Nelayan Suralaya Keluhkan Beras Bantuan Tak Layak Konsumsi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Nelayan Suralaya Keluhkan Beras Bantuan Tak Layak Konsumsi

Kamis, 28 Mei 2020 | 19:23 WIB
Oleh : Laurens Dami / JAS

Cilegon, Beritasatu.com - Sebanyak 78 nelayan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, mengeluhkan beras bantuan terdampak Covid-19 dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tidak layak konsumsi.

Beras yang disalurkan untuk para nelayan yang terdampak Covid-19 tersebut sudah berkutu sehingga tidak layak dikonsumsi oleh manusia.

Ketua Nelayan Rukun Suralaya yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon, Rebudin ketika dihubungi Suara Pembaruan, Kamis (28/5/2020) sore menjelaskan beras yang tidak layak konsumsi tersebut hingga saat ini tidak diganti oleh Pemkot Cilegon dalam hal ini Dinas Kelautan Kota Cilegon.

“Awalnya saya dihubungi oleh orang Dinas Kelautan Cilegon, minta data para nelayan yang terdampak Covid-19. Mereka minta data nelayan sebanyak 82 orang. Saya melakukan pendataan dan sebanyak 82 nelayan yang memiliki perahu sendiri merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Namun, yang mendapat bantuan sebanyak 78 nelayan. Bantuannya berupa beras masing-masing satu karung berisi 10 kg. Jadi keseluruhan beras itu sebanyak 78 karung dengan total berat 780 kg,” ujar Rebudin.

Rebudin menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan keluhan para nelayan terkait beras yang tidak layak konsumsi itu kepada pihak dinas namun hingga saat ini tidak ada penggantian dari pihak dinas.

“Beras bantuan itu memang sama sekali tidak layak konsumsi. Saya sudah sampaikan ke dinas untuk mengganti setengahnya saja. Namun, kata orang dinas, kualitas berasnya sama. Percuma kalau diganti, stok beras yang ada, kondisi sama saja,” ujarnya.

Rebudin mengungkapkan, sebanyak 45 karung beras (450 kg) tidak layak konsumsi itu sudah diambil kembali oleh pihak dinas. Sedangkan sisanya sebanyak 33 karung digunakan oleh para nelayan untuk makanan ternak seperti ayam dan lain-lain.

Rebudin berharap, Pemkot Cilegon mengganti beras yang tidak layak konsumsi itu dengan beras yang berkualitas baik dan layak.

“Keluhan yang disampaikan oleh para nelayan itu apa adanya. Kondisi beras bantuan itu memang tidak layak konsumsi,” ujarnya.

Kajari Membantah

Sementara itu, terkait pernyataan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi yang menyatakan bahwa ada dari pihak Kejari yang terlibat sebagai penyedia sembako untuk bantuan terdampak Covid-19, dibantah keras oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cilegon Andi Mirnawati.

“Saya berani menjamin tidak ada dari Kejari Cilegon yang terlibat sebagai penyedia sembako tersebut. Pihak Wali Kota Cilegon sendiri sudah meminta maaf kepada kita dan melakukan klarifikasi di media,” ujar Kajari Andi Mirnawati kepada Beritasatu.com, Kamis (28/5/2020).

Kajari Andi Mirnawati menegaskan, pihaknya sudah mengumpulkan semua anggota, staf dan pegawai di Kejari Cilegon, untuk mengecek apakah ada yang terlibat sebagai penyedia.

“Semua staf dan pegawai, sudah saya cek semuanya. Semua berani bersumpah dan saya menjamin tidak ada yang terlibat,” tegasnya.

Andi Mirnawati mengatakan, tim dari Kejari Cilegon hanya melakukan pendampingan hukum, salah satunya pada saat dilakukan ekspos untuk pengadaan barang dan jasanya.

“Itu tim dari pendampingan hukum Kejari Cilegon diundang untuk hadir saat ekspos itu. Maksudnya ke situ Pak Wali, tetapi karena pada saat ditanya wartawan dia buru-buru pulang, jadi pernyataannya menimbulkan penafsiran lain,” ujarnya.

Kajari mengungkapkan, pada saat ekspos pengadaan barang dan jasa termasuk pengadaan sembako untuk bantuan terdampak Covid-19 itu, tidak hanya tim pendampingan hukum dari Kejari Cilegon saja yang hadir tetapi juga ada dari pihak inspektorat.

“Kejari Cilegon menerima keluhan dan pengaduan masyarakat terkait sembako yang tidak layak konsumsi itu. Kami memanggil orang Pemkot Cilegon untuk mengonfirmasi. Mungkin mereka berpikir, sudah ada pendampingan dari Kejari, kok tetap saja dipanggil. Lha, ini kan ada pengaduan dari masyarakat. Kita hanya mengecek, apakah benar ada beras yang tidak layak konsumsi itu,” ujarnya.

Kajari Andi Mirnawati mengatakan, persoalan pernyataan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi itu sudah selesai.

“Sudah ada klarifikasi dan permohonan maaf kepada kita baik sebagai pribadi maupun lembaga. Wali kota Cilegon juga sudah melakukan klarifikasi ke media yang ada di Kota Cilegon,” ujarnya.

Wali Kota Cilegon Edi Ariadi kepada media di Kota Cilegon meralat pernyataannya yang menyebutkan bahwa pihak Kejari Cilegon dapat bagian sebagai penyedia paket sembako untuk bantuan terdampak Covid-19.

Edi mengatakan, pihak Kejari Cilegon itu bukan sebagai penyedia tetapi sebagai pendamping.

“Sebetulnya kejaksaan itu mendampingi kita, bukan Kejari sebagai penyedia,” ujarnya.

Edi mengungkapkan, pihaknya justru berterima kasih kepada Kejari Kota Cilegon yang telah melakukan pendampingan mulai dari penyediaan hingga penyaluran paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Sekali lagi saya klarifikasi yah bahwa, kejaksaan itu bukan sebagai penyedia tetapi sebagai pendamping kita. Saya jadi enggak enak dengan Bu Kajari,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Spesimen Satu Pasien Uji Covid-19 di RSUD Medan Hilang

Anak itu sudah dirawat sejak 4 Mei tetapi belum bisa pulang karena hasil uji swab belum keluar.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Pemkot Semarang Genjot Tes Massal Sambut New Normal

Tes massal Covid-19 digelar di pusat perbelanjaan dan keramaian.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Anggaran Kesehatan Rp 75 Triliun Diyakini Terserap Optimal

Anggaran sebesar Rp 75 triliun itu untuk penanganan dan pengendalian Covid-19.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Sebelum Buka Kembali Sekolah, MPR Minta Kemdibud Konsultasi ke IDI dan Pakar

Sebelum mulai membuka kegiatan belajar-mengajar, pemerintah harus melakukan sosialisasi serta simulasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Eks Komisioner KPU Juga Didakwa Terima Rp 500 Juta

Wahyu Setiawan didakwa menerima uang Rp 500 juta terkait proses seleksi calon anggota KPUD Papua Barat.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Tiga Hari Arus Balik ke Jakarta Turun 69 Persen Dibanding 2019

Jasa Marga mencatat volume arus balik ke Jakarta pada 25-27 Mei 2020 turun 69 persen, dibandingkan dengan lalin periode yang sama di Lebaran 2019.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Duel ala Gladiator, Dua Pemuda Tewas

Pertarungan maut dua pria menyerupai duel maut gladiator berakhir dengan kematian.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Kapolri Keluarkan Surat Telegram Penerapan New Normal

Polri tetap mengedepankan upaya persuasif kepada warga selama new normal, namun bagi yang melanggar atau melawan petugas dapat dikenai sanksi pidana.

NASIONAL | 28 Mei 2020

PT PPI Terapkan Protokol Normal Baru dalam Jalankan Bisnis

Untuk menunjukkan kesiapan perusahaan menjalankan tatanan normal baru atau new normal, PT PPI telah merilis Pedoman Tata Laksana Protokol.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Pemerintah Tetapkan Tahun Ajaran Baru Mulai Juli

Pemerintah memastikan tahun ajaran baru 2020/2021 tetap sesuai dengan kalender akademik pendidikan, yakni sekitar pertengahan Juli 2020.

NASIONAL | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS