (Covid-19). Tidak hanya kedaulatan, akan tetapi harus kuat dalam sektor lainnya," kata Fauka, di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sendiri akan pensiun pada awal Desember 2020 mendatang. Hadi Tjahjanto pensiun dan kemungkinan akan diganti sebelum memasuki tanggal tersebut.

Menurut Fauka, pemilihan sosok Panglima TNI tidak boleh sembarangan dengan mengikuti skema urut kacang. Akan tetapi, harus melihat kondisi dan situasi yang terjadi. Sebab, dampaknya akan besar, dan meliputi banyak sektor.

Pemilihan Panglima TNI bisa dilakukan berdasarkan rotasi atau urut kacang jika negara dalam keadaan normal. Namun, masalahnya sekarang ini negara tidak dalam sedang kondisi normal, apalagi setelah dilanda wabah virus corona yang menyebabkan ekonomi nasional berantakan.

"Negara juga tidak memiliki banyak uang untuk menopang kondisi saat ini. Semua akan berdampak terhadap stabilitas nasional. Ancaman dan gangguan yang dihadapi bangsa kita ke depan akan lebih kompleks lagi. Di samping masalah kedaulatan, Ipoleksusbudmil, belum lagi masalah bencana alam," ujar praktisi intelijen itu.

Selain itu, masalah batas wilayah antar negara, seperti yang dilakukan Tiongkok yang meluaskan wilayahnya dengan mengklaim wilayah laut China Selatan. Kondisi tersebut tidak bisa dianggap remeh.

"Kita perlu pemimpin yang memiliki koneksitas dengan negara adidaya yaitu Amerika, bukan sekadar koneksitas tapi suatu hubungan yang sudah terjalin erat akan membantu kekuatan pertahanan," ucapnya.

Saat ini, dirinya menilai, salah satu sosok yang paling pas adalah Jenderal TNI Andika Perkasa. Sebab, Andika dianggap cukup mumpuni dan mapan dalam menjawab permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini.

"Koneksi yang dimiliki Jenderal TNI Andika Perkasa juga sangat kuat. Apalagi beliau, baru saja mendapatkan medali kehormatan dari Pemerintah Amerika Serikat. Koneksi beliau tidak diragukan lagi, integritas, kapabilitas, kredibilitas sudah jelas memiliki kualitas prima," ujarnya.

Namun demikian, dari penilaian tersebut bukan berarti sosok yang lain tidak mumpuni. Akan tetapi, dengan mempertimbang faktor-faktor tersebut di atas, maka Indonesia sangat memerlukan jenderal yang sudah matang dan sudah mengetahui kondisi dan situasi bangsa.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkot Medan Siap Laksanakan New Normal

Peraturan Wali Kota sudah mengakomodasi new normal.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Soal Disiplinkan Masyarakat, Polri Akan Dahulukan Upaya Persuasif

Dalam menjalankan tugasnya dalam menegakkan peraturan saat PSBB, polisi mengedepankan upaya persuasif kepada masyarakat.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Gubernur Sumut Kaji Konsep New Normal Covid-19

Penerapan new normal ini sedang dikaji, apakah dapat diterapkan di kabupaten/kota, khususnya daerah kategori zona merah.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Hadapi Perubahan Tren Global, Jokowi Minta Pariwisata Terapkan Ketat Protokol Kesehatan

Hadapi perubahan tren global, Jokowi meminta penerapan protokol tananan normal baru di sektor pariwisata yang mampu menjawab perubahan tersebut.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Dijaga Aparat, Objek Wisata di Bengkulu Tutup hingga Akhir Mei

Karena itu, sejumlah objek wisata di Bengkulu, dikawal ketat oleh aparat TNI dan Polri untuk mengantisipasi warga berkunjung.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Pasar Gianyar Direvitalisasi

Bupati Mahayastra tetap menjaga komitmennya untuk tetap produktif dalam membangun Gianyar.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Jokowi Minta Menparekraf Siapkan Program Pariwisata Aman Covid-19

Jokowi meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyiapkan program pariwisata di dalam negeri yang aman dari Covid-19.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Pemkot Medan Lakukan Rapid Test Covid-19 Secara Massal

"Kita juga akan melakukan ini di kantor pemerintahan maupun lokasi usaha," ujar Edwin Effendy.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Jumlah Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang

Jumlah pasien Covid-19 yang sedang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kian terus berkurang, dua hari terakhir.

NASIONAL | 28 Mei 2020

The New Normal, Antara Ghost Protocol dan Desentralisasi Global

Jika boleh diibaratkan, pemerintah Indonesia adalah Tim Mission Impossible

NASIONAL | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS