Kapolda Papua Dukung Kebijakan Presiden Tentang Normal Baru
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Kapolda Papua Dukung Kebijakan Presiden Tentang Normal Baru

Selasa, 2 Juni 2020 | 18:24 WIB
Oleh : Robert Isidorus / JAS

Jayapura, Beritasatu.com - Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengaku mendukung kebijakan presiden Joko Widodo terkait rencana penerapan normal baru atau new normal di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

New normal adalah sebuah perubahan pada masyarakat, jadi tidak seperti dulu lagi bebas ke mana-mana. Masyarakat akan beraktivitas dengan normal untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, namun harus mengikuti protokol kesehatan, wajib menggunakan masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan, menerapkan hidup bersih, itulah perubahan,” ujar Kapolda Papua, Selasa (2/6/2020).

Kapolda Papua mengaku, dirinya akan mendorong penerapan new normal di Papua pada saat melakukan rapat dengan Forkopimda pada tanggal 04 Juni mendatang.

“Kita akan dorong dalam pembahasan tanggal 4 Juni nanti. Apakah akan diberlakukan atau tidak kita tunggu keputusan Pemerintah Provinsi Papua,” ujar Kapolda Papua.

Kapolda Papua menuturkan, salah satu alasan dirinya mendorong penerapan normal baru di Provinsi Papua karena hingga saat ini angka kematian akibat virus corona lebih kecil dibanding epidemi penyakit lain yang ada di Pselama ini.

“Tingkat kematian dibanding penyembuhan jauh lebih tinggi penyembuhan. Tinggal bagaimana disiplin dari masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang sudah diinstruksikan oleh pemerintah,” imbuh Paulus Waterpauw.

“Selain itu di Papua ini, penyakit epidemi yang selama ini sudah ada di Papua ini jauh lebih terasa tingkat kematiannya dibanding virus corona. Beberapa dokter menyampaikan bahwa dalam satu hari bisa 2-3 orang meninggal akibat epidemi penyakit yang sudah ada. Sementara virus corona baru 12 orang dalam rentan waktu tiga bulan. Artinya kemampuan kita secara imunitas sudah ada untuk menjaga,” ungkap Kapolda Papua.

Kapolda Papua juga tetap mengimbau masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona.

“Sampai saat ini belum ada vaksinnya. Oleh karena itu kita minta warga untuk disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan yakni menjaga jarak, cuci tangan, gunakan masker dan instruksi lainnya,” ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tangani Covid-19 Jatim, Gugus Tugas Serahkan Bantuan Langsung Alkes Hingga Robot Disinfektan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk penanggulangan Covid-19.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Sidang Tuntutan Terdakwa Aulia Kesuma Ditunda

Motif ekonomi terlilit utang hingga Rp 10 miliar.

NASIONAL | 2 Juni 2020

ICJR Berharap Penghapusan Pidana Mati Dibahas di RKUHP

Menurut ICJR, semua dilakukan agar Indonesia dapat lebih menghormati semangat perikemanusiaan.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Bengkulu Belum Berencana Terapkan New Normal

Provinsi Bengkulu belum berencana mengajukan izin ke Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat untuk menerapkan tatanan kehidupan baru.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Memasuki Tatanan Normal Baru, Mendagri Ajak Daerah Berinovasi

Mendagri Tito Karnavian menilai, pemerintah daerah berperan penting dalam menata kehidupan normal baru yang produktif dan aman di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Cegah Penumpukan di TPS, DPR Minta Pengaturan Jam Pencoblosan

“Memang risiko Pilkada di tengah pandemi seperti sekarang ada tambahan biaya. Besok, kami akan mengadakan rapat lagi dengan pemerintah dan penyelenggara."

NASIONAL | 2 Juni 2020

Pemprov Jambi Percepat Penyaluran Bantuan JPS Covid-19

Pemprov Jambi mengharapkan pemerintah kabupaten dan kota diharapkan bisa mempercepat penyerahan data keluarga penerima bantuan JPS terdampak Covid-19.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Indonesia Perlu Pertahankan Sistem Pidana Mati

Hukuman mati dianggap mengacuhkan prinsip perikemanusiaan dan hampir seluruh negara di dunia pun telah menghapus hukuman tersebut.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Tatanan Normal Baru Dinilai Menjadi Jalan Tengah

Dengan adanya kebijakan new normal ini, masing-masing pihak harus menyesuaikan, menetapkan basis dasar asumsi kebijakan dan target pencapaian yang baru.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Terapi Plasma Konvalesen, Harapan Baru untuk Pasien Covid-19 di Indonesia

Terapi Plasma Konvalesen telah menjadi titik terang bagi penanganan pasien positip Covid-19 di Indonesia.

NASIONAL | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS